Dear D

Dear D
Episode 210



"Kau tidak boleh keluar" ucap Ryhan yang berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah istri nya tersebut.


"Kau tunggu di dalam saja, Biarkan pelayan yang menyiapkan makanan" ucap Ryhan kembali saat melihat wajah bingung wanita nya.


"Tapi aku sudah sangat lama tidak masak, Biarkan aku saja yang menyiapkan makanan" jawab Nana.


"Sayang apa pelayan di rumah ini kurang hingga kau hendak memasak?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wanita nya yang bersikeras hendak masak itu.


"Tidak, Tapi izinkan aku untuk memasak sarapan untuk mu" jawab Nana dengan memasang wajah memelas berharap suami nya mengizinkan nya.


"Tidak" tegas Ryhan kembali.


"Aku mohon izinkan aku" ucap Nana kembali dengan memegang lengan kekar itu berharap sangat sangat suami nya akan mengizinkan nya.


"Tidak sayang, Lihat Devan dia sendiri" ucap Ryhan dengan menatap anak nya yang menggerak gerakkan kaki dan tangan itu.


Nana menoleh ke arah anak nya dan terlihat bayi itu tengah baik baik saja. "Itu alasan kau saja tidak mau memberiku keluar" ucap Nana dengan wajah datar nya.


"Makanya jangan keluar agar aku tidak mengatakan alasan lain lagi" jawab Ryhan dengan memegang bahu istri nya dan membawa nya ke dekat anak nya yang tengah sendiri itu.


"Sudah ya jangan pikirkan untuk keluar lagi, Kau tunggu di sini biarkan aku yang mengambilkan makanan untuk kita" ucap Ryhan dan mendudukkan tubuh istri nya di samping anak nya.


"Tapi kak Anggi ada di luar, Bukankah sebaik nya kita keluar saja?" tanya Nana.


"Kau baru keluar dari rumah sakit kemarin dan kak Anggi bukanlah tamu, Dia juga akan mengerti kenapa kau tidak keluar, Jadi jangan membantah lagi" jawab Ryhan yang langsung berlalu dari sana keluar dari kamar dan langsung mengunci kamar nya tersebut.


"Kenapa kau mengunci kamar mu? Di mana Nana?" tanya Febri kepada Ryhan.


"Bukan urusan mu" jawab Ryhan dengan wajah datar dan berlalu dari sana menuju ke dapur.


"Kalian saja bukan yang memasak makanan ini?" tanya Ryhan dengan wajah datar menatap para pelayan.


"Eh Ryhan, Sudah bangun?" tanya Merri membuat Ryhan langsung menoleh ke arah nya. Merri nampak membawa beberapa makanan ke meja makan hingga membuat Ryhan menatap tajam ke arah nya dan di belakang Merri terlihat ada Ferisa.


"Di mana Nana?" tanya Ferisa yang tidak menemui Nana di belakang Ryhan.


"Kenapa dia mengunci kamar nya? Bukankah Nana belum keluar?" tanya Febri yang mendekat ke arah pintu kamar Nana dan menempelkan telinga nya di pintu tersebut.


"Dia memiliki alasan yang tidak perlu kau tau" jawab Anggi dengan wajah nya.


"Hah? Benarkah? Ada hal yang tidak aku ketahui?" tanya Febri.


"Mau ada atau tidak itu bukanlah urusan mu, Jangan mencoba coba tidak sopan di rumah orang" ketus Anggi yang masih saja memasang wajah datar akibat baru bangun juga efek samping nya.


"Apa yang kalian lakukan di dapur?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya menatap ibu nya tersebut.


"Mama sedang masak sayang" jawab Merri dengan menunjukkan makanan yang di masakkan sendiri oleh nya.


"Siapa yang mengizinkan mama masak di rumah ku?" tanya Ryhan dengan masih saja memasang wajah datar nya.


"Tidak ada tapi mama...."


"Jika tidak mendapatkan izin dari pemilik rumah maka jangan melakukan apapun, Untung saja Delina yang bertemu dengan mama tadi malam, Jika aku tau dari tadi malam sudah ku usir orang asing dari rumah ini" potong Ryhan dengan wajah datar nya.


"Ryhan kau kenapa berbicara seperti itu kepada mama?" tanya Ferisa dengan mengeratkan gigi nya saat mendengar ucapan adik nya yang sangat tidak sopan kepada ibu nya.


"Kenapa? Ada masalah? Jika ada masalah silahkan kalian keluar dari rumah ini, Bawa makanan beracun itu pergi bersama kalian" ucap Ryhan dan berlalu ke dapur untuk memasakkan makanan untuk istri nya sendiri.


"Ryhan kau terlalu tidak sopan terhadap mama" teriak Ferisa.


"Aku sudah bilang kalian pergi dari sini dan bawa makanan beracun itu" jawab Ryhan yang masih saja menggunakan wajah datar nya.


"Apa maksud mu? Mama memasak nya sendiri dan makanan ini tidak beracun" teriak Ferisa kembali.


"Syukurlah jika tidak jadi dia bisa memakan nya sendiri dan tidak menyakiti anak dan istri ku" jawab Ryhan yang kembali pokus dengan memasak nya.


"Apa maksud mu Ryhan?" tanya Ferisa yang cukup bingung mendengar dan melihat reaksi adik nya tersebut. Ryhan tidak menjawab nya dan dengan segera mencoba sesegera mungkin menyelasikan masak makanan untuk istri nya dan juga dia.


"Ryhan kau kenapa hanya diam? Jawab pertanyaan ku" ketus Ferisa kembali yang masih belum mendapatkan jawaban dari Ryhan.


"Ada suara gaduh di dapur, Apa yang terjadi?" tanya Febri dengan menatap ke dapur.


"Jangan jangan...." Anggi langsung menuju ke dapur dan Ryhan langsung berlalu dari sana dengan membawakan nampan berisikan makanan untuk nya dan juga istri nya.


"Ryhan jawab pertanyaan kakak" ucap Ferisa dengan memegang lengan adik lelaki nya tersebut.


Ryhan menatap tajam ke arah tangan Ferisa yang memegang lengan nya tersebut namun Ferisa tidak melepaskan nya membuat Ryhan menarik kasar tangan nya dan kembali melangkahkan kaki berlalu dari sana kembali ke kamar nya. "Awasi mama jika sedang berada di sekitar butik dan rumah ini" ucap Ryhan kepada bodyguard dan membukakan pintu kamar dan masuk ke dalam nya.


"Ryhan" teriak Ferisa kembali.


"Nak sudahlah kau berteriak akan mengganggu Devan dan juga Nana" ucap Merri menghentikan Ferisa yang hendak memukul pintu kamar tersebut.


Anggi menatap tajam ke arah Merri yang nampak masih berakting dengan sangat mulus. "Cih menjijikkan sekali, Apa wanita tua ini juga belum sadar setelah mendapatkan cucu dari adikku?" guman Anggi yang merasa Merri itu menjijikkan berakting terlalu lama.


"Apa maksud perkataan Ryhan tadi? Apa mama benar masih mencoba menyakiti Nana?" tanya Ferisa dengan menatap tajam ibu nya sedangkan Febri nampak bingung akan masalah pagi ini.


"Tidak sayang, Kau sendiri lihat bukan bagaimana sikap Nana terhadap mama?" tanya Merri dengan memasang wajah menyedihkan nya menatap Ferisa.


"Sudahlah lebih baik kita pergi saja dari sini, Mereka pasti tidak akan keluar lagi" ucap Anggi dan mengambil jaket nya.


"Ayo Febri" ucap Anggi dengan wajah datar nya dan keluar dari rumah itu untuk kembali ke rumah masing masing.


"Apa yang terjadi terhadap Ryhan dan juga ibu nya?" tanya Febri yang saat ini tengah menyetir.


"Mama Ryhan sejak dulu tidak pernah menyukai Nana hingga membuat Nana takut terhadap nya, Namun saat Nana sudah mulai tidak takut lagi kepada nya dan Ryhan memberikan kesempatan kedua kepada mama nya, Mama nya malah mencoba mencelakai Nana saat beberapa bulan dia mengandung Devan" jelas Anggi yang hanya bisa menjelaskan sebatas itu saja karna sudah sampai di rumah nya.


"Terima kasih tumpangan nya teman" ucap Anggi dengan senyum nya dan langsung turun dari mobil itu.


"Anggi tunggu, Aku belum mengerti penjelasan mu" ucap Febri yang menghentikan Anggi yang baru saja keluar.


.


.


.


.


.


.