Dear D

Dear D
Episode 196



"Ayo sayang" ajak Hanah kembali dan kembali menggenadeng tangan Nana dan membawa nya keluar.


"Kita ikut?" tanya Weny.


"Jelas saja, Ayo" teriak Hanah kembali dan kelluar dari rumah.


"Nana kau mau kemana?" tanya Hanah saat melihat Nana yang hendak masuk ke dalam mobil Ryhan.


"Masuk ma" jawab Nana dengan wajah polos nya.


"Eits, Kau masuk ke mobil ini, Biarkan Ryhan dan juga papa yang berada di mobil itu" ucap Hanah dan menarik tangan Nana masuk ke dalam mobil.


"Tidak" Ryhan menghentikan Nana yang hendak masuk ke dalam mobil layak nya tidak mau berpisah dari wanita nya.


"Jika dia bersama kalian aku juga akan bersama kalian" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


Nana nampak memasang wajah tidak rela juga berpisah mobil dari suami nya membuat Hanah mengerti akan tatapan kedua nya. "Baiklah, Kau yang menyetir" ucap Hanah dan masuk ke dalam mobil.


"Hati hati" ucap Ryhan dengan memegang tangan wanita nya dan menunggu wanita nya tersebut duduk manis di atas kursi tersebut setelah itu dia langsung menutup pintu mobil sedangkan Weny dia sendirian di belakang.


"Shit aku sendiri di belakang" ketus Weny.


"Makanya cari suami agar tidak sendiri" jawab Hanah dengan wajah datar nya.


"Shit orang tua ini" umpat nya dan langsung mengambil ponsel nya untuk di mainkan sedangkan Nana menatap ke luar jendela.


"Kita mau kemana ma?" tanya Nana.


"Ke mall, Makan bersama di sana setelah makan kita langsung membeli pakaian bayi untuk cucu mama" jawab Hanah dengan wajah tersenyum girang menatap Nana.


"Aku juga ingin mengajak nya besok atau lusa untuk membeli pakaian bayi" guman Ryhan yang kembali pokus ke kemudi.


Ryhan menatap spion mobil dan terlihat ada mobil yang mengikuti nya. "Mengikuti mobil ini?" guman Ryhan yang langsung berbelok mendadak namun tidak terjadi apapun di dalam mobil itu.


"Benar mobil itu mengikuti kami" guman Ryhan yang langsung mengambil jalan pintas untuk menuju ke mall.


"Ryhan ada apa nak?" tanya Wuqi yang bisa melihat kejanggalan di wajah Ryhan.


"Tidak apa apa" jawab Ryhan dengan senyum nya dan kembali menatap spion dan terlihat mobil yang mengikuti nya sudah tiada.


Nana ikut menatap ke belakang namun dia tidak menemukan apapun. Ryhan menghentikan mobil tepat di parkiran di depan mall itu. "Sudah sampai" ucap Ryhan dengan senyum nya menatap wanita nya.


"Pantas saja di sebut sebagai pangeran sekolah, Dia memang tampan" ucap Hanah yang tanpa sadar mengucapkan hal tersebut saat melihat senyuman Ryhan. Semua nya menatap ke arah nya dengan Wuqi yang menatap tajam istri nya itu.


"Mama ingat tidak jika sudah memiliki suami?" tanya Weny yang memutuskan tatapan Hanah dari Ryhan.


"Ah maafkan mama sayang, Tapi kau benar benar tampan" ucap Hanah dengan mengusap wajah Ryhan dengan hanya di balas senyuman sedikit takut oleh Ryhan.


"Sudah sudah ayo turun" ucap Weny dan Ryhan langsung turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk istri nya. Nana dan Ryhan yang terlindung dari pandangan Hanah, Weny dan juga Wuqi langsung memegang kedua wajah suami nya membuat Ryhan sedikit menunduk akibat hal tersebut.


"Mama saja tergoda dengan ketampanan mu bagaimana dengan orang lain nanti?" ketus Nana dengan memukul sedikit wajah itu.


"Biarkan saja, Aku juga tidak menggoda mereka, Aku kemari untuk menemani mu membeli pakaian bayi" jawab Ryhan dengan senyum manis nya menatap istri nya.


Nana membalas senyuman tersebut dan mencium dahi suami nya dengan sedikit mengangkat kaki nya."Aku mempercayai mu. Jangan berikan senyuman itu kepada wanita tidak jelas" ucap Nana dengan senyum nya.


"Kau juga harus......"


"Ehem" dehem Wuqi saat mendengar dan melihat Nana dan Ryhan yang bermesraan sedangkan Hanah menyukai hal tersebut dan langsung menatap tajam ke arah suami nya.


"Kau mau aku memperlakukan mu seperti itu juga?" tanya Wuqi dengan senyum menggoda istri nya.


"Ih" bukan nya senang Hanah malah memasang ekspresi menjijikkan nya dan berjalan ke arah Nana.


"Ayo sayang kita masuk untuk mencari baju cucu ku" ucap Hanah dengan mengusap perut Nana. Nana tersenyum mengiyakan nya dan masuk ke dalam mall besar tersebut begitupun dengan Ryhan dan yang lainnya mengikuti kedua nya.


Nana dan juga Hanah masuk ke dalan toko baju anak begitupun dengan ketiga orang yang mengikuti mereka dari belakang. "Mama bukan nya kita makan terlebih dahulu?" tanya Weny dengan wajah bingung dan sedikit kesal nya.


"Sayang ini bagus tidak?" tanya Hanah dengan menyodorkan baju anak usia tiga tahun kepada Nana.


"Ma, Bayinya saja belum lahir tapi mama sudah membelikan baju untuk bayi usia tiga tahun" ucap Nana dan meletakkan kembali baju yang ada di tangan Hanah ke tempat nya.


"Em baiklah" jawab Hanah dan kembali berkeliling mencari cari baju bayi yang umur nya dua sampai tiga bulan untuk anak Nana yang masih di kandungan itu.


Ryhan menghentikan langkah kaki nya dan melihat gendongan bayi yang menggemaskan menurut nya. "Sayang, Kau menyukai ini?" tanya Ryhan hingga membuat keempat orang itu menoleh ke arah nya.


"Yang mana?" tanya Nana dan berjalan mendekat ke arah suami nya.


"Ini" jawab Ryhan dengan menyodorkan gendongan tersebut.


"Boleh" jawab Nana dengan senyum nya menerima dengan senang hati barang yang di tunjukkan suami nya tadi. Ryhan memasukkan nya ke dalam keranjang yang ia bawa dan kembali melangkahkan kaki mencari baju dan alat lain pula.


Tiga jam berlalu.


"Mama apa masih belum selesai?" tanya Weny yng saat ini kelaparan sedangkan Nana dia nampak kelelahan mengikuti Hanah sedari tadi.


"Sabarlah sebentar lagi" jawab Hanah yang kembali mendorong troli yang di pegang nya mencari cari kebutuhan yang lain nya padahal sudah sangat lengkap yang mereka masukkan ke dalan troli Ryhan.


"Kau nampak kelelahan" ucap Ryhan dan mengusap dahi wanita nya yang mengeluarkan keringat tersebut.


"Em iya, Sedikit lapar juga" jawab Nana dan menghentikan langkah kaki nya.


"Yasudah ayo kita cari makan" ajak Ryhan dan mendorong troli menuju ke kasir untuk membayar nya.


"Hey kalian mau kemana?" teriak Hanah dan langsung berlari ke arah Ryhan dan juga Nana.


"Kami ingin membayar dan setelah itu mencari maian, Istriku sudah kelaparan tante" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan mengeluarkan barang barang yang ada di dalan troli tersebut.


"Shit kalian tidak menunggu mama, Biarkan mama yang membayar kalian terlebih dahulu saja mencari makan" ucap Hanah dengan mendorong Ryhan agar menyingkir.


"Mama apa kau tidak memperdulikan aku? Siapa anak nu sebenar nya? Nana atau aku? Aku sama sekali tidak di perhatikan dan di dengar sejak tadi, Apa aku ini anak pungut?" ketus Weny yang di acuhkan sedari Nana datang.


"Diamlah kau, Kau dan papa mu juga sana ikut mencari makan bersama Ryhan dan Nana, Mama akan membayar ini dahulu setelah itu mama menyusul" ucap Hanah dengan senyum nya saat anak gadis nya yang sudah marah itu.


Ryhan mengeluarkan dompet nya dan mengambil black card nya. "Ini tante kartu kredit saya untuk membayar....."


"Heh, Kau pikir mama tidak bisa membayar nya?" potong Hanah dengan melototkan mata nya kepada Ryhan.


"Bawa dan simpan saja uang mu, Uang mama masih cukup untuk membeli mall ini" ucap Hanah dengan memundurkan tangan Ryhan yang menyodorkan kartu kredit yang ada di tangan Ryhan tersebut.


.


.


.