
Ryhan nampak kesal, Nafas yang terengah engah seperti orang yang baru saja selesai berlari dua puluh kilometer membuat Nana tambah bingung akan lelaki itu. "Del, Apakah kau tidak pernah memiliki kekasih sejak kau lahir ke dunia ini?" tanya Ryhan dengan wajah memerah akibat menahan sedikit kekesalan nya terhadap istri nya yang sama sekali tidak peka terhadap perasaan nya.
"Kau mengejekku?" teriak Nana dengan kesal saat mendengar pertanyaan suami nya.
"Aku bertanya bukan mengejek, Kau seperti tidak pernah memiliki kekasih dari dahulu, Kau tidak pernah berpacaran makanya kau tidak peka dengan perasaan orang lain kepada mu hah?" ketus Ryhan dengan melototkan mata nya menatap istri nya.
Nana juga ikut emosi akan ucapan dan pembicaraan ketus dari suami nya. "Kau itu mengejek, Kau tidak suka kepada ku hah? Kau ada masalah hidup apa dengan ku hingga mengejekku seperti ini?" teriak Nana dengan kesal nya akibat kata kata yang terlontar dari mulut suami nya sendiri.
"Iya aku memang mengejek mu, Wanita yang tidak peka seperti mu bagaimana bisa mendapatkan kekasih" ketus Ryhan dan membuang pandang nya.
Hati wanita itu hancur saat mendengarkan ucapan yang baru saja keluar dari mulut suami nya. "Iya aku memang tidak pernah pacaran sejak dahulu tidak seperti kau yang memiliki kekasih di mana mana" Air mata seketika menetes di wajah cantik itu saat mengatakan hal yang sangat menyakitkan tersebut.
"Asalkan kau tau aku tidak memiliki kekasih bukan karna aku tidak tau orang menyukai ku hanya saja mereka yang menyukai ku bukan kau, Aku menyukai bukan mereka dan kau seenak nya berbicara seperti itu, Apakah tidak pernah memiliki sejak lahir itu salah? Apakah hal tersebut dosa hingga kau menghinaku seperti itu? Perkataan mu tadi itu sangat menyakitkan, Kau berbicara seolah olah tidak ada yang menyukai ku tidak seperti mu, Kau pikir kau itu orang nya peka? Kau tau apa perasaan ku? Kau tau apa yang ada di pikiranku?." teriak Nana dengan kesal dengan air mata yang terus menetes di wajah nya.
Ryhan terdiam saat mendengar teriakan tersebut dan tidak menatap wanita nya. Pikiran nya kacau saat ini setekah mendengar teriakan tersebut. "Sudahlah tidak ada guna nya berbicara dengan mu, Menjijikkan menangis karna ejekan mu" ketus wanita itu dan menghapus air mata yang tersisa dengan kasar.
"Kau sendiri yang tidak peka kau bilang aku, Lelaki seperti aoa yang selalu menyalahkan wanita nya" ketus Nana dan menurunkan kaki nya untuk merendamkan kaki nya di air tapi Ryhan menarik nya.
"Jangan macam macam, Tidak ada orang bunuh diri di sini" ucap Ryhan yang salah mengira.
"Kau pikir aku bodoh ingin membunuh diri hanya karna kau? Lepaskan aku merasakan air di sini lelaki tidak peka" ketus Nana dan menepis tangan yang menahan kaki nya untuk masuk air.
Ryhan membiarkan nya dan menatap sekeliling kapal yang di penuhi pohon dan ada beberapa rumah di sana. Sedangkan Nana hanya diam dan menggoyangkan kaki nya yang berada di dalam air. Ryhan nampak berpikir, Entah berpikir tentang apa tapi nampak nya dia berpikir keras dengan pikiran nya. "Apa kau menyukai ku sejak lama?" tanya Ryhan kepada istri nya.
Nana terdiam, Kaki yang sedari tadi berayun di air terhenti saat mendengar pertanyaan tersebut. "Kenapa kau hanya diam? Aku dengar tadi kau mengatakan jika...."
"Kau pikir saja sendiri mana ada wanita yang mau memberikan seluruh hidup nya kepada lelaki secara cuma cuma, Mereka para wanita yang sudah memberikan seluruh hidup nya kepada lelaki itu tanda nya mereka sangat mencintai lelaki itu kecuali wanita malam" jawab Nana dengan memelankan perkataan wanita malam.
"Jadi maksud mu?" tanya Ryhan yang masih belum mengerti.
"Perjodohan yang terjadi ini tidak di dasari sengan cinta tapi lama kelamaan kesadaran muncul jika aku benar benar mencintai mu, Memberikan seluruh nya kepada mu tidak mudah, Merelakan kehilangan mahkota demi kau tapi itu tidak apa apa kau suami ku jadi tidak masalah" jawab Nana yang masih saja memasang wajah kesal tapi perkataan itu tulus dari hati nya.
"Jadi jika aku bukan suami mu dan kau berpacaran dan aku meminta mahkota mu apa kau ingin memberikan nya?" tanya Ryhan.
"Benarkah?" tanya Ryhan dan mendekat ke arah istri nya.
"Jelas saja benar" ketus Nana yang masih kesal.
"Jika aku mencintai mu juga apakah itu benar?" tanya Ryhan dengan tersenyum mencoba memancing istri nya yang saat ini memiliki suasana hati yang ingin berkata jujur.
"Itu wajib, Kau memang harus mencintaiku karna aku juga mencintai mu" jawab Nana yang masih saja menggunakan nada ketus.
"Astaga apa yang aku bicarakan sejak tadi?" guman Nana yang langsung tersadar saat membuang nafas mencoba menenangkan diri nya
"Shit bodoh, Berbicara hal seperti itu dengan lelaki bukankah memalukan Delina?" guman nya yang kesal kepada diri sendiri dan memukul kepala nya.
"Jadi tidak menjadi masalah bukan pernikahan di usia yang masih sangat muda ini?" tanya Ryhan dengan tersenyum dengan kedua kaki nya yang mengunci tubuh istri nya agar tidak pergi dari nya.
"Awal nya menjadi masalah untukku, Aku membenci mu saat awal tapi jika aku pikir pikir a-aku baru sadar jika aku memang menyukai mu sejak dulu bukan membenci mu, Benci itu hanya kau yang terlalu mengaturku sejak dahulu hingga saat ini" jawab Nana dengan menundukkan kepala nya.
"Jadi sekarang?" tanya Ryhan.
"I-iya tidak jadi masalah dengan umur semuda ini menikah" jawab Nana. Ryhan tersenyum mendengar jawaban dari istri nya, Hati nya senang saat mendapatkan jawaban tersebut meskipun dahulu istri nya pernah membenci nya tapi itu tidak masalah bagi nya.
"Sudahlah aku ingin istirahat" ucap Nana yang berusaha lepas dari suami nya.
"Masih banyak yang ingin aku katakan dan tanyakan kepada mu" ucap Ryhan.
"Aku juga masih banyak, Malahan banyak sekali tapi author nya sudah kelelahan jadi lanjut besok" ucap Nana.
"Terima kasih Delina sudah memahami author" author.
"Yasudah lanjut nanti ya author" ucap Ryhan.
"Siap Ryhan, lanjut besok ya halu nya manteman" author.