
"Aku tidak berkencan" jawab Ryhan yang tidak terima akan diri nya yang di katakan berkencan oleh Qori.
"Jika bukan berkencan apa tadi? kau berada di restoran C bersama dengan wanita dan dua orang tua? apa itu orang tua nya?" tanya Qori dengan menatap lekat wajah Ryhan dengan ekspresi kesal nya.
"Itu bukan urusan mu" jawab Ryhan dengan wajah datar nya menatap Qori.
"Aku kan sudah bilang jika menyangkut dengan Nana itu adalah urusan ku, Jika kau hanya ingin menyakiti nya lepaskan dia, Berikan kepada ku, Biar aku yang menjaga nya" jelas Qori dengan wajah datar nya sungguh dia kesal akan Ryhan yang bisa bisa nya meninggalkan Nana sendiri.
"Qori" panggil Nana yang baru saja keluar dari rumah tapi tidak menemukan Qori di halaman rumah nya.
"Iya" jawab Qori dan langsung berlalu ke dekat Nana karna dia tidak mau Nana melihat Ryhan ada di sana.
"Ini minuman untuk mu" ucap Nana dan menyodorkan minuman itu kepada Qori.
"Terima kasih" ucap Qori dan menerima minuman yang sodorkan kepada nya. Nana tidak menjawab nya dan menoleh ke depan tapi dia tidak melihat siapa siapa.
''Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Nana kepada Qori.
"Tidak apa apa" jawab Qori akan pertanyaan itu. Nana tidak melanjutkan ucapan nya lagi dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang tadi. Qori juga ikut mendudukkan tubuh nya saat Nana mendudukkan tubuh nya dan Nana pun menoleh ke arah Qori.
"Kau tidak mau pulang?" tanya Nana dengan menatap lelaki itu.
"Memang nya kau berani sendiri?" tanya balik Qori kepada wanita itu.
"Em" jawab Nana mengangguk mengiyakan nya.
"Baiklah aku akan pulang, Jika terjadi apa apa hubungi aku" ucap Qori kepada Nana. Nana hanya bisa menganggukkan kepala nya mengiyakan ucapan Qori.
"Terima kasih atas masakan pertama kau berikan kepada ku tadi" ucap Qori dengan senyuman nya. Nana hanya bisa mengangguk mengiyakan nya dengan membalas senyuman dari Qori itu meskipun semua orang tau jika itu adalah senyum paksa. Qori pun langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menjauh dari sana. Ryhan yang sudah melihat mobil Qori pergi kembali melanjutkan langkah kaki nya untuk menemui istri nya itu.
"Sayang" ucap Dira yang langsung memeluk tangan kekar Ryhan itu. Nana bisa mendengar jelas suara itu dan dia yang sedang menunggu Ryhan kembali pun langsung menoleh ke depan.
"Lepaskan aku" ucap Ryhan dengan wajah datar nya kepada Dira.
"Kau kenapa pulang terlebih dahulu tadi?" tanya Dira kepada Ryhan dengan masih bergelayut di tangan kekar lelaki itu.
"Dingin sekali" ucap Nana dengan menggosokkan bahu nya menggunakan telapak tangan nya dan dia pun beranjak berdiri dari duduk nya dengan membawa gelas bekas minum Qori tadi dan langsung masuk ke dalam pekarangan rumah dan dia mengunci pagar rumah itu tanpa menatap Ryhan yang masih menatap nya dan dia pun langsung masuk ke dalam rumah.
"Sudah aku bilang lepaskan aku" bentak Ryhan yang kesal akan Dira yang sudah membuat Nana masuk ke dalam rumah. Dira langsung melepaskan tangan nya dari tangan Ryhan itu karna dia sedikit takut akan bentakan Ryhan itu.
"Ryhan" panggil Merri yang sedari tadi menyaksikan apa yang di lakukan Ryhan dan Dira. Dira menoleh ke belakang tapi tidak dengan Ryhan yang memperhatikan rumah istri nya yang tidak terbuka kembali.
"Ini sudah malam, Mama dan papa pulang lah, Aku besok akan sekolah" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan menepis kasar tangan Dira yang menggelayut di tangan nya.
"Ryhan" teriak Merri kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan terus melanjutkan jalan kaki nya dan menuju ke rumah nenek nya.
"Ayo nak kita pulang saja" ajak Merri kepada Dira sedangkan Andra sama sekali tidak memperdulikan nya karna tidak suka akan Dira makanya dia membiarkan apa yang di lakukan oleh Ryhan kepada Dira. Dira mengangguk mengiyakan nya dan mereka pun masuk ke dalam mobil dan pak sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Jaga anakku" isi pesan yang di kirimkan oleh Andra kepada orang kepercayaan nya yang memang di tugas kan untuk menjaga Ryhan. Penjaga tadi sedari tadi mengikuti Ryhan dan dia juga mendengar percakapan Ryhan dan juga Qori dan besok baru dia melapor kepada tuan nya.
Ryhan kembali keluar dari pekarangan rumah nya itu dan dia sudah tidak menemukan mobil orang tua nya di dekat dekat sana dan dia pun dengan segera menuju ke dekat rumah Nana dan membuka pagar rumah yang terkunci itu. Setelah itu dia masuk dan kembali mengunci nya dan dia pun berjalan ke arah pintu rumah dan pengawal yang mengawasi Ryhan sedari dulu bisa melihat jelas hal itu. "Di kunci" guman Ryhan saat tidak bisa membuka pintu rumah istri nya itu.
"Del" panggil Ryhan dengan ketukan menyertai panggilan itu. Nana yang mendengar ada yang memanggil nya pun langsung keluar dari kamar nya dan menuju ke dekat pintu rumah itu, Nana langsung membuka pintu rumah itu dan langsung melihat Ryhan tapi dia tidak terlalu memperhatikan lelaki itu, Setelah dia membuka pintu rumah itu dia langsung menghadap ke belakang dan kembali menuju ke kamar nya.
"Kenapa kau belum istirahat?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya kepada istri nya itu. Nana tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya dan langsung menutup pintu kamar nya itu.
"Apa dia marah kepada ku?" guman Ryhan yang tidak mendengar jawaban dari Nana sang istri.
"Ah sudahlah, Mungkin dia kelelahan dan mana mungkin dia marah, Diakan tidak memperdulikan ku" guman Ryhan dan langsung menyiapkan tempat tidur nya di ruang tengah.
"Huh" Nana mendengus kasar dan langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang kamar milik nya dan langsung tertidur.
Keesokan pagi nya.
Nana terbangun dahulu dari Ryhan, Dia langsung beranjak keluar dari kamar nya itu dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. "Astaga aku lupa membawa baju" guman Nana yang hanya membawa handuk dan tidak membawa baju. Nana membuka pintu kamar mandi itu tapi dia tidak menemukan Ryhan, Dia pun kembali menutup pintu itu dan mencari apa sekira nya yang bisa ia kenakan dan dia menemukan baju handuk yang kemungkinan besar milik Ryhan.
Nana langsung mengenakan baju handuk itu dan setelah itu langsung keluar dari kamar mandi itu. "Sedang apa kau?" tanya Ryhan yang mengagetkan Nana.
Nana langsung menoleh ke belakang dan melihat Ryhan berada tepat di belakang nya. "Mundurkan tubuh mu" ucap Nana dengan memegang bagian baju handuk yang terbuka itu. Ryhan tidak menjawab nya dan menatap lekat baju handuk yang di kenakan oleh sang istri, Nana bisa menebak jika Ryhan menatap baju handuk yang ia pakai itu.
"Aku meminjam baju handuk mu" ucap Nana dan langsung berlalu dari sana dengan mendorong Ryhan, Ryhan menoleh ke belakang dan dia menatap kaki wanita nya yang terbuka itu dan setelah itu dia yang masuk ke dalam kamar mandi. Saat masuk sangat tercium bau harum sabun milik sang istri yang memang belum pernah dia cium ataupun ia pakai dia pun langsung melihat sabun itu.
"Pantas saja dia selalu wangi" guman Ryhan saat melihat sabun yang di pakai oleh istri nya itu. Ryhan langsung melepaskan seluruh baju nya dan memulai membersihkan tubuh nya, Beberapa menit dia pun selesai mandi dan dia hanya menemukan handuk di dalam sana dan terpaksa dia mengenakan nya. Ryhan membuka pintu kamar mandi itu dan ingin keluar dari kamar mandi itu, Saat pintu terbuka dia melihat istri nya yang ingin mengetuk pintu kamar mandi itu. Nana menatap dari atas hingga bawah tubuh suami nya yang sangat bagus dan atletis itu dan membuat nya mematung melihat tubuh kekar itu.
"Kau ingin mengintip ku?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya kepada istri nya itu. Nana langsung tersadar akan apa yang ia pikirkan dan menggelengkan kepala nya supaya sadar.
"Aku hanya ingin memberikan ini" ucap Nana dengan menyodorkan baju handuk yang ia kenakan tadi kepada Ryhan. Ryhan menatap benda itu dan setelah itu menatap istri nya yang masih menatap tubuh nya.
"Tubuh nya bagus sekali" guman Nana dengan mengigit bibir bawah nya saat melihat tubuh suami nya itu.