Dear D

Dear D
Episode 141



"Nana sudah besar kak" ucap Nana dan mengeratkan pelukan nya dengan mengusapkan kepala nya ke leher suami nya hingga wajah nya tenggelam di leher suami nya tersebut.


Nana menghirup aroma wangi yang ia cium saat ini hingga membuat bibir nya tersenyum manis dan tangan nya kembali memperat rangkulan nya.


"Kau menyukai bau tubuh ku?" tanya Ryhan dengan mengusap kepala istri nya. Nana menganggukkan kepala nya, Entah dia sadar atau tidak tapi dia merespon pertanyaan Ryhan.


"Yasudah kembali tidur" ucap Ryhan kembali dan memeluk tubuh istri nya dengan mengangkat sedikit agar nanti tidak jatuh akibat dia berada di ujung dengan perlahan dia kembali memposisikan istri nya seperti tadi.


"Aku benar benar mencintai mu, Aku tidak akan menikahi siapapun di dunia ini kecuali kau dan kau saat ini sudah menjadi istri ku dan akan selalu menjadi istrku" bisik Ryhan dan ikut memejamkan mata nya perlahan ikut tidur bersama istri nya.


"Mama mau ngirim makanan lagi sama Ryhan sama Nana?" tanya Andra yang setiap hari nya melihat istri nya selalu menyiapkan makanan untuk anak dan menantu nya itu.


"Mama, Papa Kevin pulang" teriak Kevin yang berkunjung ke rumah orang tua nya bersama anak dan istri nya.


"Eh cucu kakek" ucap Andra dan langsung mengambil Zylan cucu lelaki satu satu nya yang berlari ke arah nya.


"Kakek" ucap Zylan dan mencium wajah Andra.


"Sudah lama tidak main ke sini, Kenapa?" tanya Andra dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi untuk nya di dapur dengan Zylan yang duduk di atas pelukan nya.


"Mama sama papa selalu saja sibuk makanya Zylan jarang main ke sini" jawab Zylan.


"Mama ini untuk siapa?" tanya Kevin saat melihat ibu nya menyiapkan makanan di dalam rantang.


"Untuk Ryhan dan juga Nana" jawab Merri dengan senyum nya menatap anak sulung nya tersebut.


"Mama sudah menerima Nana?" tanya Dhea istri Kevin yang nampak tersenyum bahagia saat mendengar jawaban dari mertua nya tersebut. Kevin langsung menoleh ke arah istri nya dengan tatapan bingung nya dan setelah itu menatap ke ibu nya.


"Iya nak, Mama mu sudah menerima Nana dan sering mengirimkan makanan kepada Nana dan juga Ryhan" jawab Andra dengan senyum yang mengembang menatap Kevin.


Kevin kembali menatap ibu nya dan terlihat ibu nya tersenyum menatap nya. "Benar itu ma?" tanya Kevin.


"Iya" jawab Merri dengan senyum nya menatap anak nya.


Dhea menatap wajah suami nya, Suami nya nampak tidak suka saat mendengar kabar bahagia itu. "Makanlah dahulu, Mama akan ke depan memberikan ini kepada satpam agar memeberikan nya kepada Gofood nanti" ucap Merri dengan senyum nya dan langsung berlalu dari sana dengan membawa makanan yang sudah ada di dalam rantang.


"Aneh. Bukannya mama tidak menyukai Nana?" guman Kevin dengan menatap kepergian ibu nya.


"Kenapa Nana dan Ryhan tidak tinggal di sini pa?" tanya Dhea yang nampak senang mendengar ibu mertua nya menyetujui Ryhan dan juga Nana yang hubungan kedua nya sudah di ketahui oleh keluarga itu.


"Mereka tidak mau, Mereka belum terlalu percaya dengan mama yang benar benar berubah dan juga Nana nampak nya masih takut jika melihat mama" jawab Andra dengan senyum nya sambil mengingat Nana yang ketakutan saat bertemu istri nya.


Dhea menganggu mengerti akan jawaban dari ayah mertua nya tersebut dan memberikan makanan kepada suami nya dan mengambilkan makanan untuk nya pula sedangkan Kevin masih saja memasang wajah bingung dan tidak suka nya saat mendengar kabar bahagia bagi istri nya dan kabar buruk bagi nya itu.


"Mama masak sendiri makanan ini?" tanya Kevin yang merasa asing saat menyantap makanan yang ia makan saat ini.


"Iya, Semenjak ingin membujuk Ryhan tinggak di sini bersama Nana mama selalu memasak sendiri tidak pernah menyuruh bibi lagi" jawab Andra dengan senyum nya, Dia sangat senang sekarang.


"Enak bukan masakan mama?" tanya Merri.


"Iya nek, Sangat enak" jawab Zylan dengan senyum nya dan memukul sendok ke piring. Seluruh orang tertawa saat melihat senyum dari wajah Zylan tersebut tapi tidak dengan Kevin yang masih menatap ibu nya.


Ting, Tong..


"Gofood" teriak kurir dari luar.


"Gofood" teriak kurir kembali dengan kembali membunyikan bel apartemen.


"Gofood" teriak nya kembali saat masih saja tidak mendapatkan jawaban dari panggilan pertama dan kedua.


Nana yang mendengar itu perlahan membuka mata nya. "Gofood" teriak kurir itu kembali. Nana langsung melepaskan tangan nya dari tubuh suami nya dan langsung berlalu dari sana keluar dari kamar dan membukakan pintu apartemen.


"Mencari siapa?" tanya Nana dengan mengusap mata nya yang merah akibat baru bangun tidur.


"Ini makanan yang anda pesan" jawab Gofood dan memberikan makanan yang di kirim Merri kepada Nana.


Nana menerima nya. "Terima kasih" jawab Nana. Kurir langsung berlalu dari sana untuk kembali bekerja sedangkan Nana dia kembali masuk ke dalam apartemen dengan mengunci kembali pintu apartemen yang ia tempati saat ini.


"Ryhan memesan makana?" ucap Nana yang masih sangat mengantuk.


"Ah nanti saja, Aku masih sangat mengantuk" ucap Nana dan meletakkan rantang yang ia terima tadi di atas meja dan merebahkan kembali tubuh nya di atas kursi yang ada di ruang utama apartemen itu.


Merri nampak tersenyum saat melihat ponsel nya yakni paket yang di kirim nya ke alamat anak dan menantu nya di terima. "Kenapa ma?" tanya Kevin saat melihat ibu nya yang tersenyum sendiri.


"Makanan yang mama kirim tadi di terima" jawab Merri dengan senyum nya dan kembali meletakkan ponsel nya di sebelah nya.


Jam tujuh malam Ryhan terbangun dari tidur nya dan meraba samping tempat tidur nya yakni tempat tidur istri nya tapi dia tidak menemukan siapapun di samping nya. Ryhan langsung membuka mata nya saat tidak menemukan istri nya dan menatap sekeliling kamar dan masih saja tidak menemukan istri nya.


"Di mana Delina?" tanya Ryhan saat tidak menemukan istri nya. Ryhan duduk dari baring nya tersebut dan mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu dengan terus berteriak.


"Delina" teriak Ryhan yang mencoba mendapatkan denah di mana istri nya tapi percuma saja teriakan nya sama sekali tidak mendapatkan respon hingga membuat lelaki itu langsung membuka sempurna mata nya dan kembali menyapu sekeliling kamar nya.


"Delina kau di mana?" teriak Ryhan dan berdiri dari duduk nya tadi.


.


.


.


.