Dear D

Dear D
Episode 199



"Tujuan mu melakukan itu apa? Kau bersekolah di sekolahan yang sama dengan ku" ucap Nana dengan menatap lekat suami nya tersebut.


"Tapikan saat sekolah menengah atas kita berbeda sekolah" ucap Ryhan.


"Jadi kenapa kau melakukan itu? Apa ada maksud tertentu hah?" tanya Nana kembali.


Wajah Ryhan langsung memerah dan dia sedikit bingung ingin bercerita dari mana. "Ah shit kenapa aku malah malu seperti ini? Diakan tau jika aku mencintai nya" umpat Ryhan dengan memukul kepala nya.


Nana mengangkat wajah suami nya hingga menatap nya. "Ayo jawab" ucap Nana dengan senyum nya menambahkan merah wajah lelaki itu.


"Aku pikir dia tidak bisa malu" guman Nana yang hendak sekali menggigit wajah itu dan mengejek nya namun dia belum mendapatkan jawaban pasti.


"W-waktu itu a-aku sudah menyukai mu, Namun aku selalu mengelak dengan perasaan ku tapi aku ingin selalu melihat mu makanya aku melakukan itu, Maafkan aku sudah menyiksa mu waktu itu" jawab Ryhan dengan menundukkan kepala nya.


"Kau waktu itu memang menyiksa ku hingga aku tertidur sendiri di atas meja belajar karna kau yang terlalu lama mematikan lampu" ucap Nana.


"Itu memang tujuan ku waktu itukan kita masih belum sah dan belum bisa tidur bersama, Tapi...." Ryhan mengambil ponsel nya yang ada di samping ranjang dan langsung membuka nya.


"Lihat" ucap Ryhan dengan memberikan istri nya melihat beberapa poto nya tengah tertidur dan ada banyak lagi poto yang lain. Nana mengambil ponsel tersebut dan menggeser ke samping untuk melihat poto selanjut nya dan benar saja banyak sekali poto nya di dalam ponsel tersebut.


"Banyak sekali, Ini semua aib lagi" ucap Nana dengan wajah kesal nya saat melihat jelek nya dia di dalam poto poto yang ada di dalam ponsel tersebut.


"Itu sebab nya jika aku saat melihat ponsel selalu saja tertawa dan tersenyum sendiri bukan karna aku memiliki kekasih" ucap Ryhan kembali hingga membuat Nana mengingat bagaimana apa yang di katakan lelaki itu.


"Shit kenapa tersenyum sendiri? Sedang berbalas pesan dengan siapa lelaki bodoh itu?" Nana menatap lelaki yang duduk di samping nya saat ini tengah tersenyum dan tertawa menatap ponsel mengira berbalas pesan dengan wanita namun nyata nya tidak.


"Berarti kau...."


"Iya, Kau memperhatikan ku kan?" tanya Ryhan dengan senyum meledek nya menatap istri nya tersebut.


"Kau ini, Ini benar benar tidak lucu sama sekali" ketus Nana dan memberikan ponsel itu kepada Ryhan dan kembali merebahkan tubuh nya dengan membelakangi suami nya tersebut.


Ryhan di buat tersenyum gemas sendiri saat melihat wanita nya tersebut dan ikut merebahkan tubuh nya dan memeluk dari belakang tubuh wanita nya tersebut. "Lihatlah ini sangat lucu" ucap Ryhan dengan menunjukkan poto aib istri nya.


"Shit" umpat Nana yang merasa jijik akan poto jelek nya tersebut dan langsung menepis tangan yang berada di atas tubuh nya.


"Sudah jangan marah lagi, Nanti jika anak kita sudah lahir akan aku tunjukkan poto cantik ibu nya ini" ucap Ryhan kembali dan langsung mematikan ponsel nya dan menyimpan ponsel tersebut.


"Ryhan" teriak Nana hingga membuat Ryhan kembali di buat tertawa dan menyimpan ponsel nya.


"Apamasih ada yang kau sembunyikan dari ku?" tanya Nana.


"Tidak" jawab Ryhan yang kembali memeluk wanita nya tersebut.


Ryhan terdiam dan mengangkat kepala nya menatap istri nya membuat Nana membalikkan pandang nya menatap suami nya juga.


"Ah namun jika kau tidak mau bercerita juga tidak apa apa, Itu juga urusan pribadi mu dan tidak seharus nya aku ikut campur kecuali kau menjalin hubungan dengan orang lain saat kau sudah menjadi milikku" ucap Nana kembali yang kembali membalikkan pandang nya membelakangi suami nya namun Ryhan langsung memegang kedua bahu tersebut dan membalikkan tubuh istri nya hingga menatap nya.


"Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, Aku dingin dengan mereka karna aku tidak mau menyakiti hati mu begitupun jika aku tersenyum kepada mereka, Bukankah senyuman ku ini milik mu?" ucap Ryhan dengan tersenyum lebar menatap istri nya tersebut.


Nana diam dan menatap lekat wajah itu dengan tatapan kesedihan takut jika suami nya berbohong. "Kau juga jika ingin menanyakan apapun tanyakan saja, Aku sama sekali tidak keberatan, Kau adalah istriku saat ini sampai seterus nya, Urusan ku adalah urusan mu begitupun sebalik nya mau itu pribadi atau tidak pertanyaan mu tetap akan aku jawab begitu pun dengan kau nanti dan juga aku tidak berbohong dengan aku yang tidak pernah menjalin hubungan, Kau tau kenapa? Itu karna aku sudah menyukai mu sejak kecil, Melihat tawa mu saja aku sudah cukup makanya dahulu aku sangat sangat jarang berbicara dengan mu karna kau selalu bahagia bukan bersama kak Rendi?" jelas Ryhan yang kembali menatap wajah wanita yang nampak masih meragukan nya.


Nana masih diam. "Seingatku bukankah kau pernah menjalin hubungan dengan Dira?" tanya Nana.


"Tidak, Iyapun dia bilang aku tidak merasa memiliki hubungan dengan nya, Mama selalu mencoba menjodoh jodohkan aku dan dia namun aku tidak mau jadi dia terus terusan memanggil ku sayang dan mengatakan kepada seluruh murid di sekolah dahulu bahwa aku kekasih nya padahal aku tidak pernah memiliki sedikit perasaan saja kepada nya. Meskipun kita berbeda sekolah namun kita juga akan tetap bertemu bukan saat sekolah selesai waktu itu? Itu sebab nya kau tidak pernah hilang dari pikiran ku, Jika mungkin waktu sekolah kita berpisah aku juga pindah rumah mungkin saja saat ini aku tidak menikah dengan mu" jelas Ryhan kembali dengan senyum yang mengembang mengatakan dengan jujur apa yang terjadi.


"Kau tidak berbohong?" tanya Nana yang masih nampak ragu.


"Untuk apa aku berbohong? Menyenangi hati mu? Jelas saja tidak, Aku tidak pandai bebohong dan jikapun ia aku berbohong semua nya nanti juga akan terbongkar dengan sendiri nya seiring berjalan nya waktu" jelas Ryhan kembali.


"Iya juga, Ryhan memang tidak pernah berbohong dengan ku" guman Nana.


"Aku mempercayaimu" ucap Nana dan memeluk tubuh kekar itu dengan wajah yang di tenggelamkan nya di dada bidang tersebut.


"Aku berjanji tidak akan meninggalkan mu" bisik Ryhan dan mencium pucuk kepala wanita nya.


Mata wanita tersebut perlahan terpejam, Akibat kelelahan seharian berkeliling mall bersama mama Hanah dan yang lain nya tadi membuat wanita itu merasa nyaman sedikit saja tempat nya bersandar langsung tertidur nyenyak.


"Sudah tertidur?" tanya Ryhan dengan berusaha melihat apakah istri nya sudah tertidur atau tidak dan ternyata istri nya sudah tidur.


"Tidur yang nyenyak bidadari ku" bisik nya kembali dengan senyum yang mengembang dan memeluk tubuh itu dan menyusul bidadari nya menuju ke alam mimpi.


Keesokan pagi nya.


.


.


.


.


.