Dear D

Dear D
Episode 134



"Rumah nenek mu kan bagus, Untuk apa lagi membangun rumah baru?" tanya Nana yang ingat akan rumah nenek yang besar, Memiliki empat lantai dan hanya di tempati oleh Ryhan dengan perlengkapan yang sangat lengkap seharus nya mereka tidak perlu lagi membongkar rumah almarhum ayah Nana dan tinggal di sana saja.


"Rumah nenek ya?" ucap Ryhan dengan wajah sedikit kebingungan memikirkan apa itu aman atau tidak untuk nya meninggalkan istri nya.


"Bisa di bilang rumah nenek sangat luas dan bisa menampun beberapa bodyguard, Asisten rumah tangga dan juga satpam, Memang nya kau tidak keberatan jika tinggal di sana?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah istri nya.


Nana langsung membalikkan tubuh nya hingga membuat Ryhan melonggarkan pelukan nya dan saat ini Nana menghadap ke arah nya. "Tidak masalah, Kita bisa kapanpun ke rumah ayah jika begitu dan kita juga bisa tidur di sana tanpa perlu menghawatirkan apapun" jawab Nana dengan senyum nya menatap suami nya.


Hati nya senang saat mendapatkan izin dari suami tercinta nya tersebut. Ryhan membalas senyuman dari istri nya dan memeluk erat tubuh kecil itu. "Baiklah, Aku akan mencarikan bodyguard, Asisten rumah tangga dan satpam terlebih dahulu setelah itu kita baru kembali ke sana" ucap Ryhan dengan menenggelamkan wajah istri nya ke dada bidang nya.


"Terima kasih" jawab Nana dan membalas pelukan dari suami nya tersebut.


"Em. Besok aku juga akan menemanimu jika kau ingin pergi, Kemana pun" balas Ryhan.


"Aku ingin ke rumah besok, Tidak masalah kan?" tanya Nana dan mendongakkan pandang nya menatap suami nya.


"Sama sekali tidak masalah, Yasudah kita harus istirahat, Kau kelelahan seharian ini menemani ku dan tidak istirahat" ucap Ryhan dan mencium dahi istri nya. Nana membalas mencium bibir suami nya dengan hati yang senang dan langsung menenggelamkan wajah nya kembalu di dada bidang suami nya.


Ryhan tersenyum saat melihat senyum bahagia kembali menghiasi wajah cantik istri nya. Dia mengusap lembut kepala istri nya dsn mulai memejamkan mata nya untuk tertidur bersama.


Keesokan hari nya.


Ryhan terbangun dari tidur nya dan langsung mendapatkan istri nya berada di samping nya. Mata lelaki itu menatap tajam wajah istri nya yang nampak bersinar di pagi hari ini dengan sudut bibir yang perlahan terangkat. "Cantik sekali wanita ku" ucap Ryhan dengan suara serak dan kembali memeluk erat tubuh istri nya.


Seolah tidak mau lepas dia mengunci kaki istri nya menggunakan kaki nya. Nana perlahan membuka mata saat merasakan gelombang kasur yang di dapat oleh nya hingga membuat nya bergerak dan terlihat suami nya sedang memeluk nya dan wajah nya sedang berada di leher nya.


"Ryhan kau sudah bangun?" tanya Nana dengan suara yang juga serak.


"Em, Kau tertanggu ya?" tanya Ryhan.


"Tidak, Jam sekarang memang sudah seharus nya bangun" jawab Nana akan pertanyaan suami nya. Ryhan tidak menjawab nya lagi dan mengeratkan lingkaran tangan nya ke pinggang istri nya.


Nana membuang nafas panjang dan mengusap kepala suami nya yang berada di perut nya tersebut. Ryhan sangat merasa nyaman akan perlakuan istri nya dan memejamkan mata bukan karna mengantuk melainkan karna terlalu nyaman.


Nana tidak memejamkan mata nya dan terus saja menatap ke sembarang arah sembari tangan nya terus mengusap kepala suami nya layak nya anak kecil Ryhan malah menggeliat dan mengusap usapkan kepala nya di perut istri nya.


Sudah ada sepuluh menit untuk Ryhan bermanja dengan istri nya dan akhir nya dia mendongakkan pandang nya menatap istri tercinta nya. "Jadi hari ini kita ke rumah ayah?" tanya Ryhan dengan sedikit menaikkan bagian dada nya menatap istri nya.


"Yasudah ayo kita bersiap" ajak Ryhan dan duduk dari baring nya dengan paha yang menghimpit kaki nya. Ryhan langsung menggendong wanita nya yang masih baring dan Nana tidak menolak hal itu dan kedua nya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh masing masing.


Sudah satu jam berlalu akhir nya kedua nya selesai mandi. Nana nampak memasang wajah biasa saja begitupun dengan Ryhan. Kedua nya masuk ke dalam ruang ganti dan bersiap untuk menuju ke rumah ayah Nana. Setelah selesai kedua nya langsung keluar dari ruang ganti dengan Nana yang ke dapur. Ryhan yang melihat istri nya ke dapur langsung menyusul nya dan terlihat istri nya sedang memasak untuk nya.


"Mau masak apa kau?" tanya Ryhan dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang istri nya dan memeluk dari belakang. Ryhan meletakkan dagu nya di bahu istri nya dan hal yang paling sering di lakukan nya saat dagu nya berada di bahu istri nya adalah mencium bau tubuh wangi wanita nya yang tidak di milik oleh siapapun dan tidak bisa di ganti oleh siapapun.


"Hanya mencampurkan selai ke roti tawar" jawab Nana yang saat ini sedang malas untuk memasak.


"Makanlah" ucap Naja dengan menyodorkan roti ke suami nya yang masih menggelayut di tubuh nya.


"Suapi" jawab Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan membalikkan tubuh nya menatap suami nya. Dia langsung menyuapi suami nya roti yang di buat nya tadi begitupun dengan dia yang juga menyuapi diri nya makan makanan milik nya pula.


Ryhan yang nampak manja hari ini sama sekali tidak melepaskan sedikit saja pelukan nya dari istri nya sedari tadi saat istri nya mulai membuatkan sarapan roti hingga saat ini. Nana yang sudah selesai makan meminum susu yang juga di buatkan oleh nya begitupun dengan Ryhan yang di bimbing oleh istri nya meminum susu itu.


"Kau hari ini manja sekali" ucap Nana dengan mengusap kepala suami nya.


"Bukan manja tetapi waktu seperti ini sangatlah susah untuk kita dapatkan, Berlibur di hari kerja membuatku tidak mau berpisah darimu dan selalu ingin berada di sisi mu" jawab Ryhan akan ucapan istri nya yang mengatakan diri nya manja.


"Em memang susah, Apa lagi sekarang kau sudah menjadi manager dan itu tambah sulit untuk kau meluangkan waktu bersama ku" balas Nana dan melepaskan tangan suami nya yang masih melingkar di pinggang nya.


"Em, Jika aku pemilik perusahaan bukankah mudah untuk kita memiliki waktu bersama? Akukan bos nya jadi terserah jika aku ingin masuk atau tidak" ucap Ryhan.


"Tidak seperti itu juga, Kau juga harus sering sering melihat keadaan tempat kerja mu tidak mungkin kau selalu di rumah saja bukan? Ayo kita pergi" ajak Nana yang sudah selesai semua nya dan hanya tinggal berangkat saja.


"Em" jawab Ryhan dan menyusul istri nya.


.


.


.


.