Dear D

Dear D
Episode 135



"Tidak seperti itu juga, Kau juga harus sering sering melihat keadaan tempat kerja mu tidak mungkin kau selalu di rumah saja bukan? Ayo kita pergi" ajak Nana yang sudah selesai semua nya dan hanya tinggal berangkat saja.


"Em" jawab Ryhan dan menyusul istri nya.


Kedua nya langsung keluar dari apartemen menuju lift dan masuk ke dalam lift yang kosong. Kedua tangan orang itu sama sama menggenggam satu sama lain layak nya tidak ingin terpisah mereka bergandengan hingga berada di mobil.


Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah ayah mertua nya yakni rumah di mana dia tempati saat awal awal menikah dengan istri nya.


Nana nampak menatap ke luar jendela sedangkan Ryhan pokus ke kemudi sesekali menatap ke arah istri nya. Hanya memerlukan waktu tiga puluh menit akhir nya mereka sampai di rumah ayah Nana. Nana langsung turun dari mobil di ikuti oleh Ryhan dari belakang nya. Nana membuka pagar rumah nya dengan sedikit kesusahan.


Ryhan yang melihat istri nya kesusahan membuka pagar pun langsung membantu nya hingga pagar terbuka. Saat pagar terbuka kedua nya langsung masuk ke dalam pekarangan rumah dan Nana langsung mengambil kunci rumah dan langsung membuka nya. "Berdebu sekali" ucap Nana saat melihat rumah yang sudah lama tidak di tempati nya sangat berdebu.


"Eh jangan biar nanti aku carikan orang membersihkan nya" ucap Ryhan dengan menghentikan istri nya yang hendak membersihkan rumah tersebut.


"Tapi.."


"Tidak usah, Kau mengatakan ingin ke sini untuk membuka gudang bukan?" potong Ryhan saat istri nya hendak membantah ucapan nya.


"Iya" jawab Nana.


"Yasudah bukalah, Aku akan menemani mu ke dalam" perintah Ryhan. Nana mengiyakan nya dan berjalan menuju gudang yang tidak jauh dari ruang utama dan tidak jauh pula dari dapur.


"Sebentar" ucap Ryhan yang menghentikan istri nya yang hendak masuk terlebih dahulu. Nana tidak menjawab nya dan membiarkan suami nya masuk terlebih dahulu.


Ryhan menatap ke sekeliling untuk memastikan jika tempat itu aman dan dia tidak menemukan hal aneh di sana. "Masuklah" perintah Ryhan kembali saat dia yakin jika tidak ada apa apa.


Nana tidak menjawab nya dan masuk ke dalam gudang tersebut. "Apa ini?" tanya Nana saat melihat benda yang tertutup kain putih di dalam gudang tersebut dan itu nampak cukup besar.


"Bukalah jika kau penasaran" ucap Ryhan. Nana menganggukkan kepala nya dan membuka kain tersebut dan terlihat benda itu adalah mesin jahit.


"Mesin jahit? Untuk apa?" tanya Nana dan menatap suami nya yang hanya tersenyum menatap nya. Ryhan nampak belum menjawab pertanyaan istri nya dan membuka lemari yang ada di dalan gudang tersebut dan mengambil kotak yang pernah ia lihat dan ada surat di dalam nya yang belum ia baca.


"Tidak usah hawatir, itu bukan bom" ucap Ryhan saat melihat istri nya yang cukup bingung dengan kotak yang ia sodorkan tadi.


Nana tidak menjawab nya dan kembali menatap ke kotak yang di berikan oleh suami nya dan membuka kotak tersebut. Dia melihat ada amplop berwarna coklat dan juga amplop berwarna putih. Nana kembali menatap ke arah suami nya, Ryhan tersenyum mencoba menjawab tatapan istri nya yang nampak masih ragu itu.


Nana meletakkan kotak tadi di atas mesin jahit yang ada di samping nya dan mengambil amplop berwarna putih terlebih dahulu. Nana membuka nya dan sangat terasa saat dia membuka amplop itu amplop itu masih bersegel tidak ada yang membuka nya.


"Untuk Delina adikku


Del kakak minta maaf sudah menyiksa mu dengan menyuruhmu belajar hingga larut malam dan selalu menyuruh mu membaca buku supaya kau pintar, Tapi kakak sadar bakat mu bukanlah di belajar dan nilai melainkan bakat mu di melukis. Kaka selalu melihat lukisan yang pernah kau gambar, Kau memiliki hoby yang sama seperti mama, Mama juga menyukai melukis dan menggambar sama seperti mu. Kakak pastikan kau membaca ini saat kakak sudah tiada karna kakak tidak lagi melarang mu untuk masuk ke dalam gudang dan sekarang kakak yakin kau penasaran dengan isi gudang dan menemukan surat dan uang yang selama ini kakak kumpulkan untuk mu...."


Nana menghentikan membaca nya dan mengambil amplop berwarna coklat pula dan langsung membuka nya dan benar saja di dalam nya terdapat banyak uang yang berlembatan seratus ribu. Nana menatap ke arah suami nya dan terlihat lelaki itu hanya melebarkan senyuman nya menatap nya. Nana kembali melanjutkan membaca surat yang sudah ada di tangan nya tersebut.


"Untuk memulai usaha saat kau sudah menemukan ini kau memerlukan modal, Saat kakak gajian selama kakak bekerja sebagian nya kakak sisihkan untuk modal mu memulai usaha, Kakak melajukan ini agar kau tidak susah seperti kakak. Sebenar nya ayah menyuruh kakak untuk melanjutkan usaha yang pernah bangkrut dahulu tapi kakak tidak mau, Kaka membenci menggambar begitupun dengan menjahit tapi kakak menyukai belajar sama seperti Ryhan. Kakak juga tidak bisa menuntut untuk mu menjadi seperti keinginan kakak, Menuntut mu untuk bisa mendapatkan nilai tinggi, Menuntut mu agar kau bisa menjadi juara kelas dan mendapatkan biayasiswa kakak tidak bisa menuntut itu dari mu dan tidak akan pernah bisa sampai kapanpun dan tidak ada yang bisa menuntut mu seperti itu, Siapapun itu...."


"Hey jangan menangis" ucap Ryhan dan mengusap sudut mata istri nya yang basah akibat menangis.


"Kakak tau semua orang memiliki bakat nya masing masing, Mereka mampu dengan keahlian mereka masing masing, Tidak ada yang bisa memaksakan kehendak dan mimpi orang lain, Kaka yakin kau bisa di bidang ini. Kau memiliki bakat di bidang ini, Tekat yang kau miliki akan membuat mu menjadi orang sukses nanti nya dengan banyak dukungan orang di sekitar mu yang mendukung mu dan menyayangi mu, Tapi kakak minta maaaf tidak bisa menemani kesuksesan mu dan menemani mu saat kelak kau memulai, Tapi kakak yakin tanpa ada nya kakak kau juga akan bisa, Kau hebat dengan keahlian mu sendiri, Kau tidak harus pintar untuk menjadi sukses, Kau bisa sukses dengan bakat mu sendiri.


Jangan takut gagal, Jadikan kegagalan menjadi sebuah pelajaran, Tanpa gagal orang tidak akan bisa sukses. Kakak yakin kau bisa.


Rendi"


Mata wanita itu nampak memerah akibat menangis cukup banyak mengeluarkan air mata membuat mata wanita itu merah. "Kakak benar benar menyayangi ku, Aku pikir tidak, Hiksss" Nana menangis dan langsung berjongkok saat selesai membaca surah dari kakak nya tersebut.


.


.


.