Dear D

Dear D
Episode 167



"Sayang sudah larut, Kau masih menggambar?" tanya Ryhan kepada istri nya yang masih duduk di atas kursi dengan lampu belajar yang hidup.


"Em" Nana tidak menoleh ke arah nya dan terus saja menggambarkan desain yang belum selesai itu.


Ryhan yang tidak mendengarkan jawaban pasti langsung melangkahkan kaki mendekat dan melihat istri nya masih saja menggambar. "Sudah ya selesai malam ini, Ini sudah sangat larut" ucap Ryhan dan menutup buku dan mengambil pensil dari istri nya dan meletakkan nya di temat seharus nya.


"Tapi itu sedikit lagi" jawab Nana dengan sedikit memasang wajah menyedihkan.


"Itu masih sangat banyak kau bilang sedikit, Cepat istirahat atau tidak akan aku izinkan kau bekerja di manapun dan tetap di rumah?" ancam Ryhan dengan melototkan mata nya menatap istri nya.


"Shit" Nana yang kesal berdiri dari duduk nya dan menerobos suami nya langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang dan langsung memejamkan mata nya. Ryhan yang sedari tadi menatap nya langsung melangkahkan kaki mendekat dan memposisikan tubuh nya untuk ikut tidur bersama.


Nana yang melihat suami nya menatap nya langsung membalikkan tubuh nya dan membelakangi lelaki tersebut. Ryhan tidak mengeluarkan suara ataupun membujuk nya dan mendekatkan tubuh nya ke tubuh istri nya dan langsung mendekap tubuh mungil tersebut. "Tidurlah dengan nyenyak" bisik Ryhan dengan tangan yang mengusap perut datar istri nya dan wajah yang di tenggelamkan nya di bahu istri nya tersebut dan langsung tertidur.


Nana yang merasa suami nya sudah tertidur membalikkan perlahan tubuh nya dan membalas pelukan suami nya. "Kau juga harus tidur dengan nyenyak, Selamat malam" bisik nya membalas bisikan suami nya dan memeluk erat tubuh suami nya dan ikut tertidur.


Keesokan pagi nya.


Suara yang ribut membuat Ryhan membukakan mata nya perlahan. "Shit suara apa itu?" umpat Ryhan yang kesal tidur nya di ganggu.


"Em" Nana menggeliat akibat mendengar suara ribut tersebut juga.


"Shut,Shut tidur kembali jika masih mengantuk" ucap Ryhan dengan mengusap punggung nya layak nya anak kecil yang terbangun tidur.


Nana tidak membuka mata nya ataupun menggeliat lagi dan kembali tidur sedangkan Ryhan yang sudah melihat istri nya tertidur melepaskan perlahan tangan nya yang berada di baaah kepala istri nya dan turun perlahan dari ranjang. "Berani nya mengganggu tidur ku" guman Ryhan dengan kesal dan mengusap wajah nya yang basah dan keluar dari kamar.


"Apa ribut ribut itu?" teriak Ryhan dengan pintu kamar yang sudah di kunci.


"T-tuan, Di sebelah orang yang mengantarkan mesin jahit dan alat alat lain sedang meletakkan nya di rumah sebelah tuan" jawab pelayan yang berberes di depan kamar majikan nya.


"Kenapa bisa sekencang itu suara nya? Mereka lempar barang barang nya?" ketus Ryhan dengan kesal nya dan keluar dari rumah menuju ke rumah yang sudah di rombak menjadi butik tersebut.


"Hey" ketus Ryhan yang hampir terkena barang barang yang di bawa oleh orang orang.


"M-maaf tuan" ucap orang itu dan kembali berjalan masuk dan membawakan barang barang ke dalam sekaligus ada beberapa pelayan yang menyusun nya di dalam.


Ryhan kembali melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah tersebut dan menatap sekeliling yang semakin ribut. "Kalian pagi pagi seperti ini apa tidak bisa kecilkan sedikit suara dari sini?" teriak Ryhan yang kesal.


Semua orang yang ada di dalam sana menoleh ke arah teriakan itu dan terlihat itu adalah bos mereka. "Kalian tidak mendengar? Kalian mengganggu tidur orang" ketus Ryhan kembali saat tidak ada satupun yang mejawab.


"Bi Ryhan dimana?" tanya Nana kepada pelayan yang sama yang menjawab pertanyaan Ryhan tadi.


"Tuan ke rumah sebelah nona" jawab pelayan tersebut.


"Terima kasih" ucap Nana dengan senyum nya dan langsung keluar dari rumah tersebut dan menuju ke rumah nya.


"Nanti siang kan juga bisa kalian mengantarkan ini semua, Ini masih sangat pagi" ketus Ryhan kembali.


"M-maaf tuan tapi seluruh barang barang nya sampai saat ini makanya kami langsung menyuruh nya menurunkan nya dan kami yang merapikan nya" jawab salah satu orang.


"Hey kenapa kau memarahi mereka?" teriak Nana saat mendengar beberapa ucapan ketus dari suami nya. Ryhan langsung membalikkan tubuh nya dan menoleh ke arah suara begitupun dengan seluruh orang yang ada di sana yang menundukkan kepala akibat takut langsung menatap Nana.


"Kau kenapa kemari?" tanya Ryhan dan sedikit mempercepat langkah kaki nya mendekat ke arah istri nya takut jika istri nya masuk.


Nana tidak menjawab nya dan berjalan masuk ke dalam. "Eh jangan masuk, Di sini masih sangat berantakan nanti kau terpeleset" ucap Ryhan dengan menggapai pinggang wanita nya saat sudah berada di dekat nya.


"Kau kenapa memarahi mereka?" ketus Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut.


Ryhan menatap ke seluruh orang yang ada di dalam ruangan tersebut dan seluruh orang yang melihat nya langsung menundukkan kepala. "Kita kembali ke rumah ya akan aku jawab di sana, Di tempat yang baru hendak di rapikan seperti ini terlalu berbahay untuk mu, Ayo kembali" ucap Ryhan dengan mengajak istri nya untuk keluar.


"Dia memarahi kalian apa?" tanya Nana kepada seluruh orang yang ada di ruangan tersebut akibat tidak mendapatkan jawaban dari suami nya.


"Sayang aku akan menjawab nya tapi tidak di sini, Mereka ingin bekerja, Ayo kembali ke rumah" ajak Ryhan saat mendengar istri nya malah bertanya kepada banyak nya orang di sana.


"Jawab pertanyan yang saya tanyakan tadi" ucap Nana tanpa memperdulikan suami nya.


"T-tuan hanya menegur kami karna membuat suara ribut dan menganggu nya dan anda tidur nona" jawab salah satu pekerja yang memberanikan diri.


Ryhan membuang nafas panjang nya saat mendengar jawaban toh memang itu yang terjadi. Nana langsung menatap tajam ke arah suami nya, Tatapan yang nampak marah dan kesal di tunjukkan dengan sangat jelas menatap suami nya saat ini. "Shit kenapa kau memarahi mereka?" ketus Nana dengan mencubit pinggang suami nya.


"Sayang sakit" Ryhan menurunkan tangan istri nya yang mencubit nya itu.


"Suara tadi yang membuatku bangun makanya aku menegur mereka, Jika tidak kau mau orang orang sekitar yang memarahi mereka?" tanya Ryhan dengan waja kesal menatap istri nya yang memarahi nya.


"Tuan jika dengan nona sangat berbeda" guman Opia bodyguard Andra yang selalu saja menjaga kedua nya.


"Tapi kau....."


Nana menatap ke seluruh orang yang nampak menatap nya dan juga suami nya. "Kembalilah bekerja jangan pikirkan ucapan nya tadi" ucap Nana dengan senyum nya menatap seluruh orang di sana.


"Ayo" ucap Nana dengan nada pelan dengan rahang yang sedikit mengeras dan setelah itu tersenyum menatap seluruh orang.


"Tuan, Nona sekali lagi maafkan kami" ucap salah satu pekerja.


"Kal....."


"Tidak apa apa, Tidak ada yang salah di sini tidak usah meminta maaf" potong Nana akan suami nya yang hendak menjawab dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut.


.


.


.


.