
"Kau ini mengagetkan ku saja" ucap Ryhan dan menurunkan tangan nya ke bawah. Nana tidak menjawab nya dan berjalan melewati wanita itu, Dia menyenggol sedikit tubuh itu dan membukakan kembali pintu rumah dan langsung keluar dari rumah.
"Del kau mau kemana?" teriak Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan terus saja melangkahkan kaki nya ke tujuan nya.
"Delina" teriak nya kembali dan langsung menyusul wanita itu. Dia sedikit berlari keluar dari kamar dengan keranjang yang ia lempar sembarangan. Dia mencari Nana di depan tapi dia tidak menemukan nya, Mata nya teralih ke samping dan terlihat Nana sedang menaiki anak tangga ke atas.
Ryhan langsung berlari menyusul wanita itu takut terjadi apa apa. Nana membuang nafas panjang dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas ayunan di depan rumah atas nya. Ryhan memperlambat langkah kaki nya saat melihat wanita nya telah duduk tepat di atas kursi di atas rumah. Nana menatap ke sembarang arah entah apa yang di pikirkan nya saat ini tapi wajah nya nampak tidak baik baik saja.
Ryhan melangkah kan kaki nya mendekat ke arah wanita itu dan menatap lekat wajah nya. Nana menatap ke bawah dan melihat kaki dan setelah itu dia langsung mengangkat kepala nya dan melihat siapa yang ada di samping nya. "Kenapa kau keluar?" tanya Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan masih memasang wajah datar nya dan menatap ke sembarang arah.
Ryhan membuang nafas panjang saat tidak mendapatkan jawaban dari wanita nya. "Kembali lah istirahat, Kau itu kelelahan" ucap Ryhan dengan menjongkokkan tubuh nya dan menengadah menatap wanita nya yang sama sekali tidak menatap nya. Nana masih belum menjawab nya dan menatap ke sembarang arah tanpa menatap Ryhan sedikitpun.
Hati nya masih sakit saat melihat Ryhan dan mengingat apa yang seharus nya tidak di ingat oleh nya. Ryhan kembali membuang nafas nya di gapai nya tangn mungil wanita nya yang tidak mengenakan perban dengan mata yang menatap lekat wanita nya. "Kau masih marah dengan ku tentang apa yang terjadi hari ini?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita itu. Nana sama sekali tidak melihat lelaki itu dan melepaskan tangan nya tapi Ryhan tidak mau melepaskan nya dan menggenggam erat tangan itu.
Hal itu membuat Nana memasang wajah kesal nya dan menatap Ryhan yang berjongkok di hadapan nya. "Maafkan aku sudah menyakiti hati mu, Tentang hubungan ku dan Dira itu tidak benar, Dia bukan kekasihku" ucap Ryhan dengan mengusap lembut punggung tangan wanita nya. Nana kembali mencoba melepaskan tangan lelaki itu dari tangan nya tapi masih saja tidak mau terlepas.
"Kau bisa melepaskan tanganku?" tanya Nana dengan wajah datar nya dan itu membuat Ryhan yang sedang menundukkan kepala nya mendongakkan kepala nya menatap wanita nya.
"Lepaskan" Nana hanya memasang wajah datar nya, Tidak ada senyum sedikit pun di wajah cantik itu.
"Kau percaya kan dengan ku?" tanya Ryhan.
"Lepaskan tangan ku" Nana sedikit meninggikan suara nya akibat Ryhan yang tidak mau mendengarkan ucapan nya.
"Aku akan melepaskan nya jika kau memaafkan ku dan percaya dengan ku" jawab Ryhan dengan memelas wajah nya menatap wanita nya.
"Seluruh sekolah mengetahui kau berhubungan dengan kekasih mu dan perlakuan mu kepada nya juga nampak sangat jelas jika kau itu kekasih nya" jawab Nana dengan wajah datar nya dan tatapan tajam nya menatap Ryhan.
"Aku tidak pernah melakukan nya dengan istimewa" ucap Ryhan.
"Aku tidak mengatakan kau memperlakukan nya secara istimewa dan itu berarti kau memang memperlakukan nya dengan istimewa bukan?" Ryhan terdiam akan pertanyaan wanita itu dan menatap lekat wajah nya.
"Tidak ada lelaki yang membiarkan wanita nya duduk sendiri sama seperti mu tadi membiarkan kekasih mu duduk di samping mu dan juga tidak ada lelaki yang mau wanita nya di hukum berpanas panasan hingga dia rela mengorbankan diri nya untuk wanita nya sama seperti mu tadi yang mengorbankan diri mu untuk kekasih mu agar dia tidak kepanasan, Padahal kau bisa mengatakan jika baju praktek mu di ambil oleh nya agar dia di hukum jika kau dan dia benar benar tidak memiliki hubungan tapi kau membela nya dan melindungi nya itu sudah menjelaskan dengan jelas jika kalian memiliki ikatan cinta bukan?" Nana nampak berkaca kaca saat menjelaskan itu meskipun wajah nya tersenyum lebar saat melontarkan pertanyaan tapi hati nya sakit saat mengutarakan ucapan nya itu.
"Aku tadi..."
"Tidak usah mencari alasan untuk mengelak hubungan mu dan dia, Aku tidak akan marah, Tentang hubungan kita? Aku ingat jika kita di jodohkan dan tidak memiliki perasaan apapun kepada satu sama lain jadi kau tidak perlu menghawatirkan ku, Aku baik baik saja" Nana kembali tersenyum menatap lelaki itu. Nana beranjak berdiri dari duduk nya dan melepaskan pelan tangan Ryhan yang sedang memegang tangan nya.
"Kau mau kemana?" tanya Ryhan dengan berdiri dari duduk nya.
"Kau tadi menyuruhku untuk istirahat bukan agar tidak mengganggumu untuk bertemu dengan kekasih mu itu? Tapi aku tidak bisa istirahat jadi aku akan pergi bekerja lebih awal hari ini dan kau bisa menghabiskan banyak waktu dengan kekasih mu" jawab Nana dan kembali melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga. Berniat ke atas untuk melepaskan sedih malah bertambah sedih dan akhirnya dia memilih untuk bekerja.
Nana kembali keluar dengan pakaian kerja nya."Pulanglah jika kau ingin pulang, Pintu rumah selalu terbuka untukmu dan pergilah jika kau ingin pergi aku tidak memaksa mu untuk selalu bersama ku, Kebahagiaan mu jauh lebih dari ku, Aku berangkat" ucap wanita itu dengan menengadah menatap suami nya yang masih berada di atas dan perlahan kaki itu melangkah dengan langkah kaki kecil keluar dari pekarangan rumah dan berjalan menjauh dari rumah itu.
"Wanita ini dia cemburu tapi dia tidak mau mendengarkan penjelasan ku" guman Ryhan menatap kepergian wanita nya dan menuruni anak tangga kembali ke bawah. Ryhan masuk ke dalam rumah dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di rumah itu.
"Jika aku mengaku tadi kepada kepada guru bahwa baju praktek ku di Dira sudah pasti aku tidak di hukum dan dia akan di hukum sendirian, Menahan terik nya matahari karna menolak pemberian ku tadi itu tidak adil untuk nya berdiri sendiri dan aku tidak mau dia kenapa kenapa, Jika pun aku akan terus di ruang praktek tadi pasti Dira akan selalu berusaha mendekatiku sama seperti sebelum nya dan itu semakin meyakin anak anak akan aku yang di duga memiliki hubungan dengan wanita murahan itu padahal nyata nya Delina lah istri ku satu satu nya, Wanita ku dan akan sampai kapan pun dia akan menjadi milikku, Huh menyebalkan" ucap lelaki itu yang bingung dengan apa yang di lakukan oleh nya hingga membuat wanita nya bersedih.