Dear D

Dear D
Episode 78



Nana memperhatikan nya wanita itu nampak takut kedua teman nya berbuat lebih nanti. Ryhan mengangkat tangan nya dan menutupkan mata Nana menggunakan telapak tangan nya. "Tidak penting kau melihat nya, Lebih baik kau pokus untuk ujian nanti" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


Nana yang tidak bisa melihat apa apa di depan langsung menoleh ke arah Ryhan.


"Selamat pagi anak anak" pak wali kelas masuk ke dalam kelas itu. Nana langsung menoleh ke depan dan tidak lagi menatap ke arah Ryhan.


"Shit" umpat Dira yang kesal akan guru yang masuk sedangkan dia masih belum mendapatkan tempat duduk nya di belakang.


"Hari ini ujian pertama kita, Bapak harap nilai kalian tidak akan mengecewakan bapak dan orang tua kalian" pak wali mengoceh sambil memberikan lembaran kertas yang berisi soal dan juga lembar jawaban.


"Bapak hanya memberikan ini kepada kalian, Soal mengawasi nanti akan ada pengawas dari luar yang mengawasi kalian" ucap pak wali saat berada di dekat Nana dan juga Ryhan.


"Nana kerjakan dengan baik ya nak" pak wali menasehati wanita tersebut.


"Iya pak" Nana menerima kertas yang di berikan dan mengisi nama, Nomor ujian dan sebagai nya yang harus di isi setelah selesai dia baru membuka soal ujian dan mulai mengerjakan nya.


"Selamat pagi" pengawas dari luar masuk dan membuat seluruh orang menatap nya tapi tidak dengan Ryhan yang mengacuhkan nya dan tidak memperdulikan nya sama sekali. Nana yang sudah melihat itu langsung mengalihkan pandang nya dan kembali pokus akan pekerjaan nya.


"Tidak terlalu susah" ucap Nana dengan tersenyum merasa mudah dengan soal yang ada. Weny dan Yura yang tidak tau isi dari soal langsung menoleh ke arah Nana yang nampak lancar mengerjakan nya.


"Tumben sekali dia lancar mengerjakan nya" ucap Yura dengan nada pelan.


"Iya, Biasa nya dia yang paling lemot" jawab Weny.


"Apa yang kalian lihat?" tanya pengawas. Weny dn Yura langsung menundukkan kepala nya.


"Tidak pak" jawab kedua nya bersamaan dan itu membuat Nana yang sedang pokus menoleh ke arah nya. Nana kembali melanjutkan mengisi soal hingga selesai. Ryhan murid pertama kali yang menyelesaikan ujian di kelas itu.


"Cepat sekali kau" ucap Nana dengan menengadah menatap Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan berjalan menuju ke depan untuk mengumpulkan lembar jawaban.


"Sudah selesai?" tanya pengawas. Ryhan mengangguk dengan wajah datar nya dan kembali ke belakang, Ryhan membereskan barang barang nya dengan menatap lembar jawaban Nana istri nya yang nampak penuh.


"Aku menunggu mu di bawah" ucap Ryhan dan mengenakan tas nya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Nana tidak menjawab nya dan mempercepat mengisi soal hingga selesai.


Nana berdiri dan membereskan barang barang dan berjalan di dekat Yura dan juga Weny. Wanita itu meninggalkan kertas di atas meja kedua sahabat nya tanpa di ketahui siapapun dan setelah itu kembali melangkahkan kaki nya ke depan. "Sudah selesai?" tanya pengawas kepada Nana.


"Sudah pak" jawab Nana dan meletakkan lembar jawaban nya di atas lembar jawaban Ryhan dan setelah itu langsung keluar. Weny dan Yura membuka kertas yang di berikan oleh Nana kepada mereka dengan hati hati dan mata yang selalu mengawasi pengawas.


Hal yang membuat Nana terlambat keluar adalah menyalin isi milik nya ke dalam kertas lain untuk kedua teman nya makanya dia lambat jika tidak menyalin mungkin dia keluar bersamaan dengan Ryhan. "Shit wanita ini" umpat Dira dan langsung berdiri. Dia langsung meletakkan lembar jawaban nya di atas lembar jawaban Nana dan langsung keluar untuk menyusul Ryhan. Qori bisa melihat langkah kaki Dira yang nampak terburu buru.


Qori hawatir akan Nana yang akan di sakiti oleh Dira nanti nya. Dia ikut mengumpulkan jawaban nya dengan jawaban yang sudah penuh meskipun asalan. "Sudah?" tanya pengawas. Qori tidak menjawab nya dan langsung keluar dengan pulpen milik nya yang di letakkan di saku seragam nya.


"Dari pada aku menunggu terlalu lama dan jawaban nya sama lebih baik aku keluar" jawab Qori dan langsung menuruni anak tangga bersamaan dengan Terie yang juga mengikuti nya dari belakang.


"Kau sudah selesai?" tanya Ryhan saat istri nya sudah turun dari atas.


"Iya" Nana tersenyum menjawab pertanyaan itu.


"Langsung pulang atau kau mau makan dahulu?" tanya Ryhan.


"Ryhan" Dira langsung merangkul lengan kekar lelaki tersebut dan menggelayut di lengan nya.


Nana memasang wajah kesal nya. Ryhan langsung menepis tangan wanita yang sedang menggelayut di lengan nya dengan kasar dan menarik tangan istri nya. "Ayo kita pulang" ajak Ryhan. Qori langsung berlari saat Ryhan hendak membawa Nana pergi dan langsung meraih tangan Nana dan itu membuat Nana dan juga Ryhan menoleh ke arah nya.


"Kau kembali bersama ku" ucap Qori dengan menggenggam erat tangan wanita itu dan menatap datar ke arah Ryhan.


"Dia akan kembali bersama ku" jawab Ryhan dan menarik tangan wanita itu mendekat ke arah nya.


"Kak Anggi mengamanah kan nya kepada ku jadi dia harus kembali bersama ku" Qori ikut menarik tangan Nana. Nana masih belum merasakan kesakitan dan membiarkan kedua nya berdebat.


"Kak Rendi mengamanahkan nya kepada ku dan dia..."


"Sudah cukup" Nana memotong ucapan Ryhan yang ia ketahui akan kemana dan menepis kedua tangan lelaki itu. Kedua pergelangan tangan wanita itu nampak memerah membuat Ryhan menatap ke bawah.


"Sekeras itu aku menarik nya?" guman Qori dan Ryhan bersamaan saat melihat pergelangan tangan Nana yang memerah.


Nana menatap kedua secara bergantian saat tidak mendengar suara kedua nya lagi. Dengan wajah kesal nya. "Aku akan pulang bersama dengan Ryhan, Kau tidak perlu repot repot mengantarkan ku pulang" ucap Nana yang mengambil keputusan sendiri. Ryhan nampak senang akan jawaban wanita nya tapi dia masih memasang wajah datar nya meskipun hati nya saat ini senang sangat senang.


"Tapi...."


"Aku tidak apa apa" potong Nana.


"Kau tidak bisa seenak nya mengambil kekasih ku wanita jalang" teriak Dira dan berjalan mendekat ke arah mereka. Ryhan yang tidak suka akan teriakan itu langsung membalikkan tubuh nya dan melindungi wanita nya dari Dira yang sudah gila itu.


"Apa yang kau katakan tadi?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya menatap wanita itu.


"Wanita jalang ini seenak nya mengambil mu dar ku" jawb Dira dengan wajah kesal nya dan memeluk lelaki itu.


Ryhan langsung menepis tangan wanita itu hingga terlepas dari tubuh nya. "Apa kau tidak sadar? Kau jalang sesungguh nya, Mulut yang tidak bisa di jaga dan mengaku ngaku menajdi kekasih ku sedangkan kau memiliki kekasih di luar bukan? Dan sekarang kenapa kau malah mengatakan wanita ku ini jalang hah?" pertanyaan dengan nada rendah dan wajah datar dari Ryhan membuat Dira terdiam.