
"Astaga kami memang sudah menikah" guman Nana dan menundukkan kepala nya. Hanya beberapa detik dia menundukkan kepala, Kepala nya kembali terangkat oleh tangan Ryhan yang memegang dagu nya.
"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Ryhan dengan nada rendah nya dengan menatap lekat bibir wanita nya yang sangat menggoda itu.
"A..." ucap Nana yang terpotong oleh Ryhan yang langsung melahap mulut nya saat dia membuka mulut. Nana kaget akan itu tapi Ryhan terus saja ******* bibir nya hingga membuat diri nya terpengaruh dan membalas nya sampai sampai tangan nya melingkar di leher suami nya tersebut.
Ryhan yang mendapat pembalasan mulai melakukan apa yang harus ia lakukan, Dia membuka baju wanita nya tersebut hanya Beberapa kancing yang ia buka dan ciuman nya turun ke leher. "Ah" terdengar desahan keluar dari mulut Nana.
Ryhan kaget akan itu tapi dia tidak peduli dan terus saja melanjutkan aksi nya, Ryhan mencium bahu wanita nya dan ingin melakukan lebih dari itu.
Tok...tok..tok
"Paket" teriak orang dari luar yang membuat Nana tersadar akan apa yang ia lakukan dan juga Ryhan, Nana langsung menghentikan aksi nya tapi tidak dengan Ryhan.
"Hey" ketus Nana saat melihat Ryhan yang ingin melucuti seluruh pakaian nya.
"Jangan memperdulikan nya" ucap Ryhan.
"Ryhan" ketud Nana dan mendorong lelaki nya tersebut. Ryhan tidak bisa memaksakan nya dan melepaskan wanita nya tersebut dari pelukan nya.
Nana berdiri dari duduk nya tapi Ryhan yang melihat Beberapa kancing baju wanita nya terbuka pun langsung menarik tanngan nya hingga kembali duduk. "Pakian terbuka seperti ini mana pantas kau keluar" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan kembali mengancing baju wanita nya hingga selesai.
"Ini semuakan karna mu" ketus nya dan langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu. Ryhan yang melihat wanita nya marah pun tersenyum lebar dan menundukkan kepala nya dan setelah itu dia ikut berdiri dan menyusul wanita nya tersebut.
"Atas nama Delina Narselia?" tanya kurir kepada Nana.
"Iya, Saya sendiri" jawab Nana.
"Ini nona paket anda" ucap kurir dan memberikan paket kepada Nana. Nana menerima nya.
"Saya permisi nona" pamit kurir tadi. Nana menganggukkan kepala nya mengiyakan dan kurir pun berlalu dari sana.
"Kau memesan apa?" tanya Ryhan yang tiba tiba muncul di belakang nya dan itu membuat nya kaget.
"Ah astaga" ucap Nana dan memegang dada nya.
Nana membuka paket itu menggunakan gunting dan Ryhan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya tersebut dan melihat apa yang di beli oleh wanita nya itu. "Em, Bagus" ucap Nana dengan senyuman nya saat melihat alat gambar yang ia pesan sesuai dengan keinginan nya.
"Kau memesan alat gambar?" tanya Ryhan.
"Em, Bukannya kau yang menyuruh mengasah kemampuan?" tanya Nana dengan tatapan yang menatap ke alat tersebut dan mengeluarkan nya dari tempat nya.
"Berikan aku melihat nya" ucap Ryhan dan mengambil alih alat gambar itu dari Nana. Nana memberikan nya dan Ryhan menatap bentuk alat tersebut.
"Cukup bagus" ucap Ryhan.
"Em" jawab Nana mengangguk mengiyakan ucapan suami nya tersebut.
Nana kembali mengambil alat gambar dari suami nya dan Ryhan memberikan nya. "Lebih baik kau mencoba menggambar gaun saja" ucap Ryhan yang teringat akan seluruh alat jahit ada di rumah itu.
Nana langsung menoleh ke arah lelaki itu. "Kenapa kau tiba tiba menyuruhku menggambar gaun?" tanya Nana dengan tatapan bingung.
"Tidak apa, Menggambar gaunkan sama saja dengan menggambar biasa hanya memerlukan banyak ide untuk menemukan apa yang ingin kau gambar" jawab Ryhan.
"Iya juga, Tapi menggambar gaun tidak lah mudah" ucap Nana.
"Kau belum mencoba dan kau sudah mengatakan susah? di mana semangatmu?" tnya Ryhan dengan wajah datar nya menatap wanita nya tersebut.
"Bukan seperti itu Ryhan tapi...." ucap Nana yang terpotong oleh Ryhan yang memegang bahu nya dan menatap nya dengan tatapan lekat.
"Percayalah, Kau akan bisa melakukan nya, Aku selalu mendukungmu dan berada di samping mu menemani mu di saat apapun" potong Ryhan dengan tersenyum menatap wanita nya dan membuat Nana ikut tersenyum lebar.
"Huh, Baiklah aku akan mencoba membuat gaun nanti" jawab Nana dengan senyum nya. Ryhan membalas senyuman itu kembali, Dia senang saat mendengar jawaban dari wanita nya tersebut.
"Aku memerlukan penyemangat dalam apapun dan penyemangat itu adalah kau, Aku mencintai mu" guman Nana dengan senyuman nya saat melihat senyuman Ryhan yang sangat mengembang. Ryhan sontak langsung memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
"Memang pada dasarnya seluruh orang yang ingin melakukan apapun memerlukan semangat apa lagi untuk mengejar mimpi mereka dan aku akan menemani mu hingga kau berhasil nanti, Aku berjanji kepada diri ku sendiri" guman Ryhan dengan mata yang terpejam memeluk wanita nya. Dia mengerti akan Nana yang selalu malas akibat tidak ada nya dukungan melainkan tuntutan tapi dia akan merubah hal itu, Dia akan membuat Nana menjadi orang sukses dan menjadi orang hebat agar wanita itu tidak di rendahkan oleh siapapun lagi termasuk ibu nya.
"Terima kasih tuhan sudah memberikan lelaki sebaik Ryhan untukku" guman Nana dan kembali memeluk erat tubuh kekar lelaki nya tersebut. Ryhan yang merasakan semakin erat pelukan dari wanita nya kembali membalas pelukan itu lebih erat lagi.