
Wanita nya yang sedang marah malah membuat Ryhan tersenyum bukan takut tapi saat ini tidak ingin menambah amarah tersebut diapun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kembali ke kediaman nya.
Brakkk
"Eh suara apa itu?" tanya Nana.
Ryhan menghentikan mobil nya dan terlihat banyak orang yang berkerumun di sana. "Ayo kita lihat" ajak Nana.
"Tidak usah, Kau ini sedang hamil jika terjatuh nanti bagaimana?" ketus Ryhan.
"Ah pak, Permisi ada kejadian apa di sana?" tanya Ryhan kepada bapak bapak yang melintas di dekat mobil nya yang berhenti.
"Mobil menabrak mobil pak" jawab bapak itu.
"Hah?" Nana nampak bingung saat mendengar jawaban tersebut.
"Seperti nya mobil yang di depan sedang menyerempet makanya terjadi tabrakan dan mobil yang di serempet sedang melaju dengan kencang" ucap bapak itu saat melihat wajah bingung dari Nana.
"Ah baiklah terima kasih pak" jawab Ryhan dengan senyum nya, Meskipun tidak terlalu mengerti dia tidak mau berlama lama di sana. Bapak tadi langsung berlalu dari sana dan Ryhan nampak menatap spion nya menunjukkan banyak nya orang yang berkerumun tapi mata nya tertuju kepada orang yang nampak kesakitan dan menjauh dari kerumunan itu hingga membuat mata nya menyipit memperhatikan dengan jelas apa yang di lakukan orang itu.
Orang tadi masuk ke dalam mobil hitam dan mobil hitam tadi langsung melaju dengan kecapatan tinggi meninggalkan lokasi itu.
"Hey kenapa masih belum jalan? Kau mau turun?" tanya Nana kepada suami nya yang termenung.
"Ah tidak" jawab Ryhan dan kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang kembali.
Nana nampak memperhatikan jalanan yang di lewati nya dan mata nya mengikuti minimarket yang tengah mereka lewati hingga membuat Ryhan sadar akan kepala istri nya yang sudah memutar dan menghentikan mobil nya. "Kau mau membeli sesuatu?" tanya Ryhan.
Nana langsung menoleh ke arah nya dengan semangat dan langsung menganggukkan kepala nya. "Kenapa tidak bilang?" tanya Ryhan dan memundurkan mobil nya dengan perlahan hingga berhenti tepat di depan minimarket tersebut.
Nana yang sudah berada di sepan minimarket langsung membukakan pintu mobil. "Eits kau mau kemana?" tanya Ryhan menghentikan wanita nya yang hendak keluar.
"Masuk ke dalam" jawab Nana dengan wajah mengiba.
"Biar aku saja, Kau mau beli apa?" tanya Ryhan dan membukakan sabuk pengaman nya.
"Aku mau ikut" jawab Nana.
"Tidak, Kau di sini saja, Kau mau beli apa biar aku belikan" ucap Ryhan kembali.
"Tidak aku mau ikut" jawab Nana yang ngotot ingin ikut masuk.
Ryhan membuang nafas kasar akan istri nya yang keras kepala itu. "Baiklah" Ryhan mengalah dengan wanita nya yang terus saja bersikeras ingin ikut keluar dan langsung keluar dari mobil begitupun dengan Nana.
Saat hendak menuju ke pintu keluar dekat istri nya Ryhan sudah melihat wanita nya berada di luar. "Ayo" ajak Nana dengan girang nya dan berjalan masuk ke dalam minimarket tersebut.
Ryhan yang tidak berani melepaskan istri nya di tengah keramaian sendirian langsung menyusul nya dan berjalan di samping nya dengan tangan nya yang melindungi belakang tubuh istri nya agar tidak ada yang menabrak, Jikapun ada tangan nya dahulu yang di tabrak dan menahan agar tidak menabrak istri nya.
Nana mengambil keranjang. "Kemari biar aku yang memegang nya" ucap Ryhan dengan mengambil keranjang tangan bukan roling.
Nana tidak menjawab nya dan berjalan menuju ke tempat makanan. Nana nampak melihat dari atas hingga ke bawah rak makanan yang ada di minimarket tersebut hingga ada beberapa orang yang lewat membuat Ryhan berdiri di belakang istri nya untuk melindungi wanita nya tersebut."Ah shit" umpat Ryhan saat orang mendorong dorong tubuh nya hingga hampir terdorong dengan istri nya tapi sekuat tenaga dia menahan nya.
"Aku tidak sampai mengambil itu" ucap Nana dengan menunjuk ke makanan yang berada paling atas.
Banyak nya orang di sana langsung menyingkir dan memberikan ruang lebih untuk Ryhan dan juga Nana hingga membuat Ryhan kembali tenang dan mengambil keinginan istri nya dan memasukkan nya ke dalam ranjang. Nana yang sudah mendapatkan keinginan satu kembali melangkahkan kaki nya berkeliling kembali begitupun dengan Ryhan yang jaket nya ia letakkan di tangan nya yang berada di belakang tubuh istri nya.
Banyak nya orang di minimarket tersebut bisa sangat jelas membaca tulisan itu hingga membuat orang orang yang melihat nya tersenyum dan ada juga beberapa yang iri. "Kau mau eskrim juga?" tanya Nana kepada suami nya.
"Tidak, Cepatlah di sini sangat ramai" ucap Ryhan yang masih saja menghawatirkan istri nya tanpa memikirkan diri nya ataupun tangan nya yang sedikit lelah itu.
"Em" Nana menganggukkan kepala nya dan mengambil satu eskrim dan setelah itu berjalan menuju ke kasir.
"Suami mu sangat perhatian ya nak" ucap ibu ibu kepada Nana hingga membuat Nana sedikit kebingungan dan menatap ke suami nya.
"Pasangan yang serasi sekali"
"Iya, Suami nya sangat perhatian" ucap beberapa ibu ibu lagi yang lewat di samping nya yang nampak menuju ke kasir juga.
Nana menatap ke arah suami nya dengan tatapan bingung. "Sudah ayo cepat kita harus membayar ini" ucap Ryhan saat melihat tatapan bingung wanita nya yang tidak mengetahui apapun.
Nana tidak menjawab nya dan melangkahkan kaki nya menuju ke kasir dan masih banyak antrian di belakang nya hingga membuat orang di belakang mereka mengatai mereka.
"Suami kakak sungguh sangat perhatian" ucap anak muda yang berada di belakang nya dengan senyum nya entah senyum mengejek atau benar benar kagum dengan perhatian yang di berikan Ryhan itu.
"Hah? Nana? Ryhan?" guman Dara saat melihat Nana dan juga Ryhan.
"Kalian juga sangat cocok, Cukup iri dengan keharmonisan rumah tangga kalian" ucap orang lain pula.
Dara langsung membaca tulisan yang ada di punggung Ryhan. "Istri saya sedang hamil mohon untuk berhati hati" ucap nya dengan nada pelan membaca tulisan itu.
"Apa maksud nya?" tanya Dara. Ryhan membayar barang barang istri nya tadi dan langsung keluar bersamaan dengan istri nya dengan posisi masih sama seperti awal.
Dara langsung menghampiri kedua nya saat melihat kedua nya hendak berlalu. "Na" sapa Dara hingga membuat langkah kaki Nana dan juga Ryhan terhenti.
Mata Dara menatap perut Nana yang saat ini sudah membuncit. "Mereka menikah dan ingin memiliki anak?" guman wanita itu.
"Iya, Ada apa?" tanya Nana dengan sedikit senyuman nya.
"Ah tidak, Aku tadi membaca tulisan di punggung Ryhan, Apa kalian sudah benar benar menikah? Dan hamil anak Ryhan?" tanya Dara dengan menatap lekat wajah Nana dan juga Ryhan secara bergantian.
.
.
.
.
.
.