Dear D

Dear D
Episode 130



Nana menghentikan langkah kaki nya saat mendengar teriakan suami nya. "Seenak nya saja kau memanggil ku seperti itu, Kau tidak lihat jika ada pak Jony di dekat kita?" tanya Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya.


"Pak" sapa Nana dan kembali melangkahkan kaki nya saat melihat Jony berada di dekat mereka. Ryhan kembali melangkah kan kaki nya dan menyusul istri nya.


Sesampai di tempat Nana langsung mendudukkan tubuh nya di samping Fany. "Terima kasih sudah menyiapkan tempat untuk kami" ucap Ryhan kepada pemilik restoran yang tak lain dan tak bukan adalah teman nya.


"Tidak masalah, Yang mana kekasih mu?" bisik pemilik restoran.


"Aku sudah menikah, Jangan macam macam kau" ucap Ryhan dengan wajah datar nya yang masih berbisik kepada teman nya.


"Ah baiklah, Nikmati makan malam kalian, Saya permisi" pamit pemilik restoran.


"Silahkan nikmati" ucap Ryhan mempersilahkan semua karyawan mempersilahkan memakan makanan yang sudah tersedia.


"Kau mau ini Na?" tanya Ten saat melihat Nana yang memegang piring. Ryhan menatap tajam ke arah Ten dan langsung menggeserkan kursi yang di duduki istri nya dengan di angkat berpindah menjauh dari Ten dan dia menyelip di antara istri nya dsn juga Ten.


Seluruh karyawan langsung melihat ke arah Ryhan dan juga Nana, Dengan tatapan bingung seluruh nya menatap ke mereka. "Makan lah dengan banyak, Saya yang membayar, Ayo kembali makan" ucap Ryhan mempersilahkan kembali karyawan melanjutkan makan.


"Terima kasih sekali ini pak sudah mengajak kami makan malam bersama" ucap salah satu karyawan lelaki.


"Ini berkat kerja keras kalian, Makan makan" jawab Ryhan. Ryhan mengambilkan makanan untuk istri nya dengan makanan yang terlebih dahulu di letakkan nya di dalam piring nya dan setelah itu baru dia menukarkan piring nya dsn juga piring istri nya.


Nana tidak menjawab nya agar tidak ada yang sadar akan hal tersebut dan mencicipi makanan yang di ambilkan suami nya untuk nya tadi.


Nana nampak menahan makanan tersebut, Rasa mual yang di rasakan nya sekarang. Ryhan menatap ke istri nya memastikan istri nya memakan makana yang di berikan nya tadi. "Kau kenapa?" tanya Ryhan saat melihat istri nya yang nampak memegang mulut nya.


"T-tidak apa apa" jawab Nana dengan senyum nya.


"Jika kau tidak suka katakan" ucap Ryhan yang nampak sedikit hawatir akan istri nya. Nana menganggukkan kepala nya dan kembali melahap makanan yang berbeda pula.


Ten nampak sedari tadi memperhatikan kedua nya begitupun dengan Fany. Wajah yang kebingungan sangat terlihat di wajah kedua nya saat melihat Ryhan yang memperhatikan Nana sedari tadi. "Mereka berdua nampak sangat akrab" guman Ten dan juga Fany secara bersamaan saat melihat tingkah laku Nana dan juga Ryhan.


"Ini juga tidak enak" guman Nana yang masih tidak menyukai makanan yang di berikan suami nya. Ryhan kembali menatap wanita nya untuk memastikan jika wanita nya menyukai makanan yang di sediakan tapi harapan nya hancur saat melihat ekspresi wajah yang nampak tidak menyukai sesuatu.


"Apa semua makanan tidak enak hingga kau memasang wajah seperti ini?" tanya Ryhan dengan menyingkirkan rambut yang menutupi mata nya melihat wajah istri nya sepenuh nya.


"Tidak, Ini semua sangat enak hanya saja tidak sesuai dengan ku, Aku ingin mengganti makanan boleh?" tanya Nana dengan memelaskan wajah nya menatap suami nya dan sangat berharap di setujui oleh suami nya itu.


"Memang nya kau mau makanan apa?" tanya Ryhan dengan nada rendah dengan tangan yang terus mengusap rambut istri nya tanpa di sadari siapapun kecuali Ten dan juga Fany.


Jony menyapu sekitar dan pandangan mata nya terhenti saat melihat Ten dan juga Fany memperhatikan bos nya. "Astaga tuan Ryhan dan nona malah bermesraan di depan banyak karyawan?" guman Jony saat melihat Ten dan juga Fany menatap bingung ke arah Ryhan dan juga Nana.


"Ah semua nya kalian masih ingin memesan makanan? Jika masih pesan lah pak Ryhan akan membayar nya semua, Di bungkus untuk orang rumah kalian pun tidak apa pak Ryhan akan membayar seluruh nya" ucap Jony yang menciba mengalihkan perhatikan semua nya dan tertuju kepada nya.


Ryhan menatap tajam ke arah Jony begitupun dengan Nana tapi dia hanya memasang wajah biasa saja menatap Jony. Jony yang sadar akan Ryhan yang menatap nya langsung menatap ke Ten mengode kepada Ryhan bahwa Ten sedari tadi memperhatikan nya. Ryhan yang mengerti langsung menatap ke sekitar bukan ke Ten dan ternyata Fany dan Ten memperhatikan nya sedari tadi.


"Ah iya, Apapun yang kalian inginkan pesanlah, Saya yang akan membayar" teriak Ryhan saat terdiam sejenak. Seluruh karyawan nampak senang dan melihat daftar menu begitupun dengan Fany dan juga Ten.


"Kau mau memesan menu lain pesanlah sesuka hati mu" ucap Ryhan dengan senyum nya menatap istri nya.


"Benar?" tanya Nana memastikan nya. Ryhan menganggukkan kepala nya menatap istri nya tersebut. Dengan hati yang senang Nana membuka menu yang ada di hadapan nya sedangkan Ryhan memanggil pelayan untuk memesan kembali makanan yang di maukan oleh istri nya dan juga karyawan lainnya.


"Aku mau ini tidak apa apa?" tanya Nana dengan menunjukkan menu lobster kepada suami nya.


"Lobster sebesar ini? Memang nya kau kuat menghabiskan nya? Dan ini seperti nya pedas" ucap Ryhan saat melihat menu yang di pilih istri nya.


"Tapi aku hanya mau ini" jawab Nana dan menurunkan menu dan nampak kecewa saat suami nya tidak memberikan nya izin untuk memakan makanan pilihan nya.


Ryhan membuang nafas panjang saat melihat wajah merajuk istri nya. "Baiklah, Mbak ini satu" ucap Ryhan dengan menunjukkan menu kepada pelayan.


"Baik di tunggu tuan" jawab pelayan dan langsung berlalu. Nana nampak langsung menatap suami nya dengan bibir yang tersenyum senang.


Ryhan tidak membalas senyuman itu dan memgambil air yang ada di hadapan nya dan langsung meminum nya hingga habis. "Saya pesan ini saja" ucap karyawan yang sudah menemukan menu pilihan.


Sekitar beberapa menit mereka menunggu akhir nya makanan yang paling cepat di buay datang terlebih dahulu. "Kenapa panas sekali?" guman Ryhan dan melonggarkan dasi nya.


"AC di sini tidak menyala ya?" tanya Ryhan yang nampak kepanasan. Jony langsung menoleh ke arah bos nya yang nampak mengeluarkan keringat itu.


"AC nya menyala tuan" jawab pelayan.


"Iya pak AC nya menyala" sambung Fany pula.


"Kau ini kenapa?" tanya Nana yang sedikit kebingungan.


"Hah ini bukannya reaksi saat orang meminum obat perangsang?" guman Jony saat menyadari hal tersebut.


Hanya beberapa yang menatap ke arah Ryhan sedangkan yang lainnya makan makanan yang masih tersisa. "Ini panas sekali" ucap Ryhan dan membuka kancing baju atas nya.


"Eh" Nana menghentikan tangan suami nya yang hendak membuka baju itu dan hal tersebut membuat seluruh orang menatap nya.


.


.


.