Dear D

Dear D
Episode 178



"Nona membuka butik?" tanya Jony.


"Hem, Itu adalah keinginan kakak dan ayah nya makanya dia membuka butik dan tidak bekerja lagi di kantor, Lagi pula sebenar nya aku tidak mengizinkan nya untuk bekerja apapun dan hanya mengizinkan nya untuk menemani ku dan istirahat dengan kondisi nya yang masih lemah" jelas Ryhan dengan nafas masih saja ngos ngosan.


"Nona sakit ya tuan?" tanya Jony kembali.


"Bukan" jawab Ryhan.


"Jadi kenapa anda bilang kondisi nya lemah?" tanya Jony lagi.


"Dia sedang hamil dan kandungan nya tidak terlalu kuat akibat kelelahan di tambah dia hamil di umur nya yang masih sangat muda" jawab Ryhan yang terus saja menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari Jony tanpa mengeluh sedikit pun akan Jony yang terus saja bertanya.


"Hah? Nona hamil?" teriak Jony yang sedikit kaget saat mendengar hal tersebut.


"Kau ini" ketus Ryhan dengan melototkan mata nya menatap Jony yang berteriak.


"Ah maaf tuan, Saya hanya senang dan sedikit kaget mendengar ucapan anda tadi" ucap Jony dengan senyum nya agar Ryhan tidak lagi marah kepada nya.


"Aku pikir apa" ucap Ryhan.


"Tuan ayo kita makan ini sudah lewat waktu makan siang" ajak Jony.


"Em" Ryhan menganggukkan kepala nya dan melangkahkan kaki nya berlalu dari sana dan masuk ke dalam restoran yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.


Kedua nya masuk ke dalam restoran tersebut dan mendudukkan tubuh di atas kursi kosong. Pelayan datang dan kedua nya memesan makanan yang ingin mereka makan.


Dritttt


Ponsel Ryhan berbunyi menandakan ada yang menghubungi nya. Ryhan langsung mengambil ponsel nya tersebut dan terlihat istri nya lah yang menghubungi nya. "Halo, Kenapa sayang?" tanya Ryhan dengan senyum dan nada rendah nya saat telpon terangkat.


"Kau sedang apa? Kau belum kembali? Apa kau benar benar sibuk? Makan malam di rumah malam ini?" tanya Nana yang berharap jawaban suami nya tersebut menyenangkan hati nya.


"Ini tuan" ucap pelayan dengan menyodorkan makanan pesanan dan itu terdengar oleh Nana yang sedang menjalani panggilan telpon dengan suami nya.


"Ah kau makan di luar, Baiklah, Makan dengan banyak ya" ucap Nana dengan senyum nya saat mendengar ucapan dari pelayan tadi.


"Iya aku sedang berada di tempat makan di luar, Kau sudah makan siang bukan? Aku baru saja hendak makan siang jika kau menginginkan ku pulang aku akan pulang sekarang. Kau menunggu sebentar tidak apa apa?" tanya Ryhan dengan suara terdengar sekali kelelahan di telinga Nana.


"Ah tidak usah, Jika kau ingin makan di luar tidak apa apa makan saja, Aku juga sudah makan tadi, Aku hanya bertanya tadi" jawab Nana dengan senyum nya saat mendengar nada kelelahan dari suara suami nya.


"Tidak apa apa?" tanya Ryhan yang takut istri nya marah.


"Tidak apa apa lah, Sudah makanlah hingga kenyang jangan sampai kau kelelahan" ucap Nana dengan nada girang agar suami nya tidak hawatir dengan nya yang baik baik saja saat ini.


"Kau yakin? Kau mau apa biar aku belikan, Sehabis makan nanti aku langsung pulang" ucap Ryhan.


"Makanan laut seperti nya enak, Aku mau itu" jawab Nana dengan senyum nya.


"Baiklah tunggu aku sebentar, Aku akan segera kembali ke rumah" ucap Ryhan yang hendak mematikan ponsel nya.


"Jika kau kelelahan istirahat sebentar setelah itu baru kembali" ucap Nana menghentikan niat lelaki itu untuk mematikan ponsel.


"Em, Aku matikan dulu" ucap Ryhan.


"Kau mau makan di sini? Aku ingin kembali dan makan malam bersama dengan istriku" ucap Ryhan kepada Jony yang nampak sedari tadi menatap nya.


Jony menatap lekat wajah Ryhan yang nampak kelelahan itu. "Tuan apa anda kelelahan? Jika tidak keberatan saya bisa membawa mobil anda dan mengantarkan anda pulang" ucap Jony.


"Memang nya tidak apa apa? Kau kemari menaiki apa?" tanya Ryhan dengan menatap tajam lelaki itu.


"Tidak apa apa tuan, Saya kemari tadi menaiki taxi" jawab Jony dengan senyum nya.


"Baiklah makanan ini di bungkus saja dan pesankan makanan laut yang banyak" ucap Ryhan dan menyodorkan kartu kredit milik nya kepada Jony.


"Baik tuan" jawab Jony dan menerima kartu tersebut dan berlalu dari sana. Dia tidak mempermasalahkan masalah Ryhan yang menyuruh nya dia juga sangat bisa melihat kelelahan di wajah lelaki itu hingga membuat nya tidak membantah dan menggoda bos nya seperti biasa nya sering bercanda tawa berdua.


Ryhan membuka ponsel nya dan terlihat di beranda sosial media nya terlihat postingan promosi istri nya tapi tidak ada terlihat satupun yang berminat. "Bersabarlah sayang ini baru awal" ucap Ryhan dengan senyum nya melihat semangat istri nya dan membagikan postingan tersebut di akun sosial media nya.


"Ryhan memposting instagram?" ucap Dara yang mendapatkan notifikasi postingan Ryhan. Wanita itu langsung membuka notif itu dan terlihat hal yang sama dengan brosur yang di pegang nya.


"Oh dia juga mempromosikan nya melalui sosial media" ucap Dara mengangguk mengerti saat melihat postingan tersebut.


"Kau akan menjadi lelaki ku kelak dan kita akan menjalani semua nya bersama" guman Dara dengan senyum nya menatap poto Ryhan.


"Ini brosur yang di berikan Fany tadi" ucap Ten dan melihat brosur yang belum sempat di lihat oleh nya.


"Butik" ucap nya dan meletakkan sembarang brosur tersebut di dalam mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang kembali ke kediaman nya.


"Hah? Ini brosur butik Nana kah?" tanya Yura saat menemukan brosur di hadapan nya.


"Coba lihat" ucap Weny dan berusaha melihat nya juga dan benar saja itu adalah alamat rumah Nana.


"Sudah di cetak? Cepat sekali dan ini sudah berada di kampus kita" ucap Weny saat melihat ada beberapa brosur yang tersebar di sana.


"Siapa yang menyebarkan nya?" tanya Yura.


"Itu ada orang yang membagikan nya tadi sekitar kampus makanya ada beberapa di sini karna mahasiswa kampus melewati orang yang sedang menyebarkan nya makanya di berikan" jawab orang yang mendengar pertanyaan Yura.


"Siapa orang nya? Lelaki atau perempuan?" tanya Weny.


"Lelaki, Dia nampak seperti orang kantor tapi dia menyebarkan brosur entah dia benar benar bekerja di kantor atau hanya gaya nya tadi, Aku permisi" jawab orang itu lagi dan langsung berlalu dari sana meninggalkan Weny dan juga Yura.


"Sudah sampai tuan" ucap Jony saat melihat Ryhan yang tertidur. Ryhan langsung bangun dan melihat ke depan dan benar saja dia sudah sampai.


Nana yang melihat mobil suami nya langsung keluar dari butik di ikuti oleh bodyguard yang mengawasi nya sejak tadi. Ryhan langsung turun dari mobil dan Nana yang awal nya hendak memeluk nya mengurungkan niat nya saat melihat wajah kelelahan suami nya tersebut.


.


.


.


.