Dear D

Dear D
Episode 88



"Shit tidak bisa, Aku memang ingin tidur memeluk nya" ucap Ryhan dan mendekat ke arah wanita nya. Tangan yang mulai aktif langsung menggeserkan sedikit tubuh wanita kecil itu hingga berdempet tepat di tubuh nya.


Kehangatan, Kenyaman ia dapatkan saat memeluk tubuh mungil itu. Bibir yang tersenyum menandakan kesenangan hati dan mata yang mulai nyaman untuk di pejamkan sedangkan Nana tidak sadar akan itu.


Keesokan pagi nya.


Ryhan bangun dari tidur nya dan membuka pelan mata nya saat mata terbuka sempurna dia tidak menemukan istri nya di samping nya. "Mana Delina?" tanya lelaki itu dengan suara serak yang lembut.


"Wanita itu pagi pagi sudah menghilang" ucap Ryhan dan beranjak bangkit, Mata nya tertuju kepada kamar mandi yang terbuka dan itu menandakan tidak ada orang di dalam nya. Kaki nya mulai melangkah lunglai keluar dari kamar nya dan belum menemukan istri nya.


"Del" teriak Ryhan dengan suara yang tidak terlalu tinggi akibat baru bangun tidur.


"Shit pagi pagi sudah berteriak" umpat Nana kesal dan memilih untuk diam dan tidak menjawab panggilan suami nya. Ryhan yang tidak mendapatkan jawaban terus saja berjalan, Berjalan menelusuri apartemen untuk menemukan istri nya hingga kaki nya berhenti tepat di pintu masuk dapur.


Nana menatap tajam ke arah nya dengan mulut yang sibuk mengunyah makanan. "Aku pikir kau hilang" ucap Ryhan dan berjalan mendekat ke arah wanita itu.


"Hilang pun aku kau tidak akan peduli" ketus Nana dan memakan kasar makanan nya akibat kesal dan masih sakit hati dengan ucapan Ryhan tadi malam.


"Siapa bilang?" Ryhan mendudukkan tubuh nya tepat di hadapan wanita nya dan mengambil roti dan juga selai untuk sarapan pagi. Tangan nya membuka selai dan mulai mengoleskan selai tersebut di atas roti yang ia ambil tadi.


Nana tidak menjawab nya dan memilih untuk pokus melahap makanan nya. "Kau pergi dari kamar tidak memberitahu ku, Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Ryhan yang mulai memakan makanan nya dan menatap datar ke arah wanita nya.


"Aku lapar dan kau nampak tidur sangat nyenyak, Tidak mungkin aku membangunkan mu" jawab Nana dengan wajah datar tanpa menatap suami nya.


"Itu akibat kau tadi malam tidak makan" ucap Ryhan.


"Kau tidak membujukku" jawab Nana dengan wajah kesal nya.


"Akukan sudah mengajak mu untuk makan tapi kau malah jawab kau tidak lapar" jawab Ryhan.


"Shit dasar kau tidak peka" ketus Nana dan berdiri dari duduk nya. Dia langsung berlalu dari sana dan meletakkan apa yang ia gunakan tadi di tempat pencuci piring dan langsung pergi meninggalkan dapur.


"Hah? Peka?" ucap Ryhan dengan wajah kebingungan.


"Koper apa ini?" tanya Nana saat menemukan koper yang sudah di kunci di dalam ruang ganti.


Di tendang nya koper tersebut untuk melihat apa itu aman tapi dia tidak berani membuka nya. Nana memilih kembali keluar dari ruang ganti dengan menggunakan baju handuk dan kembali ke dapur menemui Ryhan. "Hey, Koper apa di dalam ruang ganti?" tanya Nana dengan wajah datar nya menatap lelaki itu.


Ryhan langsung membalikkan tubuh nya dan terlihat wanita nya tengah mengenakan baju handuk. "Kau sudah selesai mandi? Cepat sekali" ucap Ryhan yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang di tanyakan.


"Belum, Jawab pertanyaan ku, Koper apa di dalam ruang ganti itu?" tanya nya kembali dengan wajah datar nya.


"Sebelum ujian waktu kita di berikan libur satu minggu kau mengajakku liburan bukan tapi aku tidak bisa. Jadi kita akan pergi berlibur hari ini, Cepatlah bersiap setelah itu aku pula gantian" jawab Ryhan dan meletakkan piring yang sudah di cuci nya di tempat seharus nya.


"Hanya berdua?" tanya Nana.


"Em" Ryhan menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan istri nya.


"Yura dan Weny?" tanya Nana kembali.


"Memang nya kita liburan di mana?" tanya Nana.


"Bali, Kau tidak keberatan bukan? Atau mau ke luar negeri?" tanya Ryhan dengan berjalan mendekat ke arah wanuta nya.


"Bali saja tidak pernah aku kunjungi akibat tidak memiliki uang bagaimana bisa aku akan ke luar negeri pertanyaan bodoh" jawab Nana dengan wajah kesal dan kedua tangan yang di lipat di atas perut nya.


"Aku tidak meminta kau membayar nya, Aku memiliki uang, Aku kepala mu dan masalah uang kau jangan hawatir, Kau mau ke luar negeri atau ke bali?" Ryhan kembali melontarkan pertanyaan kepada istri nya meyakinkan jika istri nya mau.


"Tidak masalah yang jadi masalah Weny dan Yuta ikut tidak? Mereka berdua yang mengajakku waktu itu tidak mungkin saat kita pergi mereka tidak ikut" ucap Nana.


"Iya mereka akan ikut. Kau hubungi saja mereka nanti setelah kau siap, Mereka bisa menyusul" jawab Ryhan dengan mendorong rubuh wanita itu masuk ke dalam kamar.


"Tapi..."


"Sudah cepat perjalanan kita cukup jauh untuk ke bali" Ryhan kembali mendorong wanita itu hingga masuk ke dalam kamar mandi.


"Baiklah" jawab Nana yang pasrah dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia mengunci pintu kamar mandi dan mulai membersihkan tubuh nya.


"Shit wanita ini, Aku mengajak nya berlibur berdua sebagai honeymoon pernikahan kami dia malah mau mengajak kedua teman nya" umpat Ryhan kesal. Berniat untuk berdua saja bersama istri nya menikmati liburan yang seharus nya mereka nikmati sejak lama sekarang malah menjadi liburan bersama teman.


"Kuat tidak ya nanti aku menyetir hingga ke bali?" guman Ryhan yang tidak yakin ingin membawa mobil dari jakarta ke bali.


"Menggunakan jet pribadi papa saja" ucap nya dan langsung mengambil ponsel nya. Dia langsung menghubungi papa nya untuk menanyakan hal tersebut.


"Halo nak ada apa?" tanya Andra saat telpon terhubung.


"Papa, Ryhan akan pergi bersama Delina ke bali menggunakan mobil tapi..."


"Memang nya kau kuat menyetir 17jam? Kenapa tidak menggunakan jet pribadi saja?" potong Andra saat mendengar hal tersebut.


"Ryhan belum selesai pa" jawab Ryhan.


"Ah, Lanjutkan" ucap Andra.


"Ryhan takut nanti kelelahan membawa mobil dengan jarak yang tidak dekat makanya Ryhan menghubungi papa meminta orang untuk menyiapkan jet di bandara umum bukan di tempat pribadi" jelas Ryhan.


"Kenapa?" tanya Andra.


"Agar nanti aku dan Delina seperti orang pada umum nya waktu mau liburan" jawab Ryhan.


"Ah baiklah papa mengerti, Nanti pulang bawakan cucu untuk papa" ledek Andra dengan tertawa renyah di sebrang telpon.


"Papa" ucap Ryhan yang kesal.


"Kau memarahi ku?" tanya Nana yang baru saja keluar dari kamar mandi.