
Tit
Weny memencet klakson agar satpam membuka pintu tapi satpam tidak membuka pintu membuat Weny harus mengeluarkan kepala nya untuk mengatakan nya. "Pak bukakan pagar" teriak Weny.
"Mau kemana kalian? Mau kabur?" tanya satpam dengan melototkan mata nya.
"Buka cepat pak, Jangan banyak tanya" jawab Yura dengan nada meninggi.
"Jawab dulu pertanyaan bapak, Kalian mah kemana?" tanya satpam kembali.
"Kita mau pulang, Ada urusan penting, Udah minta izin tadi sama guru" jawab Weny. Satpam yang mendengar perkataan mereka yang mengatakn sudah meminta izin kepada guru langsung membukakan gerbang. Weny kembali menutup jendela mobil dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi keluar dan menuju ke rumah Nana.
"Wen jangan main main, Kau mau kehilangan nyawa?" tanya Yura yang ketakutan.
"Diam, Akan aku perbaiki jika mobil nya hancur" jawab Weny dengan wajah datar nya dan masih pokus ke kemudi.
"Iya kalo mobil yang hancur, Kalo kita yang hancur gimana?" tanya Yura yang nampak ketakutan dan sangat ketakutan. Weny tidak menjawab nya dan hanya pokus ke kemudi hingga akhirnya mereka sampai di rumah Nana.
Weny langsung memarkirkan mobil dan keluar begitupun dengan Yura yang juga keluar dari mobil. Saat keluar kedua wanita itu kebingungan melihat rumah Nana yang terbuka lebar, Perasaan hawatir dan kebingungan menghantui kedua nya dan membuat kedua nya langsung masuk ke dalam rumah.
"Na" panggil Yura dengan nada pelan tapi tidak ada jawaban. Weny menatap sekeliling rumah dan nampak rapi dan baik baik saja malah sangat rapi dan bersih.
Mata kedua nya tertuju kepada pintu kamar yang tertutup dan membuat kedua nya berjalan mendekat tapi sebelum itu mereka menuju ke toilet untuk melihat apa benar tidak ada apa apa baru mereka ke kamar. "Buka?" tanya Yura.
"Langsung saja buka" jawab Weny dan langsung membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam nya. Mata Weny membulat saat melihat sosok lelaki yang berbaring di atas ranjang Nana tanpa mereka bisa lihat ada Nana di samping nya.
"Seperti tidak asing" ucap Yura dan berjalan ke depan untuk melihat siapa yang tidur di atas ranjang itu. Mata Yura membulat, Mulut nya menganga melihat sosok tersebut adalah Ryhan di tambah Ryhan memeluk Nana dan Nana memeluk Ryhan, Kedua nya saling memeluk satu sama lain membuat Yura dan Weny semakin kebingungan.
"Hah? Mereka tidur bersama?" tanya Weny. Yura langsung menatap nya dan itu membuat Weny ikut menatap nya.
"Nana bangun" teriak Yura yang tidak mengetahui hubungan kedua nya begitupun dengan Weny. Bukannya Nana yang bangun tapi malah Ryhan sedangkan Nana malah memperat pelukan nya terhadap Ryhan.
"Na bangun" Weny menggoyangkan tubuh wanita itu dan itu membuat mata Ryhan terbuka sempurna.
"Jangan mengganggu nya" ucap Ryhan dengan wajah datar nya. Kedua wanita itu menatap ke arah Ryhan dengan tatapan datar mereka dan menatap tajam lelaki itu.
"Bangun kau" ketus Yura dengan melototkan mata nya. Ryhan tidak menjawab nya dan berusaha bangkit dari tidur nya tapi Nana tidak mau melepaskan tubuh lelaki itu dan malah memeluk erat tubuh nya.
"Shut jangan menangis lagi, Aku tidak akan kemana mana" ucap Ryhan dengan mengusap kepala wanita itu. Entah apa yang di lakukan Nana saat ini dia memperlakukan Ryhan seperti memperlakukan kakak nya Rendi saat membujuk nya.
"Kalian keluar saja dahulu, Nanti aku akan keluar jika Delina sudah tenang" ucap Ryhan tanpa menatap kedua wanita itu dan terus saja mengusap kepala wanita nya. Weny menatap kesal akan Ryhan yang sembarang memeluk Nana teman nya tapi Yura yang berada di dekat pintu kembali membalikkan tubuh nya dan langsung menarik tangan Weny.
"Ayo" Yura menarik tangan itu dan membawa nya keluar. Ryhan kembali menatap wanita nya yang wajah nya masih sembab itu.
"Kenapa menarikku?" tanya Weny dengan wajah datar nya.
"Tunggu saja di luar, Nana nampak sedang tidak baik baik saja" jawab Yura dan mendudukkan tubuh nya.
Ckleek
Ryhan menutup pintu kamar saat sudah bisa keluar agar tidak menganggu wanita nya dia menutup pintu kamar itu dan setelah itu berjalan mendekat ke arah Weny dan juga Yura. "Duduk kau" ketus Weny dengan melototkan mata nya akibat kesal akan Ryhan yang memeluk dan tidur bersama Nana tadi. Ryhan tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan kedua wanita itu.
"Ada apa kalian kemari?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya menatap kedua wanita itu.
"Kau yang kenapa kemari? Apa yang kau lakukan kepada Nana?" bentak Yura.
"Kenapa ada masalah dengn kalian?" tanya Ryhan dengan wajah yang selalu datar.
"Jelas saja, Nana itu adalah sahabat kami jelas itu menjadi masalah kami jika kau menyakiti nya" jawab Weny dengan wajah kesal nya menatap Ryhan.
"Dia istri ku dan kalian tidak berhak memarahiku seperti itu apa lagi mengusirku" ucap Ryhan dengan wajah datar nya. Kedua mata kedua wanita itu membulat saat mendengar pernyataan dari Ryhan, Mereka kaget saat mendengar itu tapi biarpun Ryhan sudah mengatakan seperti itu kedua nya tidak mudah percaya seperti itu kepada Ryhan.
"Kau jangan main main, Mana mungkin Nana sudah menikah apa lagi menikah dengan mu" ucap Yura.
"Nana saja membenci mu bagaimana bisa kalian menikah?" tanya Weny.
"Kami menikah saat beberapa menit sebelum kak Rendi meninggal dan kak Rendi mengamanahkan Nana kepadaku dia menyuruhku untuk merawat Nana dan membahagiakan nya, Menjaga nya sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai suami nya dan kalian mengatakan aku macam macam terhadap nya itu tidak masalah karna pernikahan kami sah di mata tuhan" jelas Ryhan dengan wajah datar nya, Dia menjelaskan baru sedikit dan belum menjelaskan kenapa kedua nya bisa menikah.
Yura dan Weny tidak mengeluarkan suara apapun dan terdiam mendengar penjelasan itu. Mendengar nama kak Rendi membuat kedua nya percaya akan penjelasan Ryhan. "Bagaimana kau tau dengan kak Rendi?" tanya Yura dengan nada rendah dan wajah kebingungan.
"Huh" Ryhan membuang nafas panjang nya untuk memulai penjelasan lagi. "Aku sudah bersama dengan keluarga ini sejak kecil, Mau itu dengan Del ataupun kak Rendi dan juga ayah mereka, Aku sudah mengenal mereka terlebih dahulu dari kalian hanya saja Del tidak mau ada siapapun yang tau aku, Saat kalian ke rumah ini aku selalu ada di rumah ini, Aku bersembunyi karna del menyuruh nya dan tidak ingin kalian melihatku di sini makanya dia menyembunyikan ku" jelas lelaki itu. Kedua wanita itu nampak kebingungan apa harus percaya atau tidak dan mereka masih belum mengeluarkan suara sedikitpun.
"Memang nya kau dekat dengan keluarga ini,.. bagaimana cara nya?" tanya Weny dengan wajah yang masih kebingungan menatap Ryhan. Entah harus percaya atau tidak tapi penjelasan Ryhan sedikit masuk akal di otak kedua wanita yang sedang berada di hadapan Ryhan.