
"Kemarikan" ucap Nana yang hendak merampas tapi tidak bisa akibat Ryhan yang mengangkat kartu itu.
Ryhan menatap tajam wanita yang ada di hadapan nya saat ini hingga membuat Nana semakin kesal. Rahang nya mengeras akibat sangat kesal dengan suami nya tersebut.
Ryhan yang melihat wajah kesal itu langsung menggesekkan kartu dan memasukkan pin ke dalam nya hingga pintu terbuka. Ryhan masuk terlebih awal dari istri nya dan setelah itu baru mempersilahkan istri nya itu masuk ke dalam nya.
Ryhan kembali menutup pintu apartemen nya dan kembali mengunci nya. Nana langsung membuang tas yang ia pakai tadi ke atas kursi sofa yang ada di ruangan apartemen tersebut dan menatap kesal ke arah suami nya dengan kaki yang melangkah mendekat. Ryhan yang melihat istri nya nampak marah sedikit memundurkan tubuh nya, Bukan sedikit tapi kaki nya memundur seiring kaki Nana yang melangkah.
Plakk
Nana meletakkan dengan kasar tangan nya di pintu apartemen tersebut hingga mengeluarkan bunyi layak nya orang yang sedang memukul pintu itu. Mata Ryhan yang mendengar itu langsung membulat dan mengambil tangan istri nya yang berada di atas bahu nya. "Sayang ini sakit" ucap Ryhan dengan mengusap tangan istri nya yang memerah.
Nana tidak menjawab nya dan kembali menyeimbangkan tinggi tubuh nya dan juga suami nya dan kembali memukulkan tangan nya ke pintu layak nya mengunci suami nya agar tidak kemana mana.
"Jelaskan kepada ku apa hubungan kau dan Dara?" tanya Nana dengan nada rendah nan menyeramkan di telinga Ryhan.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan nya jadi aku harus menjelaskan apa?" tanya balik Ryhan.
"Tidak memiliki hubungan apa kau tidak ingat dia mengatakan jika akan ke kantor jika kau di kantor? Kau pasti memiliki hubungan dengan wanita lain bukan di belakang ku?" teriak Nana dengan mata yang memerah.
"Tidak aku saja tidak pernah bertemu dengan nya di kantor, Aku bersumpah" ucap Ryhan dengan mengangkat tangan nya.
Nana kembali menatap tajam suami nya tersebut menatap dalam mata yang sedang ada di hadapan nya saat ini mencoba melihat apakah suami nya jujur atau tidak. "Kau tidak berbohong?" tanya Nana.
"Tidak" jawab Ryhan dengan wajah polos nya.
"Kau...."
"Ah" Nana langsung memegang perut nya yang terasa mual dan juga sedikit sakit.
"Kau kenapa?" tanya Ryhan yang langsung hawatir saat istri nya mengeluh sakit dan memegang perut.
"Perut..."
Nana langsung berlari menuju ke dapur. "Hey kau kenapa?" teriak Ryhan dan langsung menyusul nya ke dapur.
Hueekkk
Nana nampak muntah di dekat pencuci piring dengan tangan yang masih memegang perut nya. Ryhan langsung mendekat dan mengusap tengkuk nya agar mual istri nya sedikit menghilang. Nana masih saja terus muntah tapi yang membuat Ryhan heran istri nya itu memuntahkan air bukan makanan.
Ryhan memegang rambut yang terjuntai dengan tangan tangan satu nya lagi mengusap tengkuk istri nya. "Perut ku sakit sekali" ucap Nana dan langsung terduduk di bawah akibat sangat kesakitan dengan perut nya saat ini.
Ryhan nampak hawatir saat melihat wanita nya benar benar merengek saat ini. "Aku panggilkan dokter untuk ke sini ya" ucap Ryhan dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalan saku celana nya.
"Cepatlah kemari,.Istri ku sedang tidak baik baik saja" ucao Ryhan kepada dokter di sebrang telpon dan langsung mematikan telpin tersebut dan kembali memasukkan nya ke dalam saku dan menatap istri nya kembali.
"Perutku benar benar sakit" ucap Nana dengan tangan yang meremas lengan suami nya akibat benar benar kesakitan.
"Tahanlah sebentar, Dokter akan sampai, Kau istirahat dahulu ayo" jawab Ryhan dan menggendong tubuh kecil itu menuju ke kamar.
Ryhan langsung meletakkan tubuh istri nya ke atas ranjang dengan bantal yang di tegakkan nya. Ryhan melepaskan sepatu yang di kenakan istri nya dan meletakkan nya di bawah. "Sabarlah sebentar ya sayang, Dokter akan segera sampai" ucap Ryhan saat melihat istri nya yang sudah menangis akibat sakit perut.
"Tunggu di sini sebentar" ucap Ryhan dan langsung berlalu dari sana membuka pintu rumah saat mendengar bel berbunyi.
"Tuan" sapa dokter yang datang.
"Cepat periksa istri ku" ucap Ryhan langsung. Dokter mengangguk mengiyakan nya dan Ryhan menutup pintu dan masuk ke dalam kamar nya.
"Ryhan ini sakit sekali" teriak Nana yang masih saja menangis kesakitan dan wajah memerah. Ryhan yang melihat istri nya hampir terjatuh dengan sigap langsung menangkap nya dan menggeser kembali tubuh istri nya hingga ke tengah.
"Nona tenanglah" ucap dokter kepada Nana.
"Bagaimana aku akan tenang, Perutku sakit" jawab Nana dan kembali saja meremas apa yang di pegang nya.
Dokter yang memang tidak pernah berdebat langsung menyuntikkan obat penenang agar dia bisa memeriksa apa yang di derita oleh istri majikan nya tersebut. Nana yang nampak sudah tenang bernafas dengan nafas yang naik turun dan wajah masih saja memerah.
Dokter mulai memeriksa perut Nana sedangkan Ryhan menggenggam tangan istri nya tersebut. Dokter nampak tersenyum saat tau apa yang ada di perut istri majikan nya itu. "Kenapa kau malah tersenyum?" ketus Ryhan saat melihat dokter yang malah tersenyum memeriksa istri nya.
"Maaf tuan, Hanya saja saat ini sedang berada di emosi yang tidak stabil hingga membuat sakit perut nya dan untung saja nona tidak pendarahan" jelas dokter itu.
"Pendarahan? Apa maksud mu?" tanya Ryhan dengan wajah kesal.
"Nona hamil tuan makanya dengan emosi nya yang tidak stabil bisa mempengaruhi kehamilan nya" jawab dokter tadi lagi dengan sennyum nya saat sadar akan Ryhan yang belum mengetahui kehamilan istri nya.
"Hah?" Ryhan langsung terdiam kaget, Bahagia, Tidak percaya dengan ucapan dokter yang tengah berada di hadapan nya saat ini.
"Hnya saja kandungan nona cukup lemah di tambah lagi nona saat ini tengah hamil muda rentan untuk nya mengalami pendarahan atau mungkin bisa keguguran jadi saya harap anda bisa menyenangkan hati nya dan tidak membuat nya marah dan tidak memberikan nya banyak masalah" jelas dokter kembali yang menghilangkan senyum bahagia di wajah Ryhan.
"Jadi bagaimana agar kandungan nya tetap kuat?" tanya Ryhan.
"Nona harus mengonsumsi makanan sehat seperti buah, Sayur, Susu dan makanan bergizi lain nya, Untuk vitamin saya tidak membawa karna saya kira nona hanya sakit perut biasa jadi besok anda bisa membawa nona ke rumah sakit sekaligus untuk memastikan usia kandungan nona tuan" jelas dokter dengan senyum nya.
"Memang nya tidak apa apa jika di b biarkan?" tanya Ryhan yang nampak tidak yakin.
"Tidak menjadi masalah jika nona tidak stres dan selalu makan makanan yang sehat" jawab dokter dengan senyum nya.
Ryhan menoleh ke arah istri nya yang nampak tersenyum mendengar ucapan dari dokter tapi dia langsung memasang wajah datar dengan mata yang menatap tajam istri nya tersebut.
.
.
.
.
.
.