Dear D

Dear D
Episode 182



"Tante aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Dira dengan wajah sedikit takut.


"Mengatakan apa sayang?" tanya Merri dengan senyum nya dan tangan mengusap kepala anak itu.


"Aku sudah merelakan Ryhan bersama dengan Nana" jawab Dira sedikit ragu tapi dia harus mengatakan hal tersebut.


"Apa? Kenapa kau merelakan nya bersama dengan wanita jalang itu? Tante sama sekali tidak menyetujui nya" ketus Merri yang tidak terima.


"Tante mereka berdua benar benar saling mencintai di tambah lagi anak yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini membuat kita mustahil untuk memisahkan kedua nya" jawab Dira dengan wajah biasa saja.


"Tidak, Tante tidak setuju, Mau bagaimana pun kau dan Ryhan harus bersama, Tentang anak itu tante akan pikirkan cara untuk menghilangkan nya dari dunia ini agar Ryhan menceraikan wanita jalang itu dan menikah dengan mu" jawab Merri yang sama sekali tidak setuju akan keinginan menantu idaman nya.


"Jangan tan, Itu adalah cucu tante yang ada di kandungan Nana, Mereka berdua tidak bisa di pisahkan Dira mohon jangan paksa mereka untuk berpisah dengan kehendak hati mereka yang ingin bersama, Tante juga harus memikirkan perasaan Ryhan jika sampai kedua nya berpisah, Apa tante tidak pernah melihat bagaimana kebahagiaan Ryhan selama bersama dengan Nana selama ini? Apa itu belum cukup membuktikan jika Ryhan sangat bahagia hidup bersama Nana? Apa itu belum cukup untuk tante?" tanya Dira yang mencoba menyadarkan Merri yang sudah salah jalan.


"Tidak tante tidak peduli itu, Yang tante peduliakn adalah kau bersama dengan Ryhan dan bahagia bersama bukan wanita jalang itu" jawab Merri.


"Bagaimana pun cara tante hendak memisahkan mereka Dira yakin mereka berdua tidak akan terpisah, Dira juga tidak akan menganggu kebahagiaan mereka lagi dan tentang rencana tante yang hendak menyingkirkan Nana ataupun bayi nya Dira mohon hentikan biarkan Ryhan bahagia dengan keluarga kecil nya" jelas Dira kembali yang berdiri dari duduk nya.


"Tidak akan, Mereka tidak akan bahagia sampai kapan pun karna yang pantas berbahagia dengan Ryhan hanyalah kau sayang, Hanya kau bukan wanita jalang itu, Tante mohon kau jangan menyerah ya bertahan sebentar lagi, Tante akan segera menyingkirkan wanita itu dari kehidupan Ryhan dan kau layak bahagia bersama Ryhan sayang" ucap Merri yang memohon kepada Dira.


"Maaf tan, Tapi Dira benar benar tidak bisa, Dira juga yakin jika Dira juga akan bahagia meskipun tidak bersama dengan Ryhan, Dira permisi dan tolong untuk jangan mencoba melenyapkan kebahagiaan Ryhan karna Ryhan sudah memberikan kesempatan untuk tante dan menerima tante kembali. Jika dia mengetahui apa saja rencana tante dan tante mengusik kebahagiaan nya sedikit saja Dira takut tante tidak hanya memisahkan kedua nya dengan mengambil Ryhan saja, Dira takut Ryhan akan berbuat lebih dan akan melakukan apapun termasuk mengorbankan nyawa nya demi menyelamatkan istri dan anak nya, Dira permisi tante" pamir Dira dengan sopan dan menyalami Merri dan langsung berlalu dari sana.


"Sayang Ryhan tidak sebodoh itu hingga mau mengorbankan hidup nya demi wanita jalang itu, Dia pasti akan mengikuti kemauan tante, Jika kau bertahan sebentar lagi tante yakin Ryhan akan bersama dengan mu" ucap Merri yang menghentikan Dira yang hendak berlalu.


"Jika tante ingin kehilangan Ryhan untuk selama nya cobalah tapi Dira memilih menyerah dari pada Dira benar benar kehilangan nya, Meskipun dia berbahagia bukan bersama dengan Dira, Dira juga akan ikut berbahagia melihat nya berbahagia dengan wanita pilihan nya" jelas Dira kembali dan melepaskan tangan Merri yang memegang nya dan langsung berlalu dari sana.


"Em ramai juga ibu hamil di sini" ucap Nana saat melihat banyak nya ibu hamil di sana.


"Jelas saja banyak ibu hamil Delina, Jika banyak lansia bukan kelas yoga ibu hamil nama nya melainkan panti jompo bodoh" jawab Ryhan akan ucapan istri nya yang tidak masuk akal.


"Kenapa tidak hari ini langsung saja kita ke kelas nya?" tanya Nana. Kedua nya berhenti tepat di depan kelas yoga yang sedang berlangsung dan terlihat banyak pasangan dengan perut wanita yang sudah membuncit di dalam nya.


"Terlalu mendadak hari ini jadi besok saja" jawab Ryhan dengan senyum nya menatap wanita nya tersebut.


"Em baiklah" jawab Nana dengan membalas senyuman lelaki nya tersebut dan kembali menatap ke depan menatap banyak nya ibu hamil yang tengah melakukan yoga.


"Kau besok menemani ku?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah lelaki nya tersebut.


"Jelas saja iya aku menemani mu, Kau adalah istri ku dan kau ke sini juga harus bersama ku" jawab Ryhan akan pertanyaan wanita nya tersebut.


"Bukan nya kau besok bekerja?" tanya Nana kembali.


"Maaf mencari apa?" tanya penjaga yang menjaga kelas yoga tersebut.


"Saya dan istri saya melihat melihat kelas ini, Besok baru kemari dan mulai kelas nya" jawab Ryhan dengan wajah datar nya. Penjaga hanya menganggukkan kepala nya mengerti akan jawaban dari Ryhan tersebut di tambah melihat perut wanita yang di samping nya yang juga tengah hamil.


"Kita kembali?" tanya Ryhan.


"Em" Nana menganggukkan kepala nya mengiyakan saja apa yang di katakan suami nya saat ini.


"Yasudah ayo" ajak Ryhan kembali dan menggandeng wanita nya tersebut keluar dari area kelas.


Kedua nya masuk ke dalam mobil dengan Ryhan yang membukakan pintu untuk ratu nya dan setelah itu masuk pula ke dalam mobil bagian kemudi. "Sayang kau sebentar lagi akan bertemu dengan papa dan mama, Apa kau senang?" tanya Ryhan dengan mengusap lembut perut wanita nya tersebut.


"Bertemu dengan papa jelek jelas saja tidak senang" jawab Nana yang meniru suara anak kecil. Ryhan mendongakkan pandang nya dan menatap tajam ke arah istri nya dan hal tersebut membuat Nana langsung membuang pandang nya kayak nya tidak tau apa apa.


"Mama mu kadang berbicara tidak memikirkan perasaan papa sayang, Bukankah mama mu itu sangat jahat dengan papa? Makanya cepatlah keluar agar kau menemani papa memberantas kejahatan mama mu" ucap Ryhan kembali yang masih saja mencoba mengajak bayi yang masih berada di perut wanita nya tersebut berbicara.


"Seenak nya saja berbicara" ketus Nana dengan menyentil dahi suami nya.


"Ah" Ryhan kembali duduk seperti semula dan memegang dahi nya yang sedikit sakit itu.


"Cepatlah jalankan mobil nya, Membosankan sekali berbicara dengan mu ini" ketus nya dan membuang pandang nya dari suami nya dan menatap ke luar jendela.


Wanita nya yang sedang marah malah membuat Ryhan tersenyum bukan takut tapi saat ini tidak ingin menambah amarah tersebut diapun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kembali ke kediaman nya.


Brakkkk


"Eh suara apa itu?" tanya Nana.


.


.


.


.


.