
"Kak saya permisi" pamit Nana kepada Fany dan langsung berlalu menyusul suami nya. Fany menatap kepergian bos nya dan juga Nana yang sudah ia anggap adik sendiri.
"Kedua nya nampak dekat, Apa hubungan mereka? Apa mereka memiliki hubungan spesial di luar kantor?" guman Fany dengan menatap kepergian Ryhan dan juga Nana yang sudah keluar dari minimarket tersebut.
Nana membuka bagasi mobil suami nya dan Ryhan masukkan belanjaan nya tadi ke dalam bagasi mobil nya. "Eskrim dan coklat nya tidak usah di letakkan di dalam bagasi" ucap Nana saat melihat suami nya hendak meletakkan eskrim juga ke dalam bagasi mobil.
"Ayo masuk" ucap Ryhan dan berjalan masuk menuju ke kemudi sedangkan Nana menuju ke arah yang berlawanan. Kedua nya masuk bersamaan ke dalam mobil dan Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang kembali ke apartemen nya.
"Huh,Huh" Fany nampak ngos ngosan keluar dari minimarket dan tidak menemukan mobil yang di tumpangi Ryhan dan juga Nana.
"Mana mereka?" tanya Fany saat melihat sekeliling dan masih saja tidak menemukan mobil Ryhan.
"Nanti saja memakan nya, Sebentar lagi kita sampai" ucap Ryhan saat melihat istri nya yang hendak membuka kotak eskrim sedangkan perjalanan mereka hampir sampai dan sudah bisa melihat gedung apartemen yang mereka tempati.
"Nah sudah sampai, Makan di apartemen saja" ucap Ryhan dengan senyum nya yang kembali mengembang saat merasa seluruh beban di hati nya sudah hilang saat melihat istri nya yang nampak menggemaskan di mata nya itu.
"Iya" jawab Nana yang nampak sedih akibat tidak jadi memakan eskrim. Nana langsung turun dari mobil begitupun dengan Ryhan, Kedua nya menuju ke bagasi untuk mengambil barang barang yang mereka beli tadi.
"Mau apa kau?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya saat bagasi sudah terbuka dan istri nya mengambil salah satu tootbag berisi barang barang yang mereka beli di minimarket tadi.
"Membantu mu membawa" jawab Nana dan mengangkat tootbag tersebut dari bagasi mobil.
"Letakkan, Tidak usah kau membawa apapun, Bawa saja eskrim dan jajanan yang ada di tangan mu itu, Ini biarkan aku yang membawa nya" balas Ryhan dan mengambil alih tootbag yang ada di tangan istri nya.
Ryhan menutup kembali bagasi mobil saat seluruh barang sudah ada di tangan nyandan melangkahkan kaki nya menjauh dari mobil dan masuk ke lobi apartemen menuju lift. Nana mengikuti nya dari belakang hingga sampai di lantai denah apartemen mereka Nana masih saja mengikuti suami nya yang berada di depan nya.
Nana membuka pintu apartemen dan masuk ke dalam apartemen bersamaan dengan Ryhan yang beralih mengikuti nya dari belakang. Ryhan menuju ke dapur begitupun dengan Nana dengan sebelum itu dia menutup kembali pintu apartemen. Nana membuka kulkas yang ada di dapur dan memasukkan beberapa eskrim ke dalam nya dan juga cemilan yang berbau dingin.
"Kemarikan" ucap Nana meminta suami nya menyodorkan barang barang yang mereka beli di minimarket tadi yang harus berada di kulkas.
Ryhan tidak menjawab nya dan membawa seluruh tootbag yang berisi barang barang ke samping kulkas dan meletakkan nya di sana dan mulai menyusun dan meletakkan nya satu persatu di dalam kulkas. "Kau istirahatlah, Biar aku saja yang menyusun ini" ucap Ryhan kepada istri nya dan menerobos hingga dia menghalangi istri nya berada di depan kulkas.
"Kau saja yang istirahat biarkan aku saja yang menyusun nya" balas Nana yang hendak menerobos suami nya tapi Ryhan melarang dan menghalangi istri nya yang hendak menerobos.
"Tidak, Kau saja yang istirahat, Ini eskrim mu" ucap Ryhan dan menyodorkan eskrim yang berada di luar kulkas kepada istri nya.
Nana tidak menjawab nya, Wajah nya nampak kesal tapi kekesalan nya hilang akibat eskrim yang di berikan suami nya. Ryhan yang sedang berjongkok masih saja menatap istri nya yang nampak belum membuka eskrim tadi hingga akhir nya Nana membuka eskrim tersebut dan mengambil sendok di dalam nya dan mulai melahap nya.
Ryhan tersenyum saat melihat istri nya yang nampak memakan eskrim tadi dan tidak memaksa untuk membantu nya lagi dan setelah itu dia kembali membalikkan tubuh nya menghadap kulkas dan kembali menyusun barang barang yang tersisa. "Kenapa ini tidak enak?" tanya Nana dan menghentikan mulut nya yang sedang menyantap eskrim tadi.
Ryhan kembali membalikkan tubuh nya dan kembali memperhatikan istri nya. "Apa nya yang tidak enak?" tanya Ryhan dengan senyum nya menatap istri nya.
Dahi Ryhan mengerut dan melihat rasa eskrim tersebut dan itu rasa vanila dan juga coklat. "Bukannya itu kesukaan mu?" tanya Ryhan yang paham betul rasa eskrim apa yang paling di sukai oleh istri nya.
"Em" Nana menganggukkan kepala nya sedangkan Ryhan kembali membalikkan tubuh nya dan melanjutkan memasukkan barang barang yang tersisa.
"Jadi kenapa kau bilang tidak enak?" tanya Ryhan dan berdiri dari jongkok nya dan meletakkan tootbag di tempat husu tootbag di lemari atas. Dia membalikkan tubuh nya dan berjalan mendekat ke istri nya. Dia menarik kursi di hadapan istri nya dan mendudukkan tubuh nya di sana.
"Hem? Kenapa bisa tidak enak?" tanya Ryhan dengan wajah bingung namun tidak dengan wajah datar.
"Entahlah, Tapi ini benar tidak enak" jawab Nana dan menjauhkan eskrim tadi dari nya.
Ryhan mengambil sendok yang ada di atas eskrim itu dan mencoba nya. "Rasa nya normal" ucap Ryhan dengan nada rendah dan mengangkat kotak eskrim itu untuk melihat tanggal kadaluarsa nya.
"Masih baik juga untuk di makan" ucap Ryhan dan kembali menurunkan kotak eskrim tadi dan menatap lekat wajah istri nya dengan tatapan bingung.
"Kau kenapa mengatakan itu tidak enak? Ini normal dan sangat enak sama seperti biasa nya" ucap Ryhan dengan masih memasang wajah bingung nya menatap istri nya.
"Tapi itu benar benar tidak enak" jawab Nana dengan mengerucutkan bibir nya menandakan jika eskrim itu memang tidak enak di lidah nya.
"Bagaimana bisa? Kau mau makan apa?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita nya akibat belum memakan makanan sedari pagi kecuali roti saja.
"Lobster seperti tadi malam" jawab Nana dengan menggigit kedua bibir nya takut suami nya marah terhadap nya meminta lobster itu lagi.
"Itu pedas, Kau belum makan nasi dari pagi nanti lambung mu terluka" balas Ryhan dengan membuang nafas panjang.
"Yasudah apa saja yang bisa di makan" jawab Nana yang nampak pasrah dengan menu apapun yang di buat oleh suami nya nanti.
"Eh tapi biar aku saja yang memasak" ucap Nana dengan senyum nya menatap suami nya yang hendak berdiri itu.
.
.
.
.
.