Dear D

Dear D
Episode 102



Keesokan pagi nya.


Ryhan membuka pelan mata nya dan mencari cari istri nya tapi dia tidak menemukan nya. "Delina dimana?" tanya Ryhan saat tidak menemukan istri nya di samping nya.


Ryhan bangkit dari tidur nya dan menatap sekeliling kamar mencari istri nya tapi dia masih saja tidak menemukan istri nya di sana. "Del" panggil Ryhan yang sudah berdiri dan berjalan mendekat ke jendela balkon. Ryhan membuka jendela kamar tersebut dan masih saja tidak menemui istri nya.


"Delina kau di mana?" teriak Ryhan yang nampak kesal akan istri nya yang tidak di temukan oleh nya dan tidak menyaut.


Shirrr


"Eh?" ucap Ryhan saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Ryhan nampak penasaran dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Del apa kau di dalam?" tanya Ryhan tanpa mengetuk dengan tangan yang mencoba membuka pintu kamar mandi tersebut.


"Tidak terkunci" ucap Ryhan dengan nada pelan saat pintu sudah terbuka oleh nya. Ryhan memberanikan diri nya masuk ke dalam kamar mandi untuk memastikan apa istri nya di dalam atau tidak.


"Delina" panggil Ryhan yang sedikit berteriak.


Nana yang sedang bersantai dengan mata yang terpejam menikmati mandi nya langsung membuka mata nya saat mendengar suara seseorang. "Siapa?" teriak Nana saat mendengar suara tersebut.


"Delina itu kau?" tanya Ryhan. Nana yang mengetahui suara itu langsung membuka tirai penutup bath up tempat nya berendam dan benar saja dugaan nya benar benar Ryhan.


"Kenapa kau masuk?" teriak Nana dengan wajah kesal tanpa sadar bagian dada nya sedikit terlihat oleh suami nya.


"Kau menghilang dari ranjang makanya aku mencarimu dan mendengar suara air makanya aku ke sini" jawab Ryhan dan berjalan mendekat. Lelaki itu melepaskan seluruh pakaian yang di kenakan nya semalam. Mata Nana membulat saat dengan nyata tubuh suami nya dan dia langsung mengalihkan tatapan nya dengan membelakangi suami nya.


"Apa yang kau lakukan? Keluarlah" teriak Nana tanpa menatap suami nya tersebut. Ryhan tidak menjawab nya dan masuk ke dalam bath up yang sama dengan istri nya dan ikut berendam di dalam nya.


"Sedari tadi malam aku menahan tapi dia malah makin menjadi" guman Ryhan dan memejamkan mata nya dengan kepala yang di senderkan di ujung bath up.


Nana menatap ke arah suami nya dan nampak suami nya ikut berendam bersama nya. "Ryhan kau kenapa masuk?" tanya Nana.


"Kenapa?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan mata yang masih terpejam.


"Malah bertanya, Keluarlah dan mengantri jika ingin mandi" jawab Nana dengan kesal nya dan menyingkirkan kaki suami nya yang menyentuh kaki nya.


"Enak saja kau berbicara, Aku memang ingin mandi bersama mu, Kemarilah" balas Ryhan dan menarik tangan istri nyam Di peluknya tubuh polos nan licin akibat busa tersebut dan kembali memposisikan tubuh seperti semula.


"Lepaskan aku" ketus Nana yang memberontak meminta di lepaskan.


Ryhan mencium dalam dalam tengkuk yang wangi terkena sabun mandi milik istri nya dengan mata yang terpejam. "Tidak usah bergerak, Sandarkan kepala mu, Pejmkan mata mu dan nikmati" jawab Ryhan dengan menyandarkan kepala istri nya di dada nya dan memegang kedua mata istri nya menggunakan tangan nya.


"Shit, Lepaskan" ketus Nana dan menepis tangan lelaki itu dan bangkit dari sandaran kenyamanan.


"Kau ini sudah aku bilang jangan bergerak, Kau membangunkan junior ku" bisik Ryhan akibat sedari tadi milik nya bergeser dengan tubuh istri nya yang licin tersebut. Dahi wanita itu mengerut saat mendengar bisikan suami nya.


(Skip ye man teman ini bakal nambahin dosa kalo di lanjutin)


"Huh, Huh, Dasar bodoh" teriak Nana yang berhasil melepaskan diri dari suami nya yang menyiksa nya di kamar mandi.


Senyum langsung terukis indah di wajah lelaki itu saat mendengar teriakan istri nya. Bukannya merasa bersalah dia malah senang saat mendengar teriakan tersebut. "Tidak apa yang penting aku mendapatkan hal yang paling istimewa dari nya" ucap Ryhan dengan tersenyum menatap diri nya sendiri di cermin di kamar mandi tersebut.


"Aku juga akan menjaga nya selalu, Aku berjanji pada diriku sendiri" sambung nya yang masih saja tersenyum lebar.


Ryhan keluar dari kamar mandi dan Nana yang sudah mengenakan baju pun langsung menatap tajam ke arah nya. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Ryhan yang tersenyum nakal menatap istri nya.


Nana langsung mengalihkan pandang nya dari suami nya tersebut. "Siapa juga yang menatap mu" ketus Nana dan melahap cemilan yang ada di tangan nya. Ryhan tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya di samping istri nya, Dia mengambil cemilan yang ada di tangan istri nya dan ikut melahap nya bersama.


"Enak saja kau ikut makan" ketus Nana dan menyingkirkan cemilan tersebut dari dekat suami nya.


"Kenapa memang nya jika aku ikut makan?" tanya Ryhan yang mulai memasang wajah kesal nya.


"Aku lapar, Kau tidak boleh ikut makan makananku" jawab Nana dan langsung membalikkan tubuh nya membelakangi suami nya dan kembali melahap makanan nya.


"Oh iya aku lupa tadi malam aku tidak memberimu makan akibat makan malam yang kacau dan kau hanya sedikit makan" balas Ryhan yang kembali teringat kejadian semalam.


"Itu kau tau" jawab Nana yang masih belum menatap suami nya. Ryhan diam dan menatap rambut yang bergerak indah di hadapan nya itu.


Nana yang tidak lagi mendengar ataupun melihat pergerakan suami nya yang berniat untuk mengganti baju untuk membawa nya pergi makan pun langsung membalikkan tubuh nya. "Kenapa kau masih di sini? Cepat kenakan baju mu" ketus Nana.


"Untuk apa aku mengenakan baju jika kau menyukai ku seperti ini?" tanya Ryhan dengan senyum menggoda istri nya.


"Aku ini lapar, Sedari tadi malam aku tidak makan, Kau tidak ada niat ingin mengajakku pergi makan?" tanya Nana yang cukup prustasi menghadapi suami nya yang berubah seratus delapan puluh derajat.


"Kau masih menginginkan nya? Kau tidak puas tadi?" tanya Ryhan yang kembali tersenyum dan mendekatkan tubuh nya lebih dekat ke istri nya berbanding terbalik dengan Nana yang malah menjauh dan terdiam memaku di hadapan suami nya akibat tidak mengerti ucapan suami nya tersebut.


"Aneh sekali biasa nya dia tidak pernah tersenyum setulus ini kepada ku, Dia juga pasti selalu mengiyakan perkataan ku tanpa basa basi seperti ini, Kemana Ryhan yang dingin seperti dulu? Apa kepribadian dingin nya sudah hilang di telan bumi?" guman Nana saat melihat senyum tulus dan tanpa yang terpancar di wajah suami nya.


"Kenapa hanya diam? Kau menginginkan nya lagi?" tanya Ryhan dengan tersenyum lebar menatap istri nya.


.


.


.


.


.