
"Kau benar tidak mau? Bagaimana jika ada yang memberikan ciuman nya kepada ku saat setiap aku berangkat bekerja?" tanya Ryhan dengan senyum nya kembali mencoba mengancam istri nya dengan hal tersebut.
"Mau aku potong kepala mu agar tidak ada yang bisa mencium mu hah?" ketus Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut.
"Makanya cepat cium aku" ucap Ryhan dengan menengadahkan kepala nya dan memajukan bibir nya agar istri nya mencium nya.
"Shit" umpat Nana dengan sedikit kesal membuat Ryhan yang mendengarkan nya kembali tersenyum. Nana menundukkan sedikit tubuh nya dan mencium sekilas bibir suami nya tapi baru saja dia hendak melepaskan bibir Ryhan menahan tengkuk nya menggunakan tangan nya dan ******* habis bibir nya.
Nana yang sedikit kesal di awal menerima perlakuan itu toh dia juga merindukan nya, Semenjak kehamilan nya di konfirmasi dia dan suami nya sama sekali tidak pernah melakukan kewajiban masing masing.
Ryhan terus saja ******* bibir wanita nya hingga merasa nafas nya hendak habis dan melepaskan ciuman tersebut. Ryhan langsung tersenyum begitupun dengan Nana. Perlakuan yang sangat sederhana di lakukan oleh nya saat ini membuat suami nya langsung tersenyum kepada anya tidak seperti dulu itu isi pikiran nya jika dia membalas senyuman suami nya.
Ryhan menurunkan tubuh istri nya kembali ke lantai hingga Nana kembali berdiri normal. "Aku akan berangkat jaga diri baik baik" ucap Ryhan dengan senyum nya dan mengambil tas yang ada di atas sofa.
Nana menganggukkan kepala nya. Ryhan melangkahkan kaki nya keluar dari kamar dan Nana mengikuti nya. "Kau mau kemana?" tanya Ryhan.
"Mengantarmu" jawab Nana dengan senyum nya.
Ryhan membalas senyuman tersebut dan melingkarkan tangan nya di pinggang istri nya dan keluar bersamaan. "Aku akan pergi" ucap Ryhan dengan senyum nya.
"Dua kali" ucap Nana yang menghitung nya. Ryhan di buat tertawa mwndengar itu hingga membuat Nana juga ikut sedikit tertawa tapi tidak mengeluarkan suara nya sama sekali.
Ryhan melepaskan tangan nya dari pinggang istri nya dan langsung mencium pucuk kepala wanita nya tersebut. "Aku mencintai mu" bisik nya setelah mencium dahi wanita nya tersebut.
Nana tersenyum lebar menatap suami nya tersebut. "Hati hati" ucap Nana dengn bibir yang masih tersenyum lebar.
"Kau tidak mau membalas ucapan ku tadi?" tanya Ryhan.
"Sudah cepat pergi bekerja, Nanti kau terlambat" jawab Nana dan mendorong suami nya tersebut.
"Balas dulu ucapan ku tadi" ucap Ryhan kembali.
"Aku mencintai mu juga" balas Nana dengan senyum malu nya dan wajah sedikit memerah. Ryhan tersenyum melihat wajah istri nya yang memerah dan tidak mau lagi menggoda nya dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Jaga istriku dengan baik, Jika terjadi sesuatu sedikit saja dengan nya akan aku balas nanti" ucap Ryhan kepada bodyguard.
"Baik tuan" jawab bodyguard tersebut.
"Aku berangkat" pamit Ryhan kembali.
"Tiga" ucap Nana dengan melototkan mata nya ke arah suami nya yang berada di dalam mobil itu. Ryhan kembali di buat terkekeh dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor nya.
Nana yang sudah melihat mobil suami nya menjauh melangkahkan kaki nya keluar dari pekarangan rumah dengan diikuti oleh beberapa bodyguard, Nana menuju ke butik nya dan masuk ke dalam dan terlihat dengan sangat jelas jika butik itu selalu bersih. Nana memilih menuju ke ruang belakang yakni dapur dahulu untuk mencoba kemampuan yang sudah ia pelajari beberapa minggu ini dengan buku desain yang di bawa oleh nya.
"Desain kemeja lelaki?" guman nya saat melihat halaman buku yang di buka nya adalah gambar desain kemeja lelaki.
"Tidak apa apa, Akan aku coba" ucap nya dan memulai menjahit nya. Dengan wajah serius dan teliti dia menjahit dan menggunting bahan yang ada di hadapan nya.
"Nona anda jangan jangan sampai kelelahan" ucap bodyguard kepada Nana.
"Iya" jawab Nana.
"Sudah lama pak Ryhan tidak masuk bekerja semenjak dia dan Nana pergi dari restoran waktu itu"
"Mereka sebenar nya ada hubungan apa?"
"Kenapa mereka bisa tidak masuk bersamaan dan di mana Nana? Kenapa dia tidak masuk lagi?"
"Mungkinkah di pecat karna sudah lama tidak hadir?"
"Hem, Waktu itu Nana sakit kepala dan pak Ryhan membantu nya dan langsung membawa nya pergi, Semenjak itu kedua nya tidak masuk dan sekarang pak Ryhan masuk sedangkan Nana tidak, Apa yang terjadi dengan mereka berdua? Sungguh sangat membingungkan" guman Ten yang selalu setia menunggu kedatangan Nana kembali ke kantor.
"Ryhan" panggil Dara hingga membuat Ryhan menghentikan langkah kaki nya. Dara yang melihat langkah kaki Ryhan berhenti berlari kecil mendekat ke arah nya.
"Akhir nya aku menemukan mu" ucap Dara yang cukup bahagia menemukan Ryhan yang di cari nya selama ini.
"Ada apa kau kemari?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Ah maaf pak, Ini adalah buk Dara anak direktur perusahaan A yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap Jony yang menjelaskan nya kepada Ryhan.
"Ada jadwal dengan nya hari ini?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Iya pak" jawab Jony pula. Ryhan tidak menjawab nya dan kembali melangkahkan kaki nya dan masuk ke dalam ruangan nya.
"Setelah meating aku akan membagikan ini kepada seluruh orang" guman Ryhan dengan senyum nya menatap paperbag yang berisikan brosur butik istri nya.
"Sudah di siapkan seluruh nya?" tanya Ryhan dengan masih saja dengan wajah datar nya.
"Sudah pak" jawab Fany. Ryhan kembali melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke ruangan meating bersama dengan Dara dan asisten nya yang mengikuti dari belakang.
Seluruh nya masuk ke dalam ruang meating dan Fany menjelaskan apa yang harus di jelaskan dengan di bantu oleh Jony dan juga Ryhan sedangkan Dara dan asisten nya nampak memperhatikan dan memahami apa yang di katakan oleh mereka hingga berselang waktu sayu jam untuk mereka berada di sana membahas proyek yang akan di kerjakan beberapa waktu lagi.
"Terima kasih, Semoga lancar hingga akhir" ucap Ryhan yang memaksakan senyum nya kepada Dara.
"Tidak perlu sungkan, Kau adalah teman ku" jawab Dara dengan senyum tulus nya. Ryhan yang tidak senang akan hal tersebut langsung melepaskan tangan nya.
"Baiklah mari saya antar anda dan asisten anda ke bawah" ucap Ryhan yang memiliki urusan di bawah.
"Tidak perlu buru buru Ryhan, Kita bisa mengobrol sebentar" ucap Dara yang mendekat ke arah Ryhan. Asisten nya yang melihat hal tersebut langsung mengajak Jony dan juga Fany keluar dari tempat tersebut sedangkan Ryhan menatap datar ke arah Dara yang saat ini berada di hadapan nya.
"Saya memiliki urusan lain, Jika tidak ingin di antar ke bawah saya permisi" pamit Ryhan dengan wajah datar nya dan melangkahkan kaki ke arah pintu tapi Dara menghalangi nya.
"Ryhan, Aku sudah mencari mu beberapa hari ini" ucap Dara.
.
.
.
.
.