Dear D

Dear D
Episode 114



Ryhan menatap tajam wanita itu, Wajah yang masih sedikit takut cukup nampak di wajah istri nya. "Aku tidak yakin akan ucapan mu, Aku juga takut nanti mama malah akan dengan mudah mencelakaimu dan aku takut mama berbiacr aneh aneh lagi terhadap mu hingga akan mengganggu mental dan jiwa mu, Aku takut itu terjadi" jelas Ryhan yang mengatakan ketakutan nya untuk mendekatkan istri nya dan juga ibu nya.


"Pa bagaimana ini? Ryhan benar benar tidak ingin memaafkan mama" ucap Merri yang nampak sangat sedih akibat anak nya yang tidak mau memberikan nya kesempatan.


"Berubah menjadi yang lebih baik memang tidaklah mudah ma di tambah lagi masa lalu mu yang cukup buruk dalam memperlakukan Nana membuat Ryhan tidak mudah percaya kepada mama, Tapi itu tidak menjadi masalah asalkan mama selalu berusaha dan bertekad memang ingin memperbaiki hubungan dengan menantu mama" jelas Andra yang memberikan semangat kepada istri nya agar istri nya tidak menyerah sampai di sini.


"Bagaimana jika Ryhan dan Nana benar benar tidak memberikan mama satu kesempatan lagi?" tanya Merri dengan mata yang berbinar hendak menangis mengingat anak nya yang menolak mentah mentah permintaan maaf nya.


"Maka dari itu mama harus optimis dan percaya jika mereka akan menerima dan memberikan kesempatan kepada mama, Tapi jika kedua nya sudah memberikan kesempatan mama jangan pernah hancurkan kepercayaan yang mereka berikan kepada mama, Papa yakin mama bisa meluluhkan hati mereka berdua" jelas Andra yang terus saja memberikan semangat agar istri nya tidak menyerah.


"Besok Nana akan memulai hari pertama nya bekerja di kantor kita" ucap Andra yang baru ingat jika Ryhan meminta mempekerjakan Nana di kantor.


"Hah? Bukankah dia masih kecil?" tanya Merri yang anmoak heran akan ucapan suami nya.


"Hem, Tapi dia memerlukan uang untuk modal nya membuka usaha nanti makanya Ryhan meminta Papa untuk memberikan pekerjaan kepada nya." jelas Andra.


"Kenapa tidak di berikan saja modal untuk Nana membuka usaha nya sendiri? Dan kenapa dia tidak kuliah saja?" tanya Merri yang nampak bingung. Kedua masuk ke dalam mobil dan sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman mereka.


"Karna tidak memiliki biaya, Ryhan sudah menawarkan jika dia yang akan menanggung semua biaya sekolah Nana tapi Nana tidak mau dan tetap ingin bekerja jadi Ryhan tidak tenang melepaskan nya di tempat lain makanya meminta papa untuk langsung menerima nya di kantor dan terserah menjadi apa" jelas Andra kepada istri nya.


"Tapi itu cukup bagus agar Nana bisa menambah pengalaman nya sebelum dia membuka usaha nya sendiri" jawab Merri.


"Hem, Papa juga cukup kagum dengan usaha nya yang tidak merepotkan orang lain" ucap Andra. Merri tidak menjawab nya dan hanya tersenyum saat mengetahui jika menantunya akan bekerja.


"Tapi bukankah di kantor di larang suami istri bekerja sama?" tanya Merri yang baru ingat.


"Itu urusan mereka, Mereka akan menutupi nha dengan cara merek, Kita hanya perlu memperhatikan perkembangan mereka dan nanti jika dia hamil cucu kita akan aku berhentikan dia bekerja" jelas Andra.


"Cucu?" guman Merri.


"Oh iya besok kau sudah boleh mulai bekerja di tempat ku" ucap Ryhan yang ingat masalah tersebut.


Uhukk, Uhukkk


Ryhan langsung mengambil air saat istri nya tersedak dan menyodorkan nya kepada istri nya. "Berhati hati jika sedang makan" ketus Ryhan.


"Bagaimana bisa aku di terima kerja secepat ini?" tanya Nana dengan wajah bingung nya.


"Perusahaan tempat ku bekerja membutuhkan tenaga kerja pengganti ku untuk menempati posisiku di karyawan biasa makanya tanpa wawancara ataupun memerlukan cv mu kau langsung lulus" jelas Ryhan.


"Jika aku menggantikan posisi mu kau bekerja apa?" tanya Nana dengan nada meninggi saat mendengar penjelasan suami nya.


"Jabatan ku di naikkan menjadi manager karna manager sebelum nya di pindahkan ke cabang lain makanya aku harus menggantikan nya" jawab Ryhan.


"Secepat itu? Bukankah sedikit aneh dengan kau yang baru saja masuk bekerja beberapa hari sekarang sudah menjadi manager?" tanya Nana wajah bingung menatap suami nya, Merasa ada yang menjanggal di pikiran nya saat mendengar penjelasan suami nya.


"I-iya karna kinerja ku bagus makanya jabatan ku di naikkan dengan cepat" jawab Ryhan berbohong.


"Baik" jawab Nana dan melanjutkan makanan nya.


Keesokan pagi nya.


"Makanan untuk siapa di dalam rantang itu ma? Hati ini juga tidak biasa nya mama masak sepagi ini" ucap Andra saat melihat istri nya membenahi rantang dan melihat banyak makanan di atas meja dan itu semua adalah masakan istri nya.


"Untuk di kirimkan kepada Nana dan Ryhan, Inikan hari Nana bekerja di kantor jadi tidak mungkin sempat dia memasak jadi mama akan mengirimkan makanan ini untuk nya" jawab Merri dengan tersenyum dan menutup rantang yang berisi makanan untuk anak dan menantu nya.


"Ryhan ayo bangun sudah siang" teriak Nana yang membangunkan suami nya yang masih tidur nyenyak itu.


"Em" Ryhan menggeliat dan membalikkan tubuh nya membelakangi istri nya.


"Ryhan ayo, Ini hari pertama ku bekerja, Jika tidak aku akan berangkat sendiri saja" ucap Nana yang hendak berlalu tapi di cegah oleh Ryhan.


"Jam berapa sekarang sampai sampai kau sudah mau berangkat?" tanya Ryhan dengan mata yang masih menyipit dan suara serak akibat baru saja bangun dari tidur nya.


"Sudah jam tujuh, Lepaskan aku harus segera berangkat" jawab Nana dan menepis tangan lelaki itu tapi sama sekali tidak terlepas. Ryhan bangkit dari baring nya.


"Tunggu aku bersiap sebentar" ucap Ryhan. Nana tersenyum saat mendengar hal tersebut.


"Yasudah sana mandi" ucap Nana dan mendorong suami nya untuk pergi mandi.


"Iya" jawab Ryhan dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Nana berjalan keluar dari kamar nya. "Hah jika tidak di gesa seperti ini dia tidak akan bangun" ucap Nana dan berjalan ke arah kulkas untuk melihat apa yang bisa di masak oleh nya. Jam masih menunjuk pukul enam pagi tapi Nana malah berbohong kepada Ryhan dan mengatakan jika jam sudah menunjuk pukul tujuh.


Ting, Tong


Bel apartemen berbunyi menandakan ada yang bertamu. "Siapa bertamu sepagi ini?" guman Nana saat baru saja hendak mencari makanan untuk di masak.


"Siapa yang pagi lagi sudah bertamu?" tanya Ryhan kepada istri nya.


.


.


.


.


.


.


.