Dear D

Dear D
Episode 172



"Tidak usah Weny, Aku bisa sendiri, Nanti kalian hanya perlu membantuku menyebarkan nya di sosial media dan juga di tempat tempat lain" tolak Nana kembali.


"Shit, Kau itu sedang hamil tidak boleh melakukan apapun yang membuat kau kelelahan" ketus Weny dengan kesal dan membuangkan pandang nya dari Nana.


"Eh, Kau kenapa jadi marah?" tanya Nana yang sedikit bingung.


"Aku tidak mau kau kenapa kenapa makanya aku menawarkan bekerja untuk mu tapi kau malah selalu menoleh, Shit" jawab Weny yang masih saja kesal akan sahabat nya tersebut.


"Jika hanya mencetak brosur dan juga mengupload nya di sosial media tidak akan membuatku kelelahan Weny" balas Nana akan Weny yang terlalu menghawatirkan nya.


"Terserah kau saja, Aku merasa tidak di butuhkan di sini" ucap Weny.


"Kau ingin pulang? Biar sopir saja yang mengantarkan mu" ucap Nana.


"Mama ingin bertemu dengan mu, Apa kau tidak mau ikut pulang bersama ku menemui mama?" tanya Weny dengan berharap jawaban bagus dari Nana.


Nana langsung menoleh ke arah Ryhan yang hanya memperhatikan nya dan juga Weny berdebat sedari tadi. "Dia masih lemah jadi tidak bisa kemana mana" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Shit, Yasudah suruh sopir mu mengantarkan ku pulang untuk menghemat biaya" ucap Weny yang masih saja kesal akan Ryhan yang melarang tapi dia tidak memperdebatkan hal tersebut.


Ryhan berdiri dari duduk nya dan memegang pinggang istri nya dan membawa nya keluar dari butik tersebut sedangkan Weny hanya mengikuti kedua nya dari belakang.


"Antarkan dia kembali ke rumah nya" ucap Ryhan dengan wajah datar nya kepada sopir sekaligus bodyguard yang berdiri di gerbang.


"Baik tuan" jawab nya dengan tegas dan bergegas mengambil mobil untuk mengantarkan Weny.


"Hati hati ya" ucap Nana dengan senyum nya kepada Weny.


"Jaga saudara ku dengan baik, Pastikan dia selamat sampai tujuan" ucap Nana kepada sopir tersebut.


"Baik nona" jawab sopir tersebut dan membukakan pintu mobil agar Weny masuk ke dalam nya.


"Ingat kau harus ke rumah, Dan jangan lupa membawa suami datar mu itu" bisik Weny terhadap Nana saaat mengatakan suami datar.


Nana langsung terseyum lebar. "Em" Dia menganggukkan kepala mengiyakan ucapan dari Weny tadi.


"Aku pergi, Jangan merindukan ku" teriak Weny dengan melambaikan tangan layak nya dia hendak meninggalkan Nana ergi jauh dan tidak akan kembali.


"Ayo kita masuk, Kau pasti kelelahan seharian ini bersama kedua teman aktif mu itu" ucap Ryhan.


"Kau tidak ingat dengan aku yang dulu? Apa aku tidak aktif?" tanya Nana dengan melototkan mata nya.


"Tapi kau lebih aktif di ranjang di banding bersama kedua teman mu itu" jawab Ryhan dengan senyum menggoda istri nya.


"Shit, Buaya kusuma" ketus Nana.


"Sayang yang aku katakan memang benar, Hanya saja aku tidak mau melakukan nya beberapa hari ini dan harus menahan nya karna tidak mau menyakiti kalian berdua" balas Ryhan dengan mencium perut datar nya.


Beberapa bodyguard lain yang berjaga di depan langsung tertawa kecil saat melihat Ryhan yang manja terhadap istri nya. Nana yang bisaa mendengar tawa kecil itu langsung menoleh dan terlihat bodyguard itu langsung mengubah ekspresi wajah nya seperti semula dan kembali tegap. "Kau ini tidak memiliki malu" ketus Nana yang kesal dan langsung berlalu dari sana kembali masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar nya.


Nana langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi belajar nya dan membuka komputer lipat milik nya. Nana langsung mengambil beberapa poto yang ada di ponsel nya. Ryhan masuk perlahan ke dalam kamar tersebut dan terlihat istri nya tengah mengatur bagaimana bentuk brosur yang akan di sebarkan oleh nya.


"Sayang, Kau mendapatkan poto poto ini dari mana?" tanya Ryhan dengan menatap lekat beberapa gaun yang ada di brosur yang baru hendak di buat itu.


"Kapan? Kenapa aku tidak tau?" tanya Ryhan dengan wajah bingung dan mengambil alih komputer tersebut dan menyelesaikan pekerjaan istri nya yang seharus nya tidak di kerjakan oleh nya.


"Hey jangan, Biarkan aku saja" ucap Nana.


"Sayang patuh lah jangan banyak bicara, Aku akan menyelesaikan nya segera agar kau cepat istirahat" ucap Ryhan dan menundukkan sedikit tubuh nya dan menatap lekat komputer tersebut agar dia segera menyelesaikan nya.


Nana yang melihat suami nya hanya berdiri saja berinisiatif untuk turun dari kursi namun saat dia berdiri Ryhan memegang bahu nya dan mendudukkan perlahan tubuh kecil itu. "Kau jangan bergerak, Jika kau bergerak konsentrasiku hilang" ucap Ryhan dengan mata yang menatap komputer istri nya dan tangan yang lincah mengetik apa yang harus di ketik.


"Enter" brosur yang di buat nya tadi langsung tercetak satu dengan mesin pencetak yang ada di sana juga untuk urusan nya.


Setelah brosur itu tercetak Ryhan langsung mengambil nya. "Kau duduk di ranjang dan istirahat aku keluar sebentar" ucap Ryhan dengan senyum nya dan langsung keluar dari kamar tersebut dan menuju ke banyak nya bodyguard yang berguna di depan rumah nya.


"Kau cetak brosur ini sebanyak banyak nya dan sebarkan sedikit setelah itu bawa kembali" ucap Ryhan dengan memberikan satu cetak brosur kepada salah satu bodyguard.


"Baik tuan" jawab bodyguar tersebut. Ryhan tidak menjawab nya dan kembali berjalan masuk ke dalam dan masuk ke dalam kamar nya kembali.


Nana yang duduk di atas ranjang langsung menoleh ke arah nya. "Di mana brosur tadi?" tanya Nana.


Ryhan langsung tersenyum saat melihat wajah yang sedikit bersedih atau memelas, Dia juga tidak tau ekspresi itu. "Masih dalam pencetakan" jawab nya dengan senyum dan melepaskan sandal yang di kenakan nya dan naik ke atas ranjang.


"Dia kelelahan" guman Nana saat menatap lekat wajah suami nya dan sangat terlihat jelas jika suami nya tersebut kelelahan.


"Berbaring di sini" ucap Nana dengan memukul perlahan paha nya.


"Em?" Ryhan nampak bingung dan itu sangat terlihat jelas wajah kelelahan di wajah suami nya tersebut.


"Sinilah berbaring di atas paha ku" ucap Nana dan mengangkat kepala suami nya dan meletakkan nya perlahan di atas paha nya.


"Kau juga perlu istirahat, Kita berbaring bersama ya?" ucap Ryhan dengan memindahkan kembali kepala kembali seperti semula.


"Tidak us....."


Drittt


Ponsel menghentikan ucapan Nana hingga membuat wanita itu langsung mengambil ponsel suami nya yang berbunyi yang terletak di samping ranjang. "Siapa?" tanya Ryhan.


"Mama" jawab Nana.


"Matikan saja, Kau harus istirahat" ucap Ryhan dengan menggenggam tangan wanita nya tersebut.


"Kita tidak tau apa tujuan nya menelpon, Mungkin saja penting" balas Nana dan langsung mengangkat telpon dari mertua nya tersebut.


.


.


.


.


.