
"Kau kuat berdiri?" tanya Ryhan yang sedang berdiri sambil menyingkirkan piring bekas makan dari ranjang.
"Entahlah" jawab Nana dan mencoba menurunkan kaki nya. Nyeri di pangkal paha nya masih sngat terasa dan di buka nya selimut dengan lebar hingga menampakkan kaki nya.
"Jika kau tidak kuat akan aku gendong" ucap Ryhan yang siap membantu.
"Tidak usah" jawab Nana yang sudah berdiri tegak di hadapan suami nya.
"Loh kok ada darah?" tanya Nana dengan nada rendah saat melihat bercak darah di sprei ranjang yang di gunakan nya dan juga suami nya.
"Kau menjaga hakku dengan baik hingga mengeluarkan sedikit darah" jawab Ryhan.
"Hah?" Nana nampak kebingungan akan jawaban suami nya.
"Tidak perlu di jelaskan tidak penting, Kau mandi saja dahulu, Atau mau bersama ku?" tanya Ryhan dengan senyum menggoda nya menatap istri nya.
"Enak saja kau, Aku duluan" jawab Nana dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar vila yang di tempati mereka.
Nana memilih untuk merendamkan tubuh nya di dalam bath up di kamar mandi tersebut dengan di tutupi oleh banyknya busa sabun sedangkan Ryhan membereskan bekas sprei malam pertama nya dan juga istri nya tadi malam. "Ah aku tidak menyangka aku akan melakukan nya secepat ini dengan Ryhan" ucap Nana dengan mata yang terpejam tidak percaya akan apa yang terjadi tadi malam.
"Lelaki yang dulu nya sahabat kecil ku dan suka mengaturku sekarang menjadi suami ku, Lelaki yang awal nya aku kira aku membenci nya ternyata aku mencintai nya, Cukup rumit masalah perasaan ku dan kisah cinta hidupku" ucap nya kembali dan memilih kembali memejamkan mata nya yang terbuka sebentar tadi.
"Lama sekali Del di dalam"guman Ryhan padahal Nana baru sepuluh menit di dalam kamar mandi.
"Aku masuk saja bukan?" ucap nya dengan tersenyum menandakan iya dia akan masuk. Ryhan membuka pelan pintu kamar mandi dan terlihat istri nya tengah berendam santai di dalam bath up. Dia berjalan mendekat dan membuka seluruh kain yang melekat di tubuh nya dan perlahan masuk ke dalam bath up.
Nana yang sedang menikmati kesantaian nya merasakan ada gelombang airpun membuka mata nya. Betapa terkejutnya dia melihat Ryhan di depan mata nya. "Apa yang kau lakukan disini?" teriak Nana.
Ryhan tidak menjawab nya dan mendekat ke arah wanita nya. Dia langsung menyandarkan tubuh nya di bahu istri nya merasa kan kenyamanan dan kehangatan berada di tubuh kecil istri nya tersebut. "Kau tidak perlu takut, Aku hanya memelukmu bukan macam macam" ucap Ryhan.
Skip selesai mandi (dosa kalo di lanjutin😌)
"Ayo" ajak Ryhan dengan menggandeng tangan istri nya. Nana dengan senang hati menganggukkan kepala nya mengiyakan ajakan Ryhan dan kedua nya keluar dari vila dengan membawa kamera satu sama lain yang tergantung di leher mereka.
Mereka berdua menaiki lift dan turun ke bawah. Saat lift terbuka kedua nya kembali melanjutkan langkah kaki mereka dengan tangan yang masih menggandeng tangan satu sama lain. Ryhan membimbing jalan wanita nya dan membawa nya keluar dari pekarangan vila dan berjalan menuju ke pantai. "Pemandangan menuju pantai saja indah apa lagi pantai nya" ucap Nana dengan tersenyum lebar menikmati keindahan sekeliling jalan menuju ke pantai.
"Jelas saja, Aku memberikan yang terbaik untuk membuatmu bahagia" jawab Ryhan dengan senyum yang tak kalah mengembang menatap istri nya. Nana hanya mengembangkan lebih senyuman nya dan kembali menatap ke depan dan menikmati kembali pemandangan yang cukup indah.
"Aku seperti tidak asing dengan tempat ini" guman Nana saat sampai di pantai dan menatap sekeliling pantai.
"Bagaimana?" tanya Ryhan dengan tersenyum menatap istri nya.
"Em ini sangat bagus" jawab Nana dengan tersenyum seakan akan tidak terjadi apa apa untuk membuat Ryhan tidak memikirkan hal lain.
Drittt
Ponsel Nana berbunyi membuat wanita itu yang sedang bermain menghentikan mainnya dan membuat Ryhan menurunkan kamera nya. "Siapa yang menelpon?" tanya Ryhan. Nana belum menjawab dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya.
"Yura" jawab Nana dan langsung mengangkat telpon dari sahabat nya tersebut.
"Halo" ucap Nana dan mendudukkan tubuh nya di samping suami nya. Tanpa rasa canggung kedua nya nampak baik baik saja saat ini dengan Nana yang masih bisa bemranja manja dengan Ryhan begitupun dengan Ryhan yang juga bisa mulai memanjakan diri dengan wanita yang di cintai oleh nya.
"Eh kalian dimana? Kalian menginap dimana? Kami sedari tadi malam mencari keberadaan kalian kau di hubungi tidak aktif sedangkan Ryhan kami tidak ada yang memiliki nomor ponsel nya" jelas Yura.
"Sebentar aku tanyakan kepada Ryhan dahulu apa nama tepat kami menginap" ucap Nana.
"Kalian sekarang berada di mana?" tanya Nana yang belum menyayangkan nama tempat nya menginap kepada suami nya.
"Kami sedang berada di pantai berharap menemukan mu dan juga Ryhan disini" jawab Yura.
"Aku dan Ryhan juga sedang di pantai" jawab Nana dan menyenderkan tubuh nya di sandaran tempat duduk tanpa di sadari dia menyandar ke bahu Ryhan.
"Benarkah? Dimana?" tanya Yura.
"Posisi kami sedang duduk di tepi pantai di segerombolan orang banyak" jawab Nana.
"Kau mengenakan baju apa?" tanya Yuta.
"Putih" jawab Nana. Yura menatap sekeliling dan menatap orang orang yang duduk hingga dia menemukan Nana.
"Itu dia Nana sama Ryhan" ucap Yura kepada Weny, Qori dan juga Terie yang mengikuti mereka. Ketiga nya menoleh ke arah Yura yang menunjuk dan Nana kembali duduk seperti semula mencari keberadaan kedua sahabat nya.
"Eh kalian ke sini cuma berdua kan?" tanya Nana.
Tut..tut..
Telpon terputus menandakan sudah di matikan oelh sebelah pihak. "Shit" umpat Nana kesal saat tidak mendapatkan jawaban.
"Kenapa? Apa yang mereka katakan hingga membuat istrku ini kesal?" tanya Ryhan dengan menyelipkan rambut yang menghalangi melihat wajah cantik istri nya di sela sela telinga nya.
"Yura belum menjawab ucapan ku tapi dia sudah mematikan" jawab Nana dengan bibir manyun menatap suami nya.
"Memang nya kau bertanya apa?" tanya Ryhan dengan menatap istri nya dengan tatapan yang tulus.
"Nana" panggil Yura yang barus saja sampai dengan beberapa orang yang mengikuti dari belakang. Mata Nana membulat saat melihat Qori dan juga Terie yang juga ikut dan itu membuat nya sontak berdiri dari duduk nya tapi tidak dengan Ryhan yang duduk seperti semula.