Dear D

Dear D
Episode 173



"Matikan saja, Kau harus istirahat" ucap Ryhan dengan menggenggam tangan wanita nya tersebut.


"Kita tidak tau apa tujuan nya menelpon, Mungkin saja penting" balas Nana dan langsung mengangkat telpon dari mertua nya tersebut.


"Halo ma" sapa Nana saat telpon sudah terangkat.


"Hah?" wajah dan suara yang nampak kebingungan saat mendengar jawaban dari telpon sebrang membuat Merri mengerutkan dahi nya.


"Nana?" tanya Merri yang ingin memastikan nya.


"Iya ma, Ini saya Nana" jawab Nana dengan senyum nya dan tangan yang memainkan rambut suami nya.


Ryhan yang mendapatkan gangguan langsung membaringkan kepala nya di paha istri ny hingga hal tersebut membuat Nana tersenyum menatap nya dan mengusap wajah mulus itu.


"Sayang kau baik baik saja?" tanya Merri yang sedikit kasar tapi Nana tidak menyadari hal tersebut.


"Iya ma, Aku baik baik saja" jawab Nana yang melebarkan senyum nya berpikir jika pertanyaan itu adalah pertanyaan perhatian dari Merri.


"Kau memakan makanan yang aku kirim kan?" tanya Merri kembali.


"Iya, Masakan mama sangat enak, Aku menyukai nya" jawab Nana kembali dengan suara yang terdengar bahagia di telinga Merri.


"Aneh" guman nya.


"Dia berbicara apa?" tanya Ryhan dengan nada rendah dan mata sayup akibat mengantuk.


"Mama baik baik saja kan di sana?" tanya Nana kembali tanpa menjawab pertanyaan suami nya.


"Iya aku baik baik saja" jawab Merri dengan wajah malas nya.


"Oh iya sayang mama tutup dulu telpon nya ya, Papa mencari mama, Jaga kesehatan ya sayang" ucap Merri dan langsung mematikan telpon tersebut dengan berbohong Andra memanggil nya padahal tidak.


"Berani nya kau menjual nama ku, Kau pikir dengan cara licik mu ingin menghabisi cucu ku akan berhasil? Jelas saja tidak, Tidak semudah itu untuk menghilangkan nyawa mereka selama aku masih hidup" guman Andra dengan senyum nya saat bisa mendengar dengan sangat jelas percakapan istri nya dan juga raut wajah nya di komputer nya.


"Mama hanya menanyakan kabar kita dan...."


"Eh? Sudah tertidur?" tanya Nana saat melihat mata suami nya yang sudah terpejam dengan tangan yang melingkar di pinggang nya dan kepala masih saja berada di paha nya.


"Sudah sepatut nya kau istirahat, Aku menyusahkan mu selalu semenjak hamil ini di ketahui" bisik Nana dan mencium pucuk kepala lelaki nya tersebut.


"Wanita yang cukup beruntung memiliki mu yang sama sekali tidak menuntut apapun, Selalu hendak menerima kekurangan ku, Selalu saja mendukung kehendak ku dan juga selalu memanjakan ku, Apakah aku sangat beruntung memiliki mu?" tanya Nana dengan memainkan lekuk wajah suami nya dengan mengusap perlahan.


"Em" Ryhan menggeliat akibat merasakan ada yang geli di rahang nya dengan rahang nya yang bergerak layak nya sedang mengunyah membuat Nana tersenyum melihat nya.


"Teruslah bersama ku, Jangan tinggalkan aku, Sudah cukup beberapa lelaki kesayangan ku di dunia ini meninggalkan ku dan aku tidak mau kau juga ikut meninggalkan ku, Aku sangat mencintai mu Ryhan Alexander Kusuma" bisik nya kembali dan kembali pula mencium dahi lelaki nya tersebut.


"Ah shit bagaimana bisa wanita jalang itu baik baik saja?" teriak Merri dengan kesal nya.


Pranggg


Merri melempar pas yang ada di hadapan nya hingga berceceran di dalam kamar tersebut. "Bagaimana ini bisa terjadi? Seharus nya wanita jalang dan anak itu sudah mati, Kenapa mereka belum mati juga?" teriak Merri kembali.


"Tante apa yang terjadi?" terdengar jelas suara seorang wanita yang memanggil nya tante.


"Itu pasti Dira" guman nya dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar dan membuka nya.


"Sayang akhir nya kau....."


Ucapan wanita itu terpotong saat melihat orang yang datang bukan lah Dira menantu idaman nya. "Dara?" tanya Merri yang sedikit ingat dengan anak itu.


"Ah iya, Untung tante masih ingat saya" jawab Dara dengan senyum nya.


"Mencari Ryhan, Beberapa hari aku ke kantor nya aku tidak menemukan nya makanya aku langsung ke rumah mana tau Ryhan ada tapi ternyata tidak ada dan aku ke sini tadi karna mendengar suara pecahan beling, Apa yang terjadi tan?" tanya Dara dengan menatap lekat wajah Dara.


"Ah tidak apa apa" jawab Merri dengan senyum nya dan langsung keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kamar tersebut.


"Tante" panggil Dira pula yang datang saat ini. Merri dan juga Dara yang mendengar itu langsung menoleh ke arah nya.


Dira nampak bingung dengan siapa yang saat ini berada di hadapan Merri tapi dia tidak memperdulikan nya dan terus saja mendekat ke arah Merri. "Tan, Ada yang ingin aku katakan" ucap Dira dengan senyum nya kepada Merri.


"Mengatakan apa sayang?" tanya Merri dengan nada rendah dan tersenyum lebar menatap Dira.


"Ah tante jika begitu saya permisi dulu untuk kembali ke kantor, Jika Ryhan kembali mohon katakan kepada nya jika aku ke sini, Permisi tan" pamit Dara dengan sopan dan mencium punggung tangan Merri.


"Hati hati" ucap Merri.


"Tante dia siapa?" tanya Dira.


"Mari masuk" ajak Merri kepada Dira dan membawa nya masuk kembali ke dalam kamar agar ucapan demi ucapan nya dan juga Dira tidak di dengar siapapun.


"Huaaa, Termenung dan memainkan rahang nya saja membuatku mengantuk" ucap Nana dengan mengusap akibat melamun sendirian tanpa ada teman mengobrol ataupun berkelahi.


"Iya pun dia tidur seharus nya aku tidak apa apa, Kan aku bisa menggambar tapi dia malah tidur di sini seperti tidak mau lepas" ucap nya kembali yang sedikit mengeluh.


"Ah tapi tidak apa apa, Dia kelelahan juga karna ku" ucap ny kembali dengan kembali mengusap kepala suami nya.


Tok..tok..tok


"Nona makan siang sudah siap" teriak bibi dari luar.


"I..."


"Em" Ryhan menggeliat saat merasakan bantal nya bergerak.


"Ah shit aku lupa dia tidur di paha ku" guman nya dan langsung mengambilkan ponsel nya yang ada di samping nya.


"Saya dan Suami saya belum makan siang, Suami saya tertidur jadi saya tidak bisa meninggalkan nya dan tidak menjawab teriakan anda barusan"


Nana mengirimkan pesan kepada pelayan berharap siapapun pemilik nomor itu bisa membertahu semua nya.


"No..."


Hey jangan ganggu lagi, Nona dan tuan sedang istirahat" ucap pelayan lain yang menerima pesan yang di kirimkan oleh Nana.


"Hah? Kau tau dari mana?" tanya pelayan yang berteriak memanggil tuan dan majikan nya.


"Ini, Nona mengirmkan ini ke ponsel khusus" jawab pelayan tersebut dengan menyodorkan ponsel tersebut kepada pelayan yang berteriak tadi dan pelayan yang berteriak membaca nya dan langsung menganggukkan kepala mengerti dengan pesan tersebut.


"Pantas saja tidak ada sautan, Pasti tuan hampir terbangun saat nona ingin menyaut" ucap pelayan yang berteriak lagi yang mengerti akan Nana.


"Yasudah kembalilah bekerja, Jangan menganggu tuan dan nona lagi, Katakan ke seluruh pekerja agar tidak menganggu mereka" ucap pelayan lain dan langsung berlalu dari sana untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.


.


.


.


.


.