Dear D

Dear D
Episode 187



"Maaf pak, Sudah beberapa kali meating dengan perusahaan ini di batalkan dan jika sekali lagi di batalkan nanti kita akan kehilangan proyek besar ini dan itu akan sangat merugikan perusahaan pak" jelas Jony.


"Kenapa? Kau memiliki urusan di perusahaan?" tanya Nana.


Ryhan menurunkan ponsel nya dan menutup spiker nya agar Jony tidak mendengar ucapan nya dan juga istri nya. "Sayang aku sudah memeriksa jadwal hari ini dan benar benar kosong, Tapi Jony menelpon mengatakan ada jadwal penting hari ini" ucap Ryhan dengan wajah sedih nya menatap wanita nya.


"Seperti nya pak Ryhan memiliki urusan dengan nona Nana hingga dia menolak keras untuk ke kantor hari ini" guman Jony yang bisa mendengarkan nya.


"Jika kau memiliki pekerjaan hari ini tidak apa apa, Aku kan bisa ke kelas yoga nya sendiri" ucap Nana dengan senyum nya.


"Tidak, Kau tidak boleh pergi kemana pun sendiri" jawab Ryhan.


"Tapikan kau memiliki pekerjaan tidak mungkin kan kau meninggalkan kerja mu demi aku?" tanya Nana.


"Mungkin saja, Kau lebih penting dari apapun" jawab Ryhan lagi.


"Sudahlah tidak usah keras kepala kau berangkat bekerja saja biarkan aku berangkat sendiri ke kelas yoga dan kau setelah selesai bekerja baru menyusul dan jika tidak menyusul juga tidak apa apa" jelas Nana dengan senyum nya.


"Tapi kau...."


"Aku tidak apa apa nanti sendiri, Kau cepat bangun dan mandi setelah itu cepat ke kantor" potong Nana dengan menarik tangan suami nya tersebut turun dari ranjang.


"Aku akan segera ke kantor" ucap Ryhan dan mematikan telpon nya yang masih terhubung dengan Jony.


"Baiklah tapi kau tidak boleh sendiri ke kelas yoga nanti dan tunggu sampai aku datang" ucap Ryhan.


"Tidak berjanji, Cepatlah" ketus Nana mengatakan cepat lah dan mendorong suami nya tersebut masuk ke dalam kamar mandi.


"Hati hati" ucap Nana dan menyalami suami nya tersebut.


"Ingat pesan ku" ucap Ryhan dan mencium dahi wanita nya dan masuk ke dalam mobil. Dia langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor dengan segera.


"Jika menunggu nya pasti sangat lama, Dia saja pergi meating dengan klien besar jadi lebih baik aku pergi terlebih dahulu saja" ucap Nana dan masuk ke dalam kamar nya kembali untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah selesai dia mengenakan dres simpel berwarna putih dan juga cardigan yang berwarna coklat dan sepatu putih yang melekat di kaki nya dengan tootbag yang ada di bahu nya. "Nona anda mau kemana?" tanya bodyguard kepada Nana.


"Ke tempat yoga ibu hamil" jawab Nana.


"Mari saya temani nona, Ini adalah amanah dari tuan" ucap bodyguard tersebut.


"Baiklah" jawab Nana yang hanya pasrah menerima ucapan bodyguard tersebut dan berjalan keluar dari area perumahan mereka untuk mencari taxi.


"Tuna Ryhan memiliki banyak mobil di rumah besar kenapa tidak mengambil nya satu?" guman bodyguard tersebut dan masuk ke dalam taxi bagian depan sedangkan Nana sendirian di belakang.


Sudah satu jam Ryhan berada di ruangan restoran yang tertutup itu tapi belum juga selesai. Lelaki itu sedari tadi melihat jam tapi juga terus memperhatikan penjelasan di depan hingga menunggu beberapa puluh menit meating selesai. "Selamat bekerja sama pak, Semoga semua nya lancar" ucap klien nya tersebut dengan berjabat tangan dan tersenyum menatap nya.


"Terima kasih sudah mempercayai perusahaan kami" jawab Ryhan tersebut.


"Yasudah jika begitu saya permisi ya pak, Ada urusan penting lain nya" ucap Ryhan dengan senyum nya.


"Ah iya mari keluar bersama" ajak klien tersebut. Ryhan langsung menganggukkan kepala nya dan mempersilahkan klien berjalan terlebih dahulu akibat klien jauh lebih tua dan dia mengikuti nya dari belakang.


"Nona berhati hatilah" ucap bodyguard dengan melindungi Nana dari banyak nya orang yang melintas di dekat mereka.


Dritttt


Ponsel Nana berbunyi menandakan ada yang menghubungi nya hingga membuat wanita itu langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas nya. "Halo ada apa? Kau sudah selesai bekerja?" tanya Nana saat suami nya lah yang menghubungi nya.


"Kau di mana? Apa sudah pergi ke kelas yoga?" tanya Ryhan yang nampak hawatir membiarkan wanita nya sendiri yang pergi.


"Mumpung kau tidak bersama anakku akan aku habisi kau sendiri, Jika menyuruh orang akan sangat lama" ucap Merri dan langsung menancapkan gas mobil nya dan melaju.


Wussshhhh


"Nona" bodyguard tadi langsung menarik Nana ke tepi saat melihat mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan untung nya kedua nya tidak apa apa.


"Astaga hampir saja" ucap Nana dengan memegang dada nya.


"Sayang apa yang terjadi?" teriak Ryhan dari sebalik telpon tapi Nana tidak mendengar nya.


"Shit wanita ini" umpat nya dan menambah laju kecepatan mobil menuju ke tempat yoga ibu hamil.


"Nona, Anda tidak apa apa?" tanya bodyguard yang tidak terluka.


"Saya tidak apa apa, Bagaimana dengan mu?" tanya Nana yang menghawatirkan nya.


"Saya tidak apa apa nona" jawab bodyguard itu.


"Ah syukurlah, Terima kasih sudah menyelamatkan ku tadi" ucap Nana dengan senyum nya.


"Sama sama nona, Lagi pula itu adalah tugas saya" jawab bodyguard tersebut.


"Ah shit, Berani nya dia menghalangi rencana ku" umpat Merri yang nampak kesal menatap spion dan terlihat Nana dan orang yang membantu nya itu baik baik saja.


Bodyguard yang menjaga Nana hari ini langsung menatap ke mobil yang hampir saja menabrak majikan nya tadi dan Merri yang sadar akan orang itu menatap mobil nya langsung melajukan kembali mobil nya meninggalkan tempat itu. "Ini seperti di sengaja" guman bodyguard tersebut saat melihat mobil itu langsung pergi saat ia menatap nya.


"MR****" guman nya membaca plat yang tertera di mobil tersebut.


"Saya akan masuk" ucap Nana dengan senyum nya dan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam gedung tersebut dan menuju ke kelas yoga dan sebelum itu dia mengganti baju nya.


"Apa itu suami mu? Suruh saja dia masuk untuk menemani mu" ucap guru yang memimpin.


"Ah bukan" jawab Nana dengan senyum nya.


"Apa dia hamil di luar nikah hingga tidak ada suami yang menemani nya?"


"Dia juga terlihat masih sangat muda"


"Anak muda jaman sekarang bisa bisa nya berpacaran hingga melewati batas dan hamil seperti ini"


"Iya, Memalukan sekali jangan sampai nanti anakku sama seperti nya"


"Sudah sudah" tegur pemimpin saat mendengar umpatan seluruh ibu ibu yang ada di dalam kelas nya sedangkan Nana dia hanya menanggapi nya dengan senyuman.


"Mana istriku? Apa dia baik baik saja?" tanya Ryhan kepada bodyguard yang berdiri di depan kelas itu.


"Wah siapa itu?"


"Tampan sekali pria itu"


"Penampilan nya juga sangat keren terlihat bukan orang biasa"


"Iya, Apa dia memiliki istri di sini atau suami ibu pembimbing?"


"Nona di dalam tuan dan dia baik baik saja" jawab bodyguard tersebut.


Ryhan yang mendengar jawaban tersebut langsung melepaskan sepatu nya dan berdiri di depan mencari cari istri nya tanpa memperdulikan siapapun yang memperhatikan nya sedangkan Nana dia nampak tidak terlalu berharap akan kehadiran suami nya dia tidak memperdulikan apapun ucapan orang yang memuji orang tadi dan menatap ke perut nya.


.


.


.


.


.


.