Dear D

Dear D
Episode 45



"Ah baiklah" jawab Nana dan kembali melahap makanan nya.


"Kau kenapa tidak ikut makan?" tanya Qori kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan memilih mengalihkan siaran televisi yang ada di rumah itu. Ryhan memang sangat tidak menyukai Qori karna Qori menyukai istri nya makanya dia tidak menyukai Qori di tambah lagi saat ini dia mendatangi istri nya malam malam, Siapa yang tidak cemburu akan itu dan marah akan itu.


Nana dan yang lainnya sudah selesai makan, Nana membereskan bekas makan nya dan kakak kakak nya itu di bantu oleh Anggi yang tidak percaya akan Nana bisa membersihkan piring. "Kak, Kau ke luar saja biar aku yang membersihkan ini" ucap Nana kepada kakak nya itu.


"Kau tidak apa apa?" tanya Anggi kepada Nana.


"Aku tidak apa apa" jawab Nana dengan tersenyum menatap kakak nya itu.


"Baiklah" jawab Anggi dan langsung membersihkan tangan nya dan berlalu menuju ke ruang tengah.


"Coba saja kak Rendi masih ada pasti dia sangat bahagia melihat banyak teman nya ke sini" guman Nana dengan tersenyum karna merindukan kakak nya.


"Aku merindukan kakak ya tuhan" ucap Nana dan menundukkan kepala nya karna dia sangat merindukan kakak nya itu.


"Kak Rendi lihatlah Del sangat merindukan mu" guman Ryhan yang bisa mendengar ucapan istri nya itu. Nana dengan segera membereskan bekas makan nya itu dan setelah selesai dia langsung membalikkan tubuh nya.


"Astaga" ucap Nana kaget saat melihat Ryhan ada di belakang nya dan sangat tepat di belakang nya.


"Maaf mengagetkan mu" ucap Ryhan. Nana hanya membuang nafas panjang dan setelah itu kembali menatap suami nya itu.


"Kau.."


"Aku.." ucap Nana dan Ryhan secara bersamaan.


"Berbicara lah terlebih dahulu" ucap Nana keada Ryhan yang ingin berbicara itu.


"Kau saja, Aku lupa apa yang harus aku Katakan" jawab Ryhan berbohong padahal dia tidak ingin membahas nya sekarang karna ada banyak orang di rumah itu.


"Kau kenapa bisa kembali?" tanya Nana sedikit ragu kepada Ryhan.


"Aku..." ucap Ryhan yang terpotong oleh teriakan Merri.


"Ryhan" teriak Merri yang datang bersama dengan Dira. Ryhan menoleh ke belakang begitupun dengan Nana yang menoleh ke depan.


"Kak Anggi" guman Dira saat melihat kakak nya ada di rumah Nana saingan nya. Nana sedikit takut karna takut mendengarkan ucapan yang tidak enak lagi keluar dari mulut ibu Ryhan itu.


"Kenapa anda berteriak di rumah orang?" tanya Anggi dengan wajah datar nya dan membuat Dira takut ketahuan dan berlindung di belakang Merri.


"Ayo kita pulang" ajak Ferisa dan menarik tangan ibu nya itu.


"Lepaskan, Kembalikan anak ku jangan mengganggu nya dan menghasut nya" teriak Merri kepada Nana yang hanya menundukkan kepala nya itu.


"Ryhan pulang" teriak Merri dn berjalan menghampiri anak nya itu sedangkan Dira dia sudah berlalu keluar dari rumah itu.


"Ayo" ajak Merri lagi dengan menarik tangan anak nya itu.


"Aku tidak mau" jawab Ryhan tanpa menepis tangan ibu nya itu karna dia masih menghormati wanita yang melahirkan nya itu.


"Mama" teriak Andra yang datang bersama Opia. Merri menoleh ke belakang tapi tidak dengan Ryhan yang langsung melepaskan tangan nya dari ibu nya itu. Sedangkan Nana dia hanya melihat dengan wajah datar nya.


"Kakak tolong aku" guman Nana dengan memejamkan mata nya menandakan jika dia ketakutan, Anggi yang melihat Nana memejamkan mata pun langsung tau jika adik nya itu tengah ketakutan, Dia langsung menghampiri Nana dan langsung memeluk wanita itu dan membuat Merri di tambah kesal buat nya sedangkan Ryhan membiarkan nya karna dia tau Nana bisa tenang bersama dengan Anggi.


"Dasar wanita jalang, Kau sudah mendekati anakku dan sekarang kau berpelukan di depan mata ku dengan lelaki lain" teriak Merri yang ingin menampar Nana dengan tangan yang sudah di angkat tapi dengan segera Andra menahan tangan itu dan langsung menyeret istri nya itu keluar dari rumah itu.


"Lepaskan aku" teriak Merri saat suami nya itu memegang tangan nya. Andra tidak menjawab nya dan menyuruh Opia untuk memberikan obat tidur kepada istri nya itu hingga Merri tertidur di pelukan nya, Andra langsung berlalu dari sana dan membawa istri nya itu masuk ke dalam mobil dan sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang kembali ke kediaman mereka.


"Kasihan sekali dia" guman Febri.


"Apa apaan ini?" guman Qori yang tidak terima akan perlakuan ibu Ryhan yang hampir saja mencelakai Nana sang pujaan hati. Sedangkan Nana dia masih berada di pelukan Anggi, Anggi mengusap punggung adik nya itu dan mencoba membuat adik nya itu tenang.


"Kakak" guman Nana lagi yang sangat membutuhkan kakak nya itu. Ryhan mendekat ke arah wanita itu dan menyentuh punggung nya tapi dengan segera Anggi menepis tangan lelaki itu.


"Mari kakak antar kau ke kamar" ucap Anggi kepada Nana, Nana mengangguk mengiyakan nya dan mengikuti Kakak nya itu menuju ke kamar nya. Sesampai di kamar Nana menatap lekat wajah Anggi dengan tatapan sedih dan ketakutan nya.


"Sudahlah tidak usah takut, Kakak akan menjaga mu" ucap Anggi dengan mengusap kepala wanita itu. Nana langsung mengeluarkan air mata nya sungguh dia ketakutan dan sedih saat mengingat ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut ibu Ryhan itu.


"Hey jangan menangis" ucap Anggi dan mengusap air mata yang tumpah itu. Nana menangis dengan suara yang lumayan kencang dan membuat Anggi langsung menarik adik nya itu ke dalam pelukan nya dan mengusap kepala dan punggung nya supaya tenang.


"Aku merindukan kak Rendi" ucap Nana dengan isakan nya di dada Anggi sang sahabat kakak nya yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri.