
"Anak mama sehat sehat ya di dalam" ucap Nana dengan mengusap perut datar nya tersebut dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di dapur itu.
"Masih ada makanan di dalam kulkas?" tanya Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di hadapan istri nya.
Nana menyodorkan makanan milik suami nya kepada Ryhan. "Em hanya tersisa ini saja" jawab Nana dan memulai makan terlebih dahulu.
"Tidak apa apa, Ini juga bergizi untuk mu dan dede" ucap Ryhan dan ikut memakan makanan nya.
Nana yang sudah menghabiskan roti nya terlebih dahulu meminum susu nya dan setelah itu berdiri dan membersihkan bekas makan nya tadi. Ryhan yang makanan nya hanya tersisa sedikit langsung melahap nya dan meminum susu milik nya dan ikut berdiri di samping istri nya membersihkan peralatan yang belum di bersihkan oleh istri nya.
"Kau cukup siaga menjadi suami" ucap Nana dan memilih berlalu untuk mengambil tas dan juga kotak tadi.
"Harus, Kau tidak wajib mengerjakan pekerjaan rumah" jawab Ryhan. Nana tidak menjawab nya akibat dia sudah berada di kamar tapi dia bisa mendengarkan nya.
"Sudah selesai? Tidak ada yang tertinggal?" tanya Ryhan kepada istri nya yang membawa tas selempang dan juga kotak.
"Em" Nana menganggukkan kepala nya sedangkan Ryhan mendekat ke arah istri nya dan meletakkan barang barang nya ke dalam tas istri nya tersebut.
"Ayo" ajak Ryhan dengan menggandeng tangan istri dan keluar bersama dari apartemen. Ryhan mengunci pintu apartemen dengan kartu satu nya lagi yang ada di bodyguard nya.
Kedua nya langsung masuk lift hingga lift berhenti di bawah kedua nya masih saja memegang tangan satu sama lain. Kedua nya masuk ke dalam mobil saat sampai di bawah dan Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit yang dekat dari rumah nya namun jauh dari apartemen nya.
Setelah sampai kedua nya langsung turun dengan Ryhan yang segera menuju ke istri nya untuk membantu nya berjalan agar tidak terjadi apa apa. "Kau ini harus hati hati" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.
"Ini aku sudah hati hati" jawab Nana.
"Tuan" sapa dokter kemarin yang baru saja keluar dari salah satu kamar pasien.
"Nona tidak mengeluh kesakitan lagi?" tanya dokter tersebut.
"Tidak" jawab Nana yang sama sekali tidak memperdulikan siapapun yang memanggilnya nona dan juga memanggil suami nya tuan karna sudah biasa menurut nya.
"Ah syukurlah mari ikut nona untuk memeriksa lebih lanjut kandungan anda" ajak dokter tersebut. Nana menganggukkan kepala nya dan mengikuti dokter tersebut menuju ke ruangan khusus ibu hamil dengan banyak nya orang mengantri di depan dengan perut yang sudah buncit tapi tidak dengan Nana dan juga Ryhan yang langsung masuk ke dalam nya.
"Seenak nya saja masuk ke dalam tanpa antrian"
"Iya apa tidak lihat banyak orang yang mengantri untuk mengecek kandungan"
"Anak muda jaman sekarang memang selalu kurang ajar"
"Kurang ajar apanya, Ini rumah sakit papaku" guman Ryhan yang cukup kesal di tambah istri nya melihat ke belakang dan mendengarkan nya.
"Apa tidak perlu antri dok?" tanya Nana yang tidak enak langsung menyela masuk tanpa mengantri.
"Tidak usah nona, Anda..." Ryhan langsung menyenggol tangan dokter itu hingga dokter menatap ke arah nya dan dia langsung melototkan mata nya menatap dokter tersebut.
"Tuan sudah membuat janji makanya tidak usah mengantri nona" jawab dokter tersebut dengan senyum hingga membuat Nana menoleh ke arah suami nya dan Ryhan langsung tersenyum menatap nya.
"Sudah ayo cepat masuk, Semakin lama kau di sini semakin lama antrian" ucap Ryhan kepada istri nya.
Ibu ibu tadi yang mendengar ucapan Nana dan juag dokter menganggukkan kepala nya mengiyakan pamitan dari Nana dan Nana pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut bersamaan dengan Ryhan yang mengikuti nya. "Tuan Ryhan" sapa dokter kandungan sedangkan dokter yang mengantarkan mereka tadi hanya sebatas luar saja.
Ryhan melebarkan senyuman nya sedangkan Nana menganggukkan kepala layak nya menyapa dengan senyum yang mengembang. "Ini istri anda?" tanya dokter tersebut.
"Em" jawab Ryhan dengan wajah kembali datar.
"Dokter sudah memberitahu mu bukan tentang saya yang akan datang?" tanya Ryhan.
"Iya tuan, Sudah" jawab dokter tersebut.
"Periksalah istri ku dan berapa umur kandungan nya" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dengan merangkul bahu istri nya tersebut.
"Baik, Nona silahkan berbaring" ucap dokter mempersilahkan Nana untuk berbaring di atas ranjang yang ada di sana. Nana mengiyakan nya dan menuju ke ranjang begitupun dengan Ryhan yang mengikuti nya dan membantu nya untuk berbaring di ranjang.
Ryhan berdiri di samping dokter dan dokter mulai menggerakkan alat untuk melihat isi dalam rahim Nana hingga hal tersebut membuat pasangan muda suami istri itu tersenyum melihat nya. "Seperti yang di katakan dokter kemarin, Kandungan anda masih sedikit lemah" ucap dokter dan mendudukkan tubuh nya kembali di atas tempat nya.
"Berapa bulan umur anakku? Berjenis kelamin apa? Lelaki atau perempuan?" tanya Ryhan yang melontarkan pertanyaan langsung akibat penasaran.
Dokter tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. "Jenis kelamin anak anda belum bisa di ketahui tuan karna kandungan nona masih berusia enam minggu" jawab dokter dengan senyum nya.
"Bukannya dokter bisa tau jenis....."
"Ah, Kenapa kau mencubit ku?" tanya Ryhan akan istri nya yang mencubit nya.
"Saya mengerti dok, Bagaimana saya bisa membuat kandungan saya kuat kembali?" tanya Nana tanpa menjawab pertanyaan suami nya hingga pikiran Ryhan teralih dari jenis kelamin anak nya dan menatap dokter menunggu jawaban yang di tanyakan istri nya baru saja.
"Duduklah di sini nona, Tidak enak jauh sekali" ucap dokter dengan senyum nya kepada Nana yang masih di atas ranjang. Nana menganggukkan kepala nya dan turun dari ranjang tersebut.
"Hati hati" ucap Ryhan dengan memegang tangan istri nya membantu istri nya turun agar tidak kenapa kenapa.
"Aku bukan cacat" ketus Nana yang merasa suami nya terlalu berlebihan.
"Kau sedang hamil dan kandungan mu lemah, Jatuh sedikit saja tidak boleh" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan memundurkan kursi untuk istri nya. Nana tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya tersebut di atas kursi di hadapan dokter yang tersenyum menatap nya entah karna apa.
"Hanya perlu banyak beristirahat, Jangan stres dan jangan memakan makanan yang bisa membuat anda mual dan juga meminum vitamin kandungan anda akan kembali sehat seperti semula nona, Yang di katakan tuan Ryhan tadi benar anda tidak boleh sedikitpun jatuh karna anda hamil muda dan itu rentan keguguran" jelas dokter dengan senyum nya dan mengambil poto cabang bayi tadi.
.
.
.
.
.