
"Itu karna kau yang selalu mencari masalah" jawab Ryhan.
"Sayang aku sudah mengatakan nya tadi, Tidak usah menjawab kita nikmati saja malam yang damai ini dengan tidur ya, Pejamkan mata mu" ucap Nana dan mengusap punggung suami nya.
"Baiklah mari tidur" jawab Ryhan yang juga kelelahan berdebat dan ingin istirahat. Dia membalas elukan istri nya dengan memeluk erat tubuh mungil itu dan tertidur bersama dengan istri nya.
Keesokan pagi nya.
Nana terbangun terlebih dahulu dari suami nya. Posisi yang sama saat dia tidur yakni suami nya masih memeluk nya begitupun dengan dia yang juga masih memeluk suami nya. "Ryhan kau tidak mau bangun?" tanya Nana dengan nada rendah dan kembali menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya akibat masih sangat mengantuk.
Ryhan perlahan membuka mata nya saat mendengar sedikit suara istri nya dan yang paling membuat nya terganggu adalah gerakan kepala wanita nya yang sedang mengusap ke dada nya. "Sayang ada apa?" tanya Ryhan dengan suara serak dan menggerakkan tangan nya di kepala istri nya layak nya menggaruk.
"Tidak, Jika masih mengantuk lanjutkan tidur saja" jawab Nana yang juga menggunakan suara ciri khas nya saat baru bangun tidur.
"Jam berapa memang nya sekarang?" tanya Ryhan dan perlahan membuka mata nya dan tangan nya berhenti memainkan rambut istri nya.
"Em" Nana menggelengkan kepala nya yang berada di dada suami nya itu. Ryhan membuang nafas panjang, Tangan nya langsung menjangkau alarm yang ada di samping ranjang mereka, Dia melihat jam yang masih menunjuk pukul enam pagi lewat sedikit.
"Masih jam enam, Jika hendak mengumpulkan nyawa yang terlepas beberapa jam masih sangat sempat" ucap Ryhan dan kembali meletakkan alarm yang di ambilnya tadi ke tempat.
"Nyawa ku...." Nana berbicara tidak sampai ke ujung.
"Ada apa?" tanya Ryhan.
"Masih sangat mengantuk" sambung Nana dan kembali memeluk erat tubuh suami nya.
"Makanya tidak usah mengajak kemana mana jika belum waktu libur" jawab Ryhan.
"Kau ini sudah mengoceh saja pagi pagi" ucap Nana dengan sedikit kesal dan kembali diam dengan kaki yang naik ke tubuh lelaki nya.
"Jika ingin kembali tidur nanti kau susah bangun" ucap Ryhan yang juga masih cukup mengantuk.
"Aku tau" jawab Nana. Ryhan bisa mendengar dari nada bicara istri nya yang terdengar memang sangat mengantuk iru dan membiarkan istri nya untuk kembali beristirahat.
"Aku akan menyiapkan sarapan dahulu, Kau tidur saja" ucap Ryhan dengan melepaskan tangan yang melingkar di pinggang nya tapi tidak bisa.
"Sayang ayo lepaskan" ucap Ryhan yang berusaha melepaskan tangan istri nya dari pinggang nya.
"Del" ucap Ryhan yang masih belum bisa melepaskan tangan tersebut. Nana membuka mata nya dan memundurkan pandang nya untuk menatap jelas wajah suami nya.
"Lepaskan sayang, Aku ingin menyiapkan sarapan" ucap Ryhan saat melihat wajah mengantuk istri nya.
"Kau bilang tadi masih mengantuk" ucap Ryhan.
"Aku ingin menemani mu" jawab Nana.
"Menemaniku?" tanya Ryhan. Nana menganggukkan kepala nya yang masih melekap di dada suami nya.
"Tidak membantu ku?" tanya Ryhan kembali. Nana langsung menggelengkan kepala nya hingga gelengan tersebut membuat dahi Ryhan mengerut kebingungan akan tingkah wanita nya yang nampak tidak ingin di tinggalkan oleh nya.
"Cepat jika ingin menyiapkan sarapan" ucap Nana.
"Iya iya" jawab Ryhan yang tenaga nya cukup terkumpul akibat sidah istirahat. Ryhan duduk dari baring nya dan mengenakan sandal nya dan setelah itu langsung berdiri dan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu untuk menggosok gigi dan mencuci muka dengan istri nya yang tidak mau berdiri dan di duduk kan nya di depan kaca.
Setelah selesai dia kembali menggendong bayi besar nya itu dan keluar dari kamar dengan wanita nya yang terus berada berada di gendongan depan nya hingga hal tersebut sedikit membuat kesusahan diri nya untuk melihat ke depan, Sedikit bukan banyak ingat.
"Duduk di kursi?" tanya Ryhan kepada istri nya yang masih bergelayut di tubuh nya dengan dagu yang berada di bahu nya dan wajah berada di leher nya.
"Tidak" jawab Nana dan semakin melingkarkan kaki nya di pinggang suami nya.
Ryhan membuang nafas panjang, Dia tidak bisa memasak sarapan pagi seperti biasa dan hanya bisa menyiapkan roti tawar dengan di olesi oleh selai saja. "Duduk sebentar akan aku ambilkan susu" ucap Ryhan dan mendudukkan tubuh istri nya di samping kompor.
Nana tidak menjawab nya dan memperhatikan gerak gerik suami nya yang berjalan menuju ke kulkas dan setelah itu ke oven untuk menghangatkan susu kotak yang ada di kulkas. Setelah selesai Ryhan kembali mendekat ke istri nya, Dia menarik kursi ke arah istri nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan wanita nya tersebut. "Makanlah" ucap Ryhan dengan menyodorkan roti yang ia buat tadi kepada istri nya.
Nana menrima nya dan memakan perlahan makanan nya begitupun dengan Ryhan yang juga melahap roti tersebut. Kunyahan Nana semakin perlahan saat melihat suami nya yang sedang makan juga tepat di hadapan nya. "Aneh padahal aku sering melihat bibir nya dan mencoba nya, Tapi rasa nya aku ingin mencoba nya lagi pagi ini" guman Nana dan langsung ******* bibir suami nya yang sedang mengunyah dengan tubuh nya yang sedikit membungkuk akibat suami nya duduk di bawah dan dia di atas.
Ryhan sontak kaget akan ciuman istri nya yang tiba tiba dan tidak pernah di sangka istri nya bisa mencium nya terlebih dahulu. Ryhan tidak menolak nya dan membalas ******* yang sangat lembut itu dengan kelembutan lebih pula dan tangan nya memegang pinggang istri nya yang. Tangan Nana melingkar di leher suami nya menandakan dia sangat menikmati ciuman tersebut.
Hanya beberapa menit Nana dapat bertahan dengan permainan tersebut hingga akhir nya dia lah juga yang mengakhiri sendiri permainan nya sendiri. Ryhan menatap nya. "Bibir mu manis sekali" ucap Nana dengan senyum nya, Tanpa malu dia mengeluarkan ucapan tersebut tepat di hadapan suami nya.
Ryhan kembali di buat kaget akan tingkah yang cukup aneh yang terdapat pada istri nya pagi ini tapi dengan segera dia membuang wajah bingung nya dan langsung tersenyum menatap istri nya. Nana melebarkan lebih lebar lagi senyuman nya menatap suami nya dan kembali melahap makanan milik nya dengan mata yang nampak sedikit akibat masih saja tersenyum dengan suami nya.
"Aku masuk terlebih dahulu, Dah" ucap Nana dan melambaikan tangan nya kepada suami nya yang masih berada di dalam mobil.
"Sedikit aneh kelakuan istri ku hari ini" guman Ryhan yang sangat merasakan keanehan pada istri nya.
.
.
.