Dear D

Dear D
Episode 100



Ryhan langsung tersadar akan apa yang dilakukan oleh nya. "Maaf itu tadi berminyak" jawab Ryhan dan mengambil tisyu dan membersihkan bagian tubuh istri nya yang sudah di jilat oleh nya tadi.


"Aku bisa membersihkan nya sendiri" ucap Nana dan mengambil alih tisyu yang ada di tangan suami nya. Naan memundurkan tubuh nya akibat takut suami nya berbuat macam macam seperti tadi malam.


Ryhan menatap lekat wajah wanita nya yang nampak takut. "Kenapa malah jadi takut?" guman Ryhan dan kembali membersihkan wajah nya. Nana sudah selesai membersihkan dada nya dan menatap sekilas ke arah suami nya dan kembali melanjutkan makan nya.


Ryhan yang juga sudah selesai menatap istri nya dan nampak wanita nya makan dengan cukup lahap. "Kau benar benar lapar?" tanya Ryhan dengan menyuapi makanan ke mulut nya.


"Hem" Nana hanya menundukkan kepala nya dan tidak menatap suami nya sedikitpun membuat Ryhan membuang nafas kasar dan kembali melahap makanan nya.


Tik


"Ah hujan" ucap Nana saat mendapatkan tetesan air di tangan nya.


"Hah?" Ryhan belum sadar akibat baru mendapatkan rintik rintik saja belum hujan terlalu lebat.


"Ini hujan ayo neduh" ajak Nana. Ryhan mendongakkan kepala nya.


Shrrrrr


Hujan lebat dan Nana langsung berdiri dan menarik tangan suami nya. Kedua nya berlari. "Susah sekali" ucap Nana dan melepaskan hak yang di kenakan nya dan hendak kembali melanjutkan langkah kaki nya tapi Ryhan dengan segera menggendong wanita itu dan berlari masuk kembali ke vila untuk meneduh.


"Turunkan aku" ucap Nana dengan wajah memerah. Untuk pertama kali nya dia di gendong oleh Ryhan seperti itu kecuali tadi malam.


Ryhan tidak menjawab nya dan menurunkan istri nya di atas kursi yang ada di sana. "Kacau sudah makan malamku bersama nya" guman Ryhan yang nampak prustasi saat melihat hujan yang sangat deras membasahi tempat makan malam nya dan memadamkan lilin yang menyala.


"Dingin sekali" guman Nana akibat tubuh yang cukup basah begitupun dengan baju nya sama seperti Ryhan. Ryhan yang nampak prustasi menatap ke belakang dan terlihat istri nya kedinginan di tambah baju yang terbuka membuat istri nya tidak mendapatkan kehangatan.


Ryhan melepaskan jas yang di kenakan nya dan mengenakan nya di tubuh istri nya. Dengan memasang wajah datar nya dia segera mengalihkan pandang agar tidak terjadi apa apa. "Ayo kembali ke atas nanti kau sakit" ajak Ryhan dan melangkahkan kaki nya menjauh dari istri nya.


"Tapi makanan itu" ucap Nana dengan nada rendah saat beberapa makanan yang di buka nya sudah di penuhi oleh air. Ryhan menghentikan langkah kaki nya dan baru ingat akan istri nya yang keparan.


"Nanti aku pesankan yang lebih banyak, Ayo kembali ke kamar" ajak Ryhan kembali dengan menegaskan ayo kembali ke kamar kepada istri nya. Nana tidak menjawab nya, Wajah takut sangat terlihat di wajah wanita itu.


Kedua nya masuk ke dalam lift dengan Nana yang tidak mengenakan alas kaki sedangkan Ryhan tidak memperdulikan hal tersebut.


"Ada apa lagi?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya. Wajah yang nampak kelelahan cukup terlihat pada suami nya.


Nana menatap suami nya dan nampak lelaki itu sudah kelelahan. "T-tidak apa apa" jawab Nana dengan tersenyum.


Ryhan tidak menjawab nya ataupun memperdulikan nya dan kembali melangkahkan kaki nya berjalan menuju ke kamar nya dan juga istri nya begitupun dengan Nana yang masih saja mengikuti nya dari belakang. Ryhan memilih mengganti baju nya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dan setelah itu dia langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.


"Hah" pembuangan nafas kelelahan sangat terdengar, Hati yang sedang tidak baik baik saja akibat seluruh rencana untuk membahagiakan istri nya kacau balau membuat mood nya tidak baik baik saja.


"Aku sudah mengcaukan semua nya" guman Nana dan menundukkan kepala nya, Kaki yang melangkah perlahan akibat kesakitan masuk ke dalam ruang ganti. Ryhan menatap istri nya tanpa sadar apa yang terjadi kepada nya.


Nana yang merasa sangat bersalah dan sedih akan perubahan sikap suami nya dalam sekejap karna diri nya hanya mengganti baju nya tanpa sadar lagi luka yang ada di kaki nya yang masih mengeluarkan darah dan meninggalkan jejak di mana mana. Dia keluar dari ruang ganti dengan kepala yang masih menunduk dan terlihat mata suami nya sudah terpejam dengan satu tangan yang berada di dahi nya. "Maafkan aku" ucap Nana dan memejamkan sebentar mata nya dan setelah itu kembali membuka nya.


Dia berjalan ke jendela balkon kamar tersebut, Hujan yang masih lebat terus saja menetes ke bumi. "Ryhan akan kedinginan jika ini terbuka" ucap nya dan menutup jendela tersebut.


Setelah menutup jendela kamar vila tersebut Nana membalikkan tubuh nya dan berjalan mendekat ke arah ranjang. Perlahan di naiki nya ranjang tersebut agar tidak mengganggu tidur suami nya. Saat hendak membaringkan kepala nya tangan nya terangkat dan hendak memeluk suami nya tapi hal itu di urungkan oleh nya dan di balikkan nya tubuh nya membelakangi suami nya dan mulai memejamkan mata nya untuk istirahat.


Ryhan yang belum tidur dan sedari tadi mendengar gerkaan kaki istri nya membuka mata nya. Kepala nya beralih ke samping dan terlihat punggung istri nya menandakan wanita nya tidur dengan membelakangi nya. "Aku mengacuhkan nya sedari tadi" guman Ryhan yang sadar akan apa yang di lakukan oleh nya yang sudah mengacuhkan istri nya atas kejadian hujan malam ini.


Tubuh nya mendekat ke tubuh kecil istri nya. Tangan nya mulai menyelip ke leher istri nya dan dengan enteng nya dia membalikkan posisi tidur yang awal nya membelakangi nya menjadi menghadap ke arah nya. Nana yang juga belum tidur membuka mata nya dan langsung melihat suami nya sedang membenarkan selimut di tubuh nya. "Kau terganggu?" tanya Nana.


Ryhan yang sedang menunduk dan membenarkan selimut langsung menoleh ke arah nya. Mata tulus yang nampak bersedih sangat terlihat oleh nya, Di buang nya seluruh pikiran yang merusak mood nya dan tersenyum lebar menatap istri nya. "Jelas saja tidak" jawab Ryhan dengan tersenyum dengan tangan yang membereskan rambut istri nya yang tidak berantakan.


.


.


.


.


.