Dear D

Dear D
Episode 142



"Delina" teriak Ryhan yang mencoba mendapatkan denah di mana istri nya tapi percuma saja teriakan nya sama sekali tidak mendapatkan respon hingga membuat lelaki itu langsung membuka sempurna mata nya dan kembali menyapu sekeliling kamar nya.


"Delina kau di mana?" teriak Ryhan dan berdiri dari duduk nya tadi.


"Shit benar benar tidak ada di sini" umpat Ryhan saat memeriksa kamar mandi dan juga ruang ganti dan masih saja tidak menemukan istri nya.


"Delina" panggil Ryhan lagi dengan suara malas nya dan keluar dari kamar.


"Em" Nana menjawab tanpa membuka mata nya dan malah membalikkan pandang nya membelakangi suami nya. Ryhan langsung menoleh ke arah suara dan ternyata istri nya tertidur di ruang utama.


Ryhan membuang nafas panjang akibat cukup hawatir tadi saat tidak mendapatkan sautan dari istri nya, Dia langsung berjalan mendekat ke arah wanita nya tersebut dan menatap tajam wajah yang tengah tertidur itu. "Kenapa kau bisa di sini? Kau berguling dari kamar hingga kemari?" tanya Ryhan dan perlahan memindahkan tangan istri nya dan meletakkan nya di atas paha nya dan setelah itu mendudukkan tubuh nya di samping tubuh istri nya itu.


Ryhan mengusap lembut dahi istri nya tersebut hingga mata nya leluasa menatap wajah cantik nya. "Hey bangun" ucap Ryhan dengan menggoyangkan wajah istri nya dengan memutarkan nya.


"Em" Nana yang kesal perlahan membuka mata nya dan dia langsung melihat suami nya tengah tersenyum menatap nya.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Nana dengan wajah kesal dan mata yang memerah akibat baru saja bangun tidur.


"Kau kenapa tidur di sini?" tanya balik Ryhan dengan menyibak rambut istri nya ke telinga.


"Ah iya aku lupa" Nana duduk dari baring nya hingga hal tersebut membuat Ryhan menyingkir sedikit dan duduk bersamping dengan istri nya.


"Ini makanan yang kau pesan tadi datang makanya aku tertidur di sini karna memang mengantuk" jawab Nana dan membuka rantang makanan yng ia pikir pesanan suami nya.


"Aku tidak memesan makanan" ucap Ryhan saat melihat istri nya membukakan rantang makanan yang ada di hadapan nya. Nana menghentikan tangan nya yang tengah membuka rantang tersebut dan menatap bingung ke arah suami nya.


"Jika bukan kau siapa yang mengirim makanan ini ke apartemen?" tanya Nana dengan wajah bingung nya menatap suami nya tersebut.


"Berikan aku melihat nya" ucap Ryhan dan mengambil rantang yang berisikan makanan yang ada di hadapan istri nya tersebut. Nana tidak menjawab nya dan membiarkan suami nya itu melihat dari siapa makanan itu.


"Mama Merri" tulisan yang tertera di sela sela rantang tersebut dengan wajah orang tersenyum di akhir.


"Dari mama" ucap Ryhan saat melihat nama mama nya.


"Dari mama kau?" tanya Nana saat bisa mendengar ucapan dari mulut suami nya.


"Iya dari mama, Tidak usah di makan" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan membawa rantang yang dari mama nya tersebut.


"Eh jangan, Mama mu sudah bersusah payah memasak untuk kita, Kita harus menghargai nya" jawab Nana dan mengambil rantang itu kembali yang hampir saja di bawa pergi oleh suami nya.


Ryhan menatap tajam ke arah wanita nya tersebut dan di balas pelototan mata oleh Nana. "Tidak baik membuang makanan, Kau ingat itu" ucap Nana dengan melototkan mata nya dan kembali membuka rantang makanan tersebut dan mengambil sendok yang ada di dalam nya dan mulai melahap makanan tersebut.


"Em, Enak" ucap Nana dengan senyum yang mengembang merasakan makanan tersebut sangatlah enak.


"Makanan mu tedak enak, Sedangkan makanan ini sangat enak" jawab Nana dengan girang nya layak nya anak kecil dengan menggoyangkan sendok nya.


"Biasa nya juga selama ini kau memakan masakan ku" ucap Ryhan yang cukup merajuk saat mendengar jawaban dari istri nya.


"Kau ingin mencoba nya?" tanya Nana dengan menyodorkan makanan yang sudah ia masukkan ke dalam sendok ke mulut suami nya.


Ryhan membuka mulut nya dan dengan kesal dia langsung memakan makanan itu. Nana tersenyum saat melihat suami menerima makanan yang ia suapkan dan kembali melahap makanan itu. "Hueekkk, Ini yang kau katakan enak?" tanya Ryhan dengan membuang makanan yang ada di mulut nya ke tisyu yang ia tarik.


"Nek ini tidak enak" ucap Zylan dan memundurkan piring nya saat merasakan makanan yang di buat oleh nenek nya tidak enak.


Merri langsung mencicipi makanan yang ia buat dan benar saja makanan itu sangatlah tidak enak, Asin, Pedas itu yang di rasakan oleh nya sedangkan Kevin, Dhea dan juga Andra tidak memakan masakan nya akibat tau bagaimana rasa nya. "Ah iya sayang tidak enak" ucap Merri dengan tersenyum menatap cucu nya.


"Buang saja ya sayang, Tukar makanan yang baru" ucap Merri dan membuang seluruh makanan yang di masak nya tadi.


"Bagaimana dengan Ryhan dan Nana yang memakan masakan ku?" tanya Merri sela sela membuang makanan tersebut.


"Aku seperti nya terlalu percaya diri dengan masakan ku sendiri hingga tidak mau di bantu lagi oleh bibi tadi" ucap Merri yang nampak kecewa saat makanan yang di buatkan sendiri oleh nya terasa tidak enak sedangkan kemarin makanan nya enak di bantu oleh pembantu untuk memasak nya.


"Ini enak" ucap Nana dan kembali melahap makanan tersebut.


"Sudah jangan di makan lagi, Itu sangat asin dan pedas, Buang saja aku buatkan makanan yang baru untuk mu" ucap Ryhan dan mengambil makanan tersebut tapi Nana malah menangis.


"Aku cuma mau makanan itu, Hiksss" Nana langsung menundukkan kepala nya dan berpura pura menangis berharap suami nya mengembalikan makanan nya. Ryhan menghentikan niat nya untuk membuang makanan itu dan menatap wanita nya yang tengah menangis di samping nya tersebut.


"Tapi makanan ini sangat tidak enak, Memang nya kau mau memakan nya?" tanya Ryhan dengan menatap tajam wajah wanita nya tersebut.


"Itu sangat enak, Kau tidak bisa membuatkan makanan seenak itu, Kembalikan makanan ku" ucap Nana yang kembali merengek meminta di balikkan makanan nya tersebut.


"Tidak, Ini tidak baik untuk perut mu, Ini terlalu pedas dan juga asin" jawab Ryhan dengan wajah kesal dan heran akan istri nya yang sedari tadi memakan makanan aneh menurut lidah nya.


"Aku cuma mau itu, Hiksss" Nana langsung menangis merengek meminta makanan nya di kembalikan.


.


.


.


.