Dear D

Dear D
Episode 73



"Hati hati" ucap Nana dan memeluk kedua teman nya tanpa sadar akan ada sebuah mobil terparkir di depan rumah nya.


"Iya sampai ketemu minggu depan" ucap Weny dengan tersenyum lebar begitupun dengan Yura.


"Eh bentar ini mobil siapa?" tanya Nana yang baru saja sadar akan kehadiran mobil di depan rumah nya.


"Tidak tau, Kami kira ada orang bertamu di rumah mu" jawab Weny.


"Tidak ada siapapun di rumah kecuali aku dan Ryhan" ucap Nana.


"Coba tanyakan kepada Ryhan mana tau dia tau ini mobil siapa" ucap Yura.


"Em, Akan aku tanyakan nanti" jawab Nana dengan senyum nya.


"Yasudah kami akan pulang, Kau jaga diri baik baik" ucap Weny. Nana mengangguk mengiyakan nya dan Yura dan juga Weny masuk ke dalam mobil. Nana yang sudah melihat mobil mereka berlalu langsung masuk ke dalam rumah dan saat masuk dia tidak menemukan Ryhan.


"Ryhan" teriak Nana saat tidak menemukan suami nya. Ryhan yang berada di kamar mandi langsung keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang dan menatap wanita nya.


"Ada apa berteriak?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya. Nana yang melihat entah kemana langsung membuang penglihatan nya dan menatap mata Ryhan.


"Di depan mobil siapa? Apa ada orang di rumah mu atau apa?" tanya Nana dengan wajah bingung menatap lelaki itu.


"Mobil ku" jawab Ryhan dan masuk ke dalam kamar untuk mengenakan baju nya.


"Hah?" Nana nampak bingung akan jawaban itu dan berjalan mengikuti lelaki nya masuk ke dalam kamar.


"Kau mendapatkan mobil dari mana?" tanya Nana dengan wajah bingung nya.


"Aku bekerja" jawab Ryhan dan mengenakan baju nya. Nana nampak sudah biasa melihat pemandangan itu tanda nya dia tidak bereaksi apapun dn malah berjalan mendekat ke arah suami nya.


"Sejak kapan kau mulai bekerja?" tanya Nana dengan berdiri di hadapan lelaki itu. Ryhan menghentikan tangan nya yang mencari celana dan menatap lekat wajah wanita nya yang juga menatap nya lekat.


"Kemarin aku menemukan pekerjaan" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Kau kerja apa memang nya hingga dalam satu hari bekerja bisa mendapatkan mobil?" tanya Nana dengan wajah kebingungan nya.


"Itu mobil fasilitas kantor" jawab Ryhan dan mengenakan celana nya tepat di hadapan istri nya. Nana menatap ke bawah dan sedikit kaget akan itu dan sontak tubuh nya langsung berbalik dan kedua telapak tangan nya menutup mata nya. Ryhan mengangkat kepala nya saat melihat kaki istri nya berbalik dan menatap wanita yang tengah membelakangi nya itu.


Ryhan dengan cepat menyelesaikan nya dan memegang kedua tangan wanita nya. "Kau menginginkan nya sekarang hem hingga menemaniku mengenakan baju?" tanya Ryhan dengan kedua tangan istri nya yang di genggam oleh nya. Nana terdiam saat mendapatkan pertanyaan itu dan membuka mata nya yang terpejam.


"Shit, Menginginkan apa? Lepaskan aku" ucap Nana yang memberontak meminta di lepaskan oleh Ryhan yang menggenggam tangan nya.


Nana diam sebentar. "Kau mau mengalihkan percakapan? Aku tadi bertanya dari mana kau mendapatkan mobil" ketus Nana dengan wajah kesal bercampur malu.


"Aku kan sudah menjawab nya tadi, Jika kau memang menginginkan nya aku siap kapanpun" ucap Ryhan yang kembali melanjutkan ucapan nya tadi.


"Aku tidak menginginkan apa apa, Lepaskan aku" ketus Nana dan menepis kasar tangan Ryhan hingga terlepas.


"Dasar gila" ketus nya dan langsung berlari keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ah tuhan, Jika aku selalu bersama nya mungkin dia akan segera memakan ku" guman Nana dengan memegang dada nya.


"Akan aku lepaskan kau hingga ujian selesai" ucap Ryhan dengan senyum yang mengembang di bibir nya. Hasrat yang selalu bangkit beberapa hari ini saat melihat sedikit saja bagian tubuh yang sensitif milik istri nya terbuka membuat nya yang masih bisa berpikir sehat membiarkan wanita nya lepas. Jika bukan beberapa hari akan ujian mungkin sudah di makan oleh nya istri mungil nya itu.


"Sabar, Hanya beberapa hari setelah itu kau harus membawa nya untuk bulan madu, Ah bukan bulan madu melainkan liburan dan setelah itu kau bisa memakan nya" ucap nya kembali dengan senyum yang mengembang membayangkan apa yang akan terjadi dan mengingat anggukan dari wanita nya.


"Ah dia benar benar mencintai ku" ucap Ryhan dengan girang nya dan tersenyum lepas hingga menampakkan gigi nya.


Baju yang sudah ada di kamar mandi membuat Nana yang sudah selesai membersihkan tubuh langsung keluar dan dia tidak menemukan Ryhan suami nya dan itu membuat nya masuk ke dalam kamar. Saat masuk dia bisa melihat dengan jelas senyum tulus dan bahagia dari wajah lelaki nya, Bukannya ikut senang melihat senyum itu Nana malah kebingungan. "Apa dia benar benar sudah gila?" guman Nana dengan wajah kebingungan nya menatap Ryhan yang tersenyum dan setelah itu tertawa.


"Ahaha" Ryhan berguling di atas ranjang dan itu tambah membuat Nana yang menyaksikan nya sangat kebingungan.


"Ini bukan Ryhan yang aku kenal"


"Dia nampak seperti anak kecil yang mendapatkan kebahagiaan yang lebih"


Senyum di wajah itu ikut mengembang saat melihat lelaki yang selalu datar dan nampak dewasa sekarang tertawa lepas dan bertingkah seperti anak kecil bagaimana tidak seperti anak kecil. Berguling di atas ranjang dan memeluk boneka milik nya dengan tawa membuat wanita itu ikut tersenyum melihat nya. "Tawa nya lepas sekali, Apa yang membuat nya bahagia?" guman Nana dengan wajah yang masih mengeluarkan senyum.


"Momen yang cukup langka, Lebih baik aku mengabdikan nya" guman Nana dan berjalan mendekat. Di ambilnya ponsel milik nya dan di vidiokan nya Ryhan yang sedang tertawa lepas dengan diri nya yang juga ikut tertawa.


Ryhan sama sekali tidak mengeluarkan ucapan apapun membuat Nana tidak tau alasan nya tertawa seperti itu tapi dia tidak memperdulikan nya dan terus saja memvidio hal langka itu. "Haha, Hatiku senang sekali hari ini" Ryhan kembali tersenyum dan memeluk erat boneka milik Nana di wajah nya.


"Em" Kaki nya menendang.


Brakk


"Ah" Akibat Ryhan yang menendangkan kaki tadi dan tendangan itu terkena Nana yang berada di bawah. Ryhan yang mendengar suara pun langsung membuka wajah nya yang tertutup boneka dan sontak langsung duduk.


"Del?" ucap nya dengan wajah bingung saat melihat istri nya yang mengeluarkan suara tadi.


"Ah" Nana berusaha bangkit dari duduk nya tersebut.