Dear D

Dear D
Episode 56



"Milik siapa ini?" teriak nya dengan wajah kesal nya. Semua orang kembali membalikkan tubuh dan menatap ke arah Nana.


"Milikku, Kenapa?" tanya wanita tadi dengan wajah melawan nya.


"Ini tempatku pindahkan tas mu dari sini" jawab nya dengan wajah datar nya.


"Siapa memang nya kau? Berani nya kau mengusir ku" ucap wanita itu dengan berjalan mendekat ke arah Nana.


"Ini tempat dudukku makanya aku berani" Nana yang masih bisa menahan amarah pun hanya berbicara dengan wajah datar saja.


"Tidak ada nama mu di sini" ucap wanita tadi lagi dengan menatap datar ke arah Nana.


"Apa yang terjadi?" Qori yang baru saja sampai pun kebingungan akan kelas nya yang di penuhi gerombolan lelaki biasa gerombolan perempuan yang selalu berkerumun di depan kelas nya.


"Itu Nana dan murid baru sedang berdebat" jawab salah satu lelaki.


"Berdebat? maksud mu?" tanya Qori dengan wajah kebingungan nya.


"Murid baru mengambil tempat duduk Nana makanya mereka berdebat sekarang" jawab lelaki tadi kembali.


"Permisi" Qori manerobos masuk hingga dia dapat masuk ke dalam.


"Memang tidak ada nama" jawab Nana.


"Bagaimana kau membuktikan jika ini adalah tempat mu?" tanya wanita tersebut kembali.


"Aku sering duduk di sini dan itu memang sudah tempat ku dari awal" jawab Nana dengan wajah datar nya.


"Hey" ucapan datar dari mulut lelaki yang terdengar sangat familiar membuat Nana dan juga wanita tadi langsung menoleh ke samping.


"Memang nya kau pikir kau itu sopan mengambil tempat duduk orang?" tanya nya dengan wajah datar nya dan kaki yang melangkah mendekat ke arah Nana dan juga wanita tadi.


"Kenapa ramai sekali di depan kelas?" guman Ryhan yang baru saja sampai di sekolah dan langsung mencari Nana.


"Memang nya ini tempat duduk siapa? Memang nya ada bukti jika ini milik wanita ini?" tanya wanita tadi dengan wajah datar nya yang nampak melawan akan Qori.


"Dia sudah lama duduk di sini dan kau anak baru cari tempat duduk baru untuk belajar jangan membuat masalah di sini" ucap Qori dengan wajah datar nya menatap wanita tersebut.


"Dira?" Ryhan yang baru saja sampai sontak saja langsung memanggil nama Dira akibat kaget akan Dira yang hadir di sekolah yang sama lagi dengan nya.


Nana yang mengenali suara itu kembali menatap ke samping begitupun dengan Dira yang juga menatap ke belakang tapi tidak dengan Qori yang hanya menatap datar ke arah wanita tadi.


"Ryhan" sapa balik Dira yang langsung berlari mendekat ke arah Ryhan dan langsung memeluk lengan Ryhan. Mata Nana membulat akan hal itu, Dia tidak suka jika lelaki nya di sentuh oleh wanita lain.


Tangan kecil wanita itu nampak menggepal menandakan jika dia kesal akan wanita itu. "Berani nya.." Nana yang geram dan melangkahkan kaki nya ke depan pun terhenti akibat Qori yang langsung menangkap tangan nya.


"Mau kemana kau? wanita itu akan aku usir, Duduk" ucap Qori.


Nana langsung menoleh ke arah Qori dan langsung teringat akan diri nya yang sekarang berada di sekolah. "Astaga aku lupa jika aku sekarang di sekolah" guman nya dan langsung melepaskan tangan Qori dari tangan nya dan langsung berjalan ke belakang.


"Lepaskan" Ryhan menepis kasar tangan Dira yang menempel di tangan nya dan kembali memperhatikan wanita nya. Nana membalikkan tubuh nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi di sebelah meja Ryhan.


Ryhan tersenyum akan wanita nya yang kembali ke tempat duduk nya semula dan itu membuat Dira langsung membalikkan tubuh nya dan melihat apa yang membuat Ryhan tersenyum dan ternyata itu adalah Nana.


Ryhan melangkahkan kaki nya menuju ke belakang dengan langkah kaki biasa saja, Tidak cepat dan tidak pula lambat. Ryhan tidak menyapa saat diri nya berada di smping wanita nya dan memilih untuk langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi.