Dear D

Dear D
Episode 101



Ryhan yang sedang menunduk dan membenarkan selimut langsung menoleh ke arah nya. Mata tulus yang nampak bersedih sangat terlihat oleh nya, Di buang nya seluruh pikiran yang merusak mood nya dan tersenyum lebar menatap istri nya. "Jelas saja tidak" jawab Ryhan dengan tersenyum dengan tangan yang membereskan rambut istri nya yang tidak berantakan.


"Jika tidak terganggu kenapa kau terbangun?" tanya Nana yang masih memasang wajah awal nya.


"Aku bangun karna memang belum tidur, Aku tidak menemukanmu memelukku makanya aku yang berinisiatif memeluk mu, Kau itu wanita yang tidak peka" jawab Ryhan dengan mencubit hidung mancung istri nya.


"Aku takut menganggumu makanya aku memilih tidak menyentuhmu" ucap Nana yang masih saja memasang wajah yang sama dan hal tersebut membuat Ryhan kebingungan bagaimana cara nya membuat mood wanita nya kembali seperti semula.


"Siapa bilang itu akan mngganggu ku? Justru kau tidak memelukku membuat ku tidak bisa tidur, Sudahlah ayo tidur kembali" ucap Ryhan dan memeluk erat tubuh mungil tersebut.


"Besok kita pulang?" tanya Nana yang kembali mengangkat kepala nya saat sudah di letakkan Ryhan di dada nya.


"Hem? Pulang?" tanya Ryhan dengan wajah bingung nya.


"Iya, Aku ingin mencari kerja baru nanti nya" jawab Nana.


"Kau tidak mau kuliah?" tanya Ryhan.


"Tidak memiliki biaya, Aku hanya ingin bekerja agar mendapatkan pengalaman agar nanti nya aku bisa membangun bisnis sendiri" jawab Nana.


"Kau akan kelelahan jika bekerja terlalu keras, Biarkan aku saja yang bekerja untuk kau" balas Ryhan.


"Tidak mungkin, Aku ingin bekerja, Besok kita pulang ya" rengek Nana dengan wajah memelas berharap suami nya mengiyakan permintaan nya.


"Aku akan bertanya kepada bos di perusahaan ku apa mau menerima mu bekerja di sana atau tidak, Tapi besok kita tidak akan pulang, Minggu depan baru kita pulang" jawab Ryhan.


"Itu terlalu lama" balas Nana.


"Kau mau mencari sendiri pekerjaan?" tanya Ryhan.


"Memang nya di kantormu mengizinkan untuk sepasang suami istri bekerja?" tanya Nana.


"Entahlah makanya nanti aku akan bertanya, Jikapun tidak kita bisa berpura pura tidak seperti suami istri. Sebentar kau sendiri kenapa tidak mau kuliah saja? Bukannya kau memiliki cita cita yang cukup tinggi?" tanya Ryhan.


"Aku kan sudah bilang jika tidak memiliki biaya" jawab Nana.


"Aku bisa membiayai sekolah mu" ucap Ryhan.


"Tidak usah, Itu bukan tanggung jawab mu" jawab Nana.


"Siapa bilang? Aku suami mu dan seluruh kebutuhan mu adalah tanggung jawab ku, Jadi kau mau kuliah?" tanya Ryhan kembali yang nampak sangat berharap agar istri nya mau kuliah.


"Kau yakin?" tanya Ryhan.


"Iya aku yakin, Asal ada kau yang selalu bersama ku aku yakin terhadap diri ku sendiri kalau aku bisa" jawab Nana dan memeluk suami nya.


"Tidak masalah tentang hal itu karna aku akan selalu menemani mu sampai kapanpun" balas Ryhan dengan tersenyum.


"Tapi kak Rendi menginginkan kau melanjutkan study mu" ucap Ryhan kembali.


"Bukan itu tujuan kak Rendi, Kak Rendi menginginkan aku menjadi orang yang berguna bagi banyak orang dan sukses itu yang di inginkan nya bukan menjadi sarjana yang hanya menginginkan gelar karna gengsi dan hanya menghabiskan uang untuk sekolah tanpa ada nya hasil" jelas Nana.


"Tidak boleh berbicara seperti itu, Semua orang yang berjuang keras untuk masa depan nya akan mendapatkan hasil nya hanya saja belum saat nya" jawab Ryhan yang tidak terlalu suka akan ucapan istri nya.


"Iya maaf, Maksud ku percuma saja nanti kuliah jika tidak menjadi apa apa makanya aku akan langsung bekerja saja di tambah lagi kita sudah...."


"Sudah apa?" tanya Ryhan saat sudah yang di ucapkan istri nya cukup panjang.


"Kemungkinan kecil bukan untukku nanti nya tidak hamil jika sudah berhubungan?" tanya Nana dengan wajah polos nya menatap suami nya.


"Hahaha aku pikir apa tadi" Ryhan tertawa di buat pertanyaan istri nya yang sedikit konyol bagi nya di tambah istri nya tanpa malu malu membahas hal tersebut.


"Itu benar bukan? Nanti jika aku hamil dan melahirkan tidak mungkin aku berhenti kuliah, Itu akan menghabiskan uang mu saja lebih baik di tabung, Jika aku bekerja kan beda cerita, Iyapun aku berhenti setidak nya tidak menghabiskan uang nanti saat aku berhenti" jelas Nana kembali.


"Kau itu terlalu hawatir tentang uang" ucap Ryhan dengan tersenyum menatap istri nya.


"Jelas saja, Kita tidak ada yang dari orang kaya makanya harus hawatir dan memikirkan apa yang akan terjadi kedepan nya" jawab Nana.


"Dia benar benar tidak tau?" guman Ryhan.


"Sudahlah tidak usah membahas itu lagi, Sudah malam pejamkan mata mu dan tidur" ucap Ryhan yang menutup mata istri nya dan memeluk erat tubuh kecil itu.


"Hem" Nana menganggukkan kepala nya dan membalas pelukan hangat dari suami nya.


"Istriku polos sekali" guman Ryhan dengan tersenyum menahan tawa mengingat apa saja yang pernah terjadi kepada nya dan juga istri nya.


"Besok saja aku menghubungi papa mengatakan niat nya, Jika dia bekerja berjauhan dariku aku takut ada yang mengambil nya dari ku" guman Ryhan dan memejamkan mata ikut tertidur bersama istri tercinta nya.


Keesokan pagi nya.


Ryhan membuka pelan mata nya dan mencari cari istri nya tapi dia tidak menemukan nya. "Delina dimana?" tanya Ryhan saat tidak menemukan istri nya di samping nya.