Dear D

Dear D
Episode 84



Kedua nya saling bertatapan. Mata yang berbinar sangat nampak jelas dan nyata di mata Ryhan. "Jadi kenapa kau mengatakan kau nakal tadi?" tanya Ryhan dengan mengusap kepala wanita itu.


"Tuhan mengambil ibu dan setelah itu ayah dan setelah itu kak Rendi begitupun dengan nenek bukan?" tanya Nana.


Ryhan terdiam dan langsung melepaskan kepala istri nya. "Tuhan sudah menentukan semua nya dan mungkin itu yang terbaik untuk nya" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan langsung membuang tatapan nya dari istri nya.


"Tapi kau tidak akan meninggalkan ku bukan seperti mereka?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah lelaki itu. Ryhan kembali terdiam dan kembali menatap wanita nya. Pertanyaan yang seharus nya tidak di tanyakan oleh istri nya sekarang malah di lontarkan nya. Kebingungan yang hebat membuat lelaki itu terdiam membatu di hadapan wanita tersebut.


Tingtong


Bel apartemen berbunyi dan membuat kedua nya menoleh ka arah pintu. Hal tersebut menandakan ada nya orang yang berkunjung ke apartemen tersebut. Ryhan berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu, Dia langsung membuka pintu apartemen nya dan terlihat orang suruhan nya yang datang. "Ini tuan" ucap orang itu dengan menyodorkan paper bag kepada Ryhan.


"Kecilkan suara mu" ucap Ryhan dengan melototkan mata nya menatap orang suruhan nya tersebut.


"Maaf" ucap orang itu dengan nada pelan.


"Shit kenapa aku malah membuat suasana tadi menjadi sedih? Seharus nya aku mengikuti ucapan Yura dan juga Weny" umpat Nana dengan kesal nya dan memukul dahi nya.


"Terima kasih" ucap Ryhan dan kembali masuk ke dalam apartemen nya.


"Apa yang terjadi?" tanya Ryhan saat melihat Nana yang memukul dahi nya sendiri.


Nana langsung mendongakkan kepala nya dan menatap Ryhan. Dia sontak langsung menurunkan tangan nya dan langsung berdiri. "Tidak apa apa, Apa itu?" tanya Nana saat sadar dengan paper bag yang di pegang oleh Ryhan.


Ryhan membuka paper bag dan mengeluarkan baju untuk istri nya. "Shit kenapa malah baju ini?" umpat Ryhan saat melihat baju yang ada di dalam sana hanya baju yang kecil dan kemungkinan akan menampakkan lekuk tubuh Nana nanti nya dan celana pendek.


"Pakaian siapa itu?" tanya Nana dengan wajah kebingungan nya.


"Sebenar nya ini pakaian untuk mu, Tapi ini tidak cocok dengan mu. Aku akan keluar membelikan pakaian yang baru di lantai bawah, Kau jangan kemana mana" ucap Ryhan dan langsung keluar dari apartemen nya. Nana tidak menjawab nya dan menatap kepergian Ryhan dan saat merasa Ryhan sudah benar benar pergi dia langsung mengambil paper bag yang di letakkan Ryhan di atas meja.


"Yang benar saja dia memberikan ku pakaian ini" ucap Naan saat melihat baju yang memiliki tali kecil dan singkat untuk nya.


"Tidak ada salahnya bukan aku mencoba?" ucap Naan dan langsung membawa paper bag tadi ke dalam kamar di apartemen tersebut. Nana langsung melepaskan seluruh baju sekolah nya dan langsung mengenakan baju yang ada di dalam paper bag tersebut.


"Astaga aku mengenakan baju dan celana ini seperti ingin menjual diri" ucap Nana yang tidak biasa menggunakan pakaian terbuka dan terlalu pas di tubuh nya akibat baju tersebut yang terbuka bagian perut dan celana yang sangat pendek.


"Apa apaan dia membelikan baju seperti ini untukku" ucap Nana lagi dan berputar melihat tubuh nya.


"Tapi tubuhku juga tidak terlalu buruk, Cukup menarik" ucap nya kembali dengan sengaja memontokkan tubuh nya.


"Del" teriak Ryhan dari luar dan itu membuat Nana langsung berjongkok, Dia baru saja hendak melepaskan baju itu dan kembali mengenakan baju sekolah nya.


"Ah tidak mungkin" ucap Nana dan langsung mengambil almamater nya dan langsung mengenakan nya.


"Di mana wanita itu?" tanya Ryhan yang tidak menemukan istri nya. Ryhan membuka pintu kamar dan terlihat Nana yang tengah berdiri di hadapan kaca dengan kaki yang telanjang dan hanya menggunakan celana pendek tapi badan yang menggunakan almamater.


"Kenapa kau mengenakan celana ini? Apa kau juga mengenakan pakaian nya?" tanya Ryhan dengan wajah bingung nya.


"T-tidak apa, Aku tidak mengenakan pakaian nya hanya mencoba celana nya saja" jawab Nana dengan tangan yang menggenggam alamamter bagian dada nya takut terlihat oleh Ryhan.


"Ambil ini cepat ganti bajumu" ucap Ryhan dan meletakkan paper bag yang ia bawa di atas ranjang dan setelah itu langsung berlalu keluar dari kamar.


Nana tidak mengeluarkan suara lagi dan langsung mengambil kan paper bag yang di bawa oleh Ryhan dan langsung mengenakan pakaian di dalam nya. Setelah selesai dia langsung keluar dari kamar dan terlihat Ryhan yang juga sudah mengenakan baju santai di atas sofa di hadapan televisi. Nana berjalan ke arah lelaki itu dan berdiri di samping nya.


"Kapan kita akan pulang ke rumah?" tanya Nana. Ryhan yang sedang menonton pun langsung menoleh ke arah istri nya.


"Jika seperti ini melihat nya kan juga enak" guman Ryhan dan menggeserkan tubuh nya.


"Duduk sini" ucap Ryhan dengan memukul tempat di samping nya.


"Aku bertanya kepada mu kapan kita kembali ke rumah?" tanya Nana kembali yang tidak betah di apartemen suami nya.


"Du..."


"Aku sudah duduk dan katakan kapan kita akan kembali ke rumah suami ku?" Nana langsung mendudukkan tubuh nya dan bersandar di dada Ryhan. Ryhan kaget akan itu rasa aneh yang menyelimuti hati nya, Ada rasa tidak nyaman dan nyaman saat Nana berbuat seperti itu.


Nana nampak kesal akan Ryhan yang malah diam dan tidak menjawab pertanyaan yang sudah di lontarkan nya tiga kali. "Ryhan jawab" ucap Nana kembali yang memelaskan wajah nya agar Ryhan menjawab.


"Aku tidak pernah seperti ini sebelum nya tuhan" guman Nana.


"Lepaskan aku dulu baru aku akan menjawab" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"Kenapa? Kau tidak suka? Bukankah aku ini istri mu dan tidak apa apa jika aku memelukmu seperti ini bukan?" tanya Nana yang semakin mendekatkan wajah nya kepada Ryhan.


"Shit sejak kapan dia mulai berani?" guman Ryhan.


"Hey kau bilang kau menyukai Ryhan, Tapi kenapa hubungan kalian seperti orang asing?" tanya Weny.


"Dia yang terlalu dingin kepadaku, Dia mungkin tidak menyukai ku" jawab Nana dengan wajah bersedih.


"Hah? Benarkah?" tanya Weny.


"Kau tidak lihat bagaimana sifat nya saat bersama ku? Dia selalu saja datar, Tersenyum pun aku tidak pernah melihat nya" jawab Nana yang tidak ingat Ryhan pernah tersenyum kepada nya.


"Kau harus mendekati nya dan membuat nya jatuh cinta kepada mu" ucap Yura.


"Bagaimana?" tanya Nana dengan wajah bingung nya begitupun dengan Weny.