Dear D

Dear D
Episode 54



"Terima kasih tuhan sudah memberikan lelaki sebaik Ryhan untukku" guman Nana dan kembali memeluk erat tubuh kekar lelaki nya tersebut. Ryhan yang merasakan semakin erat pelukan dari wanita nya kembali membalas pelukan itu lebih erat lagi.


"Bagaimana? apa kau mau mencoba melukis gaun?" tanya Ryhan kembali.


"Em, Nanti jika ada waktu kosong" jawab Nona dan melepaskan pelukan nya dari Ryhan.


"Sekarang kan waktu mu sedang kosong" ucap Ryhan.


"Tapi aku sedang malas" jawab Nana dengan wajah memelas nya.


"Kau melawan malas mu itu" ucap Ryhan. Nana langsung menghempaskan tubuh nya hingga kepala nya terletak tepat di paha Ryhan.


"Aku sedang sangat malas sekarang" ucap Nana dengan menatap ke televisi yang tidak menyala lagi itu dengan kepala yang tersadar ke paha suami nya.


"Tapi kau....." ucap Ryhan.yang terpotong oleh Nana.


"Aku mohon lain waktu saja, Aku sedang sangat malas" ucap Nana dengan wajah yang kembali memelas menatap Ryhan. Ryhan membuang nafas panjang saat melihat wajah Nana yang menggemaskan menurut nya tersebut.


"Baiklah, Aku biarkan kau hari ini, Tapi lain waktu akan aku tgih janji mu yang ingin mencoba belajar" jawab Ryhan. Nana tersenyum lebar saat mendengar nya dan senyuman bahagia itu sontak membuat nya langsung bangkit dan langsung mencium wajah Ryhan.


Nana memegang bibir nya saat sadar akan apa yang kembali ia ulangi. "M-maaf" ucap Nana dengan nada rendah dan menundukkan kepala nya. Nana langsung berdiri dari duduk nya tersebut dan langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar nya tapi baru beberapa langkah kaki nya melangkah dia teringat akan alat gambar nya yang tertinggal.


"Alat gambarku" ucap Nana dan mengambil alat gambar nya dan setelah itu kembali melangkahkan kaki nya dengan cepat masuk ke dalam kamar.


"Shit, Sudah berapa kali kau lancang mencium nya bodoh?" ketus nya kepada diri sendiri dan langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang dengan menelungkup. Nana menatap alat gambar yang ia letakkan di atas meja. Dia mendudukkan tubuh nya kembali di atas kursi dan membongkar alat gambar itu. Nana memilih untuk menyusun nya dan sedikit menggambar di buku nya mencoba alat tersebut dan ada juga pensil ponsel di dalam nya.


"Sudah larut?" guman nya saat melihat luar rumah sudah gelap. Nana menoleh ke belakang dan tidak menemukan Ryhan dan dia ingat akan Ryhan yang masih di luar. Nana berdiri dari duduk nya tersebut dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar nya, Dia membuka pintu kamar nya itu dan mencari keberadaan Ryhan dan dia langsung menemukan nya dan Ryhan duduk di atas kursi.


"Ryhan" panggil Nana dan itu membuat Ryhan yang sedang menonton televisi pun langsung menoleh ke arah nya.


"Ada apa?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Kau mulai sekarang tidur di kamar saja, Nanti kau masuk angin tidur di ruang tengah" ucap Nana.


"Memang nya tidak apa?" tanya Ryhan. Nana langsung menggelengkan kepala nya dengan senyum nya menatap Ryhan.


"Baiklah" jawab Ryhan dan langsung mematikan televisi dan berjalan ke arah kamar Nana.


"Kau kan tadi menyuruh tidur di sini, Aku sudah mengantuk dan ingin tidur" jawab nya.


"A-ah iya" jawab Nana mengangguk mengerti dan memundurkan tubuh nya. Ryhan membuka lebar pintu kamar itu dan berjalan masuk sedangkan Nana sudah kembali duduk di atas ranjang.


"Aku tidur di mana?" tanya Ryhan dengan menatap wanita itu.


Nana terdiam akan pertanyaan lelaki itu dan memperhatikan sekeliling. "Tidak mungkin bukan aku menyuruh nya tidur bersama ku?" guman Nana.


"Ah tidak" dia menggelengkan kepala nya tidak setuju akan ide nya sendiri.


"Kau di atas saja, Biar aku di bawah" ucap Nana dan menyiapkan kasur yang ada di bawah ranjang kamar nya tersebut dan membentang nya. Nana mengambil bantal milik nya dan langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur yang ia bentang tadi.


"Ah aku biasa nya tidur bersama kak Rendi seperti ini" ucap Nana dengan mengalihkan tubuh nya menatap Ryhan. Ryhan yang masih duduk di atas ranjang bisa melihat wanita nya menatap nya dan menatap datar ke arah nya.


"Istirahatlah, Kau bilang kau mengantuk" ucap Nana dan membalikkan tubuh nya membelakangi Ryhan. Ryhan menundukkan tubuh nya dan langsung mengangkat wanita tersebut dan meletakkan nya di atas ranjang.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Nana dengan menatap heran ke arah lelaki tersebut.


"Kau tidur di atas, Biar aku tidur di bawah" ucap Ryhan dengan tersenyum menatap nya.


"M-memang nya kau tidk apa?" tanya Nana dengan wajah memerah saat Ryhan menatap lekat wajah nya di tambah dia sedang berbaring.


Ryhan tersenyum menatap wajah merah tersebut dan mengusap nya. "Aku tidak apa apa tidur di bawah" jawab Ryhan dengan mencubit wajah tersebut.


Deg


"Astaga" Nana langsung menarik selimut nya hingga menutup wajah nya.


"Jantung kau jangan macam macam" guman Nana dengan memegang dada nya.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Ryhan yang hendak membuka selimut tersebut tapi Nana langsung membuka nya.


"T-tidak terjadi apa apa, Aku akan istirahat kau istirahat juga" jawab Nana dan langsung mengalihkan tubuh nya membelakangi Ryhan. Ryhan memperhatikan wanita tersebut dan itu membuat Nana sedikit risih akan nya dan memejamkan mata nya. Ryhan langsung beranjak dari ranjang tersebut dan langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur di bawah ranjang.


Nana yang merasa tidak ada lagi yang memperhatikan nya pun langsung mengalihkan tubuh nya dan menatap ke arah Ryhan. Nana tidak menemukan suami nya tersebut dan sedikit menggeserkan tubuh nya ke depan dan menatap lekat wajah Ryhan. Senyum mengembang di bawah cantik tersebut dan dia ikut memejamkan mata nya.