Dear D

Dear D
Episode 128



Ryhan menatap ke istri nya dan nampak wanita itu memang tidak kuat memakan makanan yang ia sodorkan. "Baiklah, Duduk di sana dan temani aku akan" ucap Ryhan dengan senyum nya menatap istri nya.


"Baik" jawab Nana dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


Ryhan membuka kotak makanan yang ada di hadapan nya dan berdiri dari duduk nya. Dia mendudukkan tubuh nya di samping istri nya dengan membawa berkas yang tidak di ketahui nya berkas apa. "Kenapa kau malah duduk di sini?" tanya Nana dengan nada rendah akibat kurang mood ingin berdebat saat ini.


"Tidak apa, Hanya ingin berdekat dengan mu" jawab Ryhan dengan senyum nya menatap istri nya. Nana membuang nafas panjang dan menatap ke sembarang arah sedangkan Ryhan memulai makan nya.


"Ryhan" panggil Nana.


"Em" jawab Ryhan dengan mulut yang baru saja di isikan oleh makanan.


"Aku--" ucap Nana yang sedikit ragu mengatakan nya kepada suami nya.


"Kau? Kenapa?" tanya Ryhan dengan menatap bingung suami nya.


"Aku..."


"Pak..."


"Ah maaf menganggu" ucap Jony saat melihat Ryhan yang sedang menatap lekat wajah Nana. Nana sontak langsung berdiri dari duduk nya dengan memegang berkas yang ada di antara nya dan juga suami nya tadi.


"Sama sekali tidak menganggu pak, Saya hanya bertanya tentang pekerjaan ini tapi pak Ryhan sudah menjawab, Saya permisi" pamit Nana dan langsung keluar dari ruangan suami nya dengan membawa berkas yang ada di antara nya dan suami nya tadi.


Ryhan menatap tajam Jony yang berada di dekat pintu sedangkan Nana mendudukkan tubuh nya di atas kursi kerja nya. "Maaf pak" ucap Jony dengan senyum tanpa dosa menatap Ryhan.


Ryhan berdiri dari duduk nya dan mendudukkan kembali tubuh nya di atas kursi kerja nya. "Duduk kau" ucap Ryhan dengan wajah kesal nya akibat Jony yang menganggu nya dan juga istri nya.


"Pak jika masih ingin berdua dengan nona saya akan kembali keluar, Nanti saja masalah ini" ucap Jony.


"Kau sudah merusak suasana, Aku tidak tau dia ingin mengatakan apa tadi itu karna mu" ucap Ryhan dengan melototkan mata nya menatap Jony.


"M-maaf pak, Saya panggilkan kembali nona Nana ya?" ucap Jony.


"Kau sedang apa Na?" tanya Ten. Nana menatap ke arah Ten begitupun dengan Ryhan dan Jony menatap ke arah nya.


"Em. Tidak sedang apa apa" jawab Nana dengan senyum yang nampak tidak begitu iklas dan nampak kelelahan dan setelah itu menatap ke depan dan terlihat Ryhan dan Jony menatap nya.


"Aku sedang bekerja, Kembalilah ke tempat mu" ucap Nana dengan nada rendah.


"Kau tau jika pak Ryhan nanti malam mengajak kita makan malam?" tanya Ten yang sudah mendapatkan informasi.


"Em" jawab Nana dengan mata yang menatap ke komputer dan tangan yang mengotak atik keyboard.


"Baiklah jika kau tau, Kita berangkat bersama saja nanti" ucap Ten dengan girang.


"Tidak berjanji" jawab Nana. Senyuman Ten langsung menghilang saat mendengar jawaban dari Nana.


"Hey kembalilah bekerja ke tempat mu" ucap Fany dengan memukul bau Ten.


"Iya "jawab Ten dan langsung berlalu kembali ke tempat nya.


"Kita bersama saja nanti menaiki bus ke restoran yang di katakan pak Ryhan Oke?" tanya Fany dengan senyum ramah.


"Yasudah semangat bekerja" ucap Fany. Nana membalas senyuman nya dan Fany pun langsung berlalu dari sana. Nana menatap ke depan sekilas dan setelah itu kembali menundukkan kepala nya saat melihat Jony memperhatikan nya.


"Melihat saja dia tidak mau lagi, Itu semua karna mu" ketus Ryhan dengan melototkan mata nya menatap Jony.


"Saya minta maaf pak atau kita hapus saja peraturan tidak boleh menjalin hubungan dengan sesama pekerja?" tanya Jony yang memberikan ide kepada Ryhan sang bos.


"Tidak usah, Dia hanya satu bulan bekerja di sini, Setelah menerima gaji dia akan menjalani bisnis baru" jawb Ryhan.


"Bisnis? Bisnis apa?" tanya Jony.


"Entahlah aku juga tidak tau, Yang jelas dia suka menggambar dan...."


"Dan apa pak?" tanya Jony yang cukup penasaran akan ucapan Ryhan selanjut nya.


"Kau kenapa masih di sini? Kembali bekerja" ketus Ryhan yang sadar akan seharus nya tidak di katakan kepada siapapun tujuan istri nya.


"Saya ingin mengantarkan ini pak, Proposal yang bapak minta" ucap Jony.


"Bukannya ini tugas Fany? Kenapa malah kau yang mengurus nya?" tanya Ryhan.


"Dia meminta saya memeriksa nya tadi dan setelah di periksa dia bilang suruh langsung saja mengantarkan nya ke bapak makanya langsung saya antar" jelas Jony.


"Kau belum makan siang?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya akibat tau akan Jony pasti tidak makan siang karna mengecek proposal yang dia minta.


"Belum pak" jawab Jony.


"Ini makanlah" ucap Ryhan dan menyodorkan makanan yang seharus nya untuk istri nya tapi istri nya sudah selesai makan.


"Terima kasih banyak pak, Kalau begitu saya permisi kembali ke tempat" pamit Jony dan menerima dengan senang hati makanan yang di berikan oleh Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan membiarkan asisten nya itu pergi.


Ryhan memasukkan proposal yang di berikan Jony tadi ke dalam tas nya dan setelah itu kembali memperhatikan istri nya. Wajah yang nampak serius sangat terlihat oleh Ryhan saat melihat istri nya yang tidak di ketahui oleh nya sedang apa. "Dia tadi ingin mengatakan apa?" guman Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita nya yang sedang sedikit menunduk dan tidak menatap nya.


"Bagaimana jika aku katakan saja jika di rumah ada gudang yang di kunci dan isi nya modal dan alat untuk nya belajar menjahit? Apa aku katakan atau tidak?" guman Ryhan yang cukup bingung harus mengatakan nya atau tidak.


"Jika aku mengatakan nya aku akan berpisah dari nya dengan dia yang sibuk dengan butik nya nanti dan aku sibuk dengan kantor papa, Bagaimana ini?" guman nya kembali yang cukup bimbang untuk berpisah dengan istri nya.


"Ayah suka mengajarkan ku menggambar dahulu begitupun dengan kak Rendi, Entah kenapa mereka mengajarkan ku menggambar tapi aku sudah sangat menyukai menggambar apalagi menggambar gaun seperti ini, Cukup cantik" guman Nana dengan tersenyum menatap gambaran nya.


"Apa yang di senyumkan oleh nya?" guman Ryhan saat melihat istri nya yang tersenyum.


"Mungkin kehebatan menggambar ku menurun dari ayah dan tidak mungkin dari ibu karna ibu tidak pernah menampakkan diri setelah aku lahir, Mungkin" guman Nana dengan senyum yang langsung menghilang.


"Kenapa lagi senyum nya hilang?" guman Ryhan kembali yang masih penasaran apa yang membuat senyum istri nya hilang timbul.


"Shit kenapa kau malah memikirkan wanita tidak pinya hati seperti nya itu? Kau saja tidak tau bentuk nya tapi kau memikirkan nya" umpat Nana dengan memukul kepala nya yang memikirkan ibu nya yang entah bagaimana bentuk nya itu.


.


.


.