
Ujian akhir kelas akhir akhirnya selesai. "Ah tuhan senang sekali jika sudah selesai ujian seperti ini" teriak Nana saat keluar bersamaan dengan Ryhan, Yura, Weny, Qori dan juga Terie.
"Kehilangan satu lagi beban hidup" sambung Yura.
Ryhan, Terie dan juga Qori tidak mengeluarkan suara nya. Mata Ryhan membelalak kemana mana seperti tengah mencari sesuatu. Kaki nya melangkah berlalu dari sana tapi dengan segera Nana langsung menarik tas yang di gunakan oleh suami nya tersebut.
"Kau mau kemana?" tanya Nana.
"Aku ada urusan sebentar" jawab Ryhan yang kembali melangkah tapi Nana kembali menarik tas nya.
"Aku ikut" ucap Nana. Ryhan tidak menjawab nya dan melangkahkan kaki nya berlalu dari sana di ikuti oleh Nana sedangkan keempat orang tadi hanya melihat kepergian kedua nya.
"Pak" sapa Ryhan saat berada di hadapan kepala sekolah. Kedua nya pergi ke ruang kepala sekolah, Entah apa urusan Ryhan dan juga kepala sekolah Nana tidak tau.
"Ryhan, Ada apa?" tanya kepala sekolah.
"Saya ingin berbicara sebentar bisa pak?" tanya Ryhan dengan wajah serius nya membuat Nana penasaran.
"Ah boleh boleh" jawab kepala sekolah.
"Mari masuk" pak kepala sekolah mempersilahkan kedua nya untuk masuk ke dalam ruangan nya.
"Kau mau ikut?" tanya Ryhan kepada istri nya yang menatap entah kemana.
"Tidak" Nana langsung mendudukkan tubuh nya di depan ruang kepala sekolah itu. Ryhan membukakan pintu ruangan.
"Aku menunggu mu di luar" ucap Nana sebelum suami nya masuk ke dalam ruangan itu. Ryhan tidak menjawab nya dan masuk ke dalam ruangan itu.
"Apa yang ingin di bicarakan nya kepada pak kepala?" guman Nana yang penasaran akan itu tapi dia langsung membuang rasa penasaran nya dengan memainkan ponsel nya.
Sudah empat puluh menit Nana menunggu di luar, Ryhan tidak kunjung keluar. Dia sedikit bosan akan memainkan ponsel saja sedari tadi dan berdiri dari duduk nya. "Ryhan lama sekali" ucap Nana.
Ckleek
"Saya permisi pak" pamit Ryhan saat membukakan pintu ruangan tersebut. Kepala sekolah mengangguk mengiyakan nya dan Ryhan langsung menatap ke arah wanita nya.
"Kau kenapa lama sekali?" tanya Nana.
"Tidak apa, Ayo pulang" ajak Ryhan dan menarik tangan wanita itu. Kedua nya langsung berlalu dari sana dan menuruni anak tangga menuju ke bawah.
Ryhan naik ke atas sepeda begitupun dengan Nana dan dia langsung mengayuh sepeda menuju ke apartemen yang sudah di tempati nya dari beberapa hari lalu. "Ah" ucap Nana dengan memegang perut nya.
Ryhan bisa mendengar rengekan tersebut dan langsung menghentikan sepeda nya. "Ada apa?" tanya Ryhan.
"Tidak apa apa, Perut ku hanya sakit memerlukan toilet" jawab Nana dengan membuang pandang nya dari Ryhan.
"Kau benar tidak apa apa?" tanya Ryhan kembali memastikan.
Ryhan tidak menjawab nya dan terus saja mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang hingga mereka sampai di apartemen. Nana langsung turun dari sepeda dan langsung berlari masuk ke dalam. Dia menaiki lift dengan segera begitupun dengan Ryhan. Saat lift terbuka Nana langsung keluar dan membuka apartemen yang sudah di ketahui nya pin nya dan langsung masuk ke dalam nya. Dia membuang tas nya ke sembarang arah dan langsung masuk ke dalam toilet di sana.
Ryhan tidak menjawab dan membuang nafas kasar saat melihat sikap wanita itu kembali seperti semula. Bukan hari ini dia mengetahui nya tapi sudah beberapa hari lalu. Ryhan mengambil tas yang di lempar oleh istri nya tadi dan berjalan masuk ke dalam kamar kedua nya. Ryhan meletakkan tas nya dan juga istri nya di tempat dan melepaskan seluruh pakaian nya dan mengganti nya.
Ryhan memilih untuk menyuci pakaian sekolah nya dan pakaian kotor lain nya yang menumpuk. "Ah lega sekali" ucap Nana saat keluar. Dia langsung menuju ke kamar nya dan tidak menemukan suami nya tapi dia menemukan tas nya.
"Sayang" teriak Nana yang tidak menemukan suami nya.
"Aku di kamar mandi" jawab Ryhan dengan nada datar nya. Nana tidak mengeluarkan suara nya lagi dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dia menemukan suami nya di dalam kamar tersebut dan tengah berdiri di hadapan mesin cuci. Dia berjalan mendekat dan berdiri di atas kursi kecil.
Dia meletakkan dagu nya di atas bahu Ryhan. "Kau sedang melakukan apa?" tanya Nana dengan nada rendah yang seksi. Cukup menggoda bagi siapapun yang mendengar nya.
"Menyingkirlah dari bahu ku" ucap Ryhan dan menggoyangkan bahu nya hingga dagu Nana terlepas dari bahu nya.
"Sayang kau jangn terlalu galak dengan ku, Aku hanya bertanya tadi" ucap Nana dengan wajah merajuk nan menggemaskan menatap Ryhan. Ryhan memasng wajah menjijikkan nya melihat wanita nya yang seperti itu.
"Kau lihat sendiri apa yang sedang aku lakukan" jawb Ryhan dengan wajah datar nya dan memindahkan pakaian yang sudah bersih di cuci ke dalam keranjang.
"Kau juga mencuci pakaian ku?" tanya Nana dengan nada meninggi.
"Jika bukan pakaian mu pakaian siapa yang paling banyak di dalam ini hah?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan mengangkat keranjang itu keluar dari kamar mandi.
Nana mengikuti nya. "Kau, Ehem, Sayang seharus nya aku yang mengurus rumah. Berikan kepada ku ya" ucap Nana dan mengambil alih keranjang itu dari tangan Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan melepaskan keranjang tersebut tapi bukannya terangkat melainkan keranjang tersebut berada di lantai.
"Loh kok berat?" ucap Nana dengan nada pelan akibat tidak kuat mengangkat keranjang.
"Kenapa belum di angkat?" tanya Ryhan dengan wajah meledek menatap istri nya.
"B-bukan belum di angkat, Hanya saja..."
"Hanya saja apa? Berat?" tanya Ryhan yang tersenyum meledek menatap istri nya.
"Shit, Kau meledekku, Jelas jelas iya ini berat, Tolong" jawab Nana dengan wajah kesal.
"Makanya jika tidak kuat tidak usah sok kuat" jawb Ryhan dengan wajah datar nya dan langsung mengangkat keranjang baju tersebut. Ryhan membawa keranjang tersebut ke balkon untuk di jemur di sana dengan Nana yang mengikuti dari belakang.
"Ambilkan hanger saja kau" ucap Ryhan dan meletakkan keranjang di bawah.
"Baik" jawab Nana dan langsung mengambilkan banget yang tersisa di dalam lemari nya dan juga Ryhan.
"Ini" ucap Nana dengan menyodorkan hanger tersebut kepada Ryhan. Ryhan mengmbil nya dan meletakkan nya di jemuran seluruh nya dan memulai menjemur pakaian.
Nana tidak tinggal diam dan ikut membantu lelaki nya menjemur pakaian kedua nya.