Dear D

Dear D
Episode 205



Aooooo


Terdengar tangisan bayi membuat Nana langsung mengangkat kepala nya. "Tuan, Nona Maaf menganggu, Tuan kecil langsung menangis saat bangun tadi" ucap bodyguard dengan membawa bayi Ryhan ke ruangan Nana.


Nana yang berbaring langsung duduk dan melepaskan apa yang melekat di tubuh nya seperti selang oksigen dan juga infus. Dia langsung turun dari ranjang dan mengambil putra kecil nya yang ada di bodyguard. "Sayang" ucap Nana dengan senyum mengembang bahagia melihat putra kecil nya yang baik baik saja namun saat ini menangis.


"Kau keluarlah" ucap Ryhan.


"Baik tuan" jawab bodyguard tersebut dan langsung keluar dari ruangan Nana.


"Ada yang sakit ya sayang? Atau kau kelaparan?" tanya Nana dan membawa bayi nya duduk di atas ranjang untuk memberikan asi kepada nya.


"Kau benar kelaparan" ucap Nana dengan senyum nya sedangkan Ryhan nampak tersenyum melihat anak dan istri nya tersebut.


"Kau tidak begitu rewel anak kecil" ucap Ryhan dengan mencium wajah bayi yang sedang menyusu itu. Ryhan dan juga Nana memperhatikan anak nya yang tengah menyusui itu dengan wajah yang tersenyum bahagia.


"Maaf tidak ada yang boleh masuk" ucap bodyguard menghentikan Anggi yang baru saja sampai bersama dengan Febri.


"Tapi aku ingin bertemu adikku" jawab Anggi.


"Maaf namun tuan melarang siapapun masuk setelah tuan muda kecil sudah tidak menangis lagi" ucap bodyguard yang sedikit ragu untuk melarang meskipun tidak ada perintah larangan namun dia tau apa yang di lakukan nona nya yakni tengah menyusui anak nya makanya dia melarang.


"Aku ini kakak nya" ucap Anggi yang sangat sangat ingin bertemu dengan Nana setelah sekian lama dia di pindahkan ke luar negri oleh orang tua nya.


Ryhan dan juga Nana menoleh ke arah pintu saat mendengar suara sedikit bising dengan Ryhan kecil yang sudah tidak menangis lagi dan sudah selesai menyusui juga. "Ada apa di luar?" tanya Nana.


"Aku juga tidak tau, Aku akan melihat nya kau jangan kemana mana" ucap Ryhan dan mencium anak dan istri nya tersebut dan menuju ke pintu untuk melihat keributan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Ah tuan, Ini ada orang yang ingin bertemu dengan nona dan dia bilang dia adalah kakak nona" jawab bodyguard.


Ryhan menoleh ke arah siapa yang di maksud oleh bodyguard tersebut. "Kak Anggi" ucap Ryhan dengan wajah datar nya. Meskipun tidak pernah berkenalan namun mereka suka berbicara satu sama lain.


"Bagaimana keadaan Nana?" tanya Anggi.


"Dia baik baik saja namun...."


"Kakak" panggil Nana membuat ucapan Ryhan terpotong dan menoleh ke arah istri nya yang saat ini berada di belakang nya bersama dengan anak nya.


"Kau kenapa malah ikut keluar?" tanya Ryhan akan istri nya yang ikut keluar juga.


"Kakak" panggil Nana lagi saat Anggi sama sekali tidak menjawab panggilan nya.


"Iya sayang kakak di sini" jawab Anggi dengan senyum nya menatap adik kecil nya yang sudah memiliki anak.


"Sayang ini adalah paman mu" ucap Nana kepada anak nya dengan menunjukkan wajah anak kecil itu kepada Anggi.


"Ayo masuk kak" ajak Nana yang nafas nya sedikit sesak.


"Sini biarkan aku yang menggendong nya" ucap Ryhan dengan mengambil alih putra nya tersebut. Nana memberikan nya dan berjalan cepat ke arah ranjang dan kembali mengenakan oksigen ke hidung nya.


Anggi dan juga Febri ikut masuk ke dalam ruangan tersebut dengan pandangan mereka semua yang langsung teralih kepada Nana yang nampak tidak baik baik saja. "Akukan sudah bilang kepada mu jangan kemana mana" ucap Ryhan dengan memencet bel pemanggilan dokter.


"Minumlah" ucap Ryhan dengan menyodorkan air kepada istri nya. Nana menerima nya dan meminum air tersebut.


"Apa yang terjadi tuan?" tanya dokter yang sudah masuk.


"Istriku melepaskan infus dan juga oksigen nya, Dia nampak sesak tolong pasangkan kembali pastikan dia baik baik saja" ucap Ryhan.


"Baik tuan" jawab dokter dan kembali memasangkan infus dan juga oksigen ke Nana.


"Terima kasih" ucap Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya.


"Panggil kami jika terjadi apa apa" ucap dokter. Ryhan tidak menjawab nya sedangkan Febri sedari tadi menatap Nana dengan masih sedikit bingung namun akhir nya dia ingat jika Nana memang sudah menikah.


"Bukankah....."


"Astaga aku lupa, Tidak usah menambah beban pikiran nya" guman Anggi memotong ucapan nya sendiri.


"Jelas saja iya" jawab Anggi dan berjalan mendekat ke arah Ryhan dan mengambil bayi tersebut dari Ryhan.


"Siapa nama nya?" tanya Anggi dengan mencium anak itu.


"Ryhan" jawab Ryhan.


"Hey itu adalah nama mu" ucap Nana.


"Biarkan saja" jawab Ryhan dengan senyum nya.


"Devano" ucap Nana yang tidak menyetujui nama suami nya di jadikan nama anak nya.


"Ryhan Devano alexander" ucap Ryhan kembali.


"Nama panggilan nya tetap Ryhan" sambung nya.


"Itu adalah nama mu, Bagaimana nanti jika aku memanggil Ryhan kalian berdua yang melihat?" tanya Nana dengan duduk dari baring nya.


"Tidak apa apa, Jika aku tidak ada kau masih bisa memanggil Ryhan ke anak kita" jawab Ryhan dengan senyum nya.


"Tidak nama nya Devano" jawab Nana membantah keinginan nama yang di berikan suami nya.


"Sudah sudah, Bagaimana mana jika nama ku saja di berikan ke nama anak kalian?" tanya Febri memotong ucapan kedua nya yang tengah berdebat.


"Tidak" tegas Nana dan Ryhan bersamaan sama sama tidak setuju dengan masukan Febri hingga membuat Anggi tertawa mengejek Febri saat mendengar ucapan tegas dari Ryhan dan juga Nana.


"Dia adalah Ryhan kecil" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"Dia..."


"Ah shit kenapa perutku malah sakit seperti ini?" umpat Nana dengan memegang perut nya.


"Apa yang terjadi?" tanya Febri dan juga Ryhan bersamaan saat melihat Nana yang merengek kesakitan. Nana menoleh ke arah Febri dan juga Ryhan suami nya secara bergantian dengan wajah sedikit bingung.


"Ah tidak tidak" jawab Nana kembali duduk seperti semula.


"Kau jangan berbohong, Jika sakit katakan sakit" ucap Ryhan dengan wajah sedikit tidak suka mengira wanita nya berbohong.


"Memang tidak apa apa" jawab Nana.


"Ryhan jangan memarahi nya" ucap Febri dengan nada rendah.


Ryhan menatap tajam dan datar ke arah Febri hingga akhir nya emosi sedikit mereda dengan satu tarikan nafas. "Ryhan kecil lucu sekali, Nama Ryhan juga cukup bagus untuk nya dan semoga sikap nya juga akan seperti Ryhan yang menjaga wanita nya dengan sangat baik" ucap Anggi hingga membuat mereka bertiga menoleh ke arah nya.


"Maksud kakak apa?" tanya Nana membuat Febri menoleh ke arah Nana dan juga Anggi secara bergantian.


"Maksud kakak dengan nama yang sama dengan nama ayah nya kakak berharap juga sikap nya akan sama dengan ayah nya, Menjaga wanita nya dengan sangat baik, Tidak akan membiarkan wanita nya terluka sedikit pun" jawab Anggi dengan senyum nya membuat Nana menoleh ke arah suami nya dan setelah itu kembali menatap Anggi dan juga Ryhan kecil.


"Benarkah aku sudah menjaga wanita ku dengan baik?" guman Ryhan dan menatap istri nya yang nampak tersenyum menatap anak nya yang tengah berada di gendongan Anggi saat ini.


.


.


.


.