Dear D

Dear D
Episode 123



"Trotoar di sini cukup kecil, Pindahkan jalan mu di sini biar aku di sana" ucap Ryhan dan mengalihkan rubuh nya ke dekat jalanan dan istri nya di balik nya. Nana tidak menjawab nya dan kembali merangkul tangan suami nya dan melanjutkan langkah kaki nya di ikuti oleh suami nya.


"Tunggu di sini sebentar, Aku akan menarik uang dulu" ucap Nana kepada suami nya dan langsung berlalu masuk ke dalam bank yang tidak jauh dari mereka pijaki tadi. Ryhan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di sana dan menatap ke sekeliling nya.


"Pak mau dua" ucap Ryhan dengan memesan makanan ringan di pinggir jalan yang tidak jauh dari nya.


"Em sudah" ucap Nana dan menarik uang nya dan langsung keliar dari bank yang ia masuki tadi. Ryhan yang sedari tadi memperhatikan bank untuk melihat istri nya pun langsung mendapati nya, Terlihat wanita nya sudah keluar dengan tangan yang di masukkan ke dalam kantong hoodie.


"Ryhan dimana?" guman Nana yang tidak menemukan suami nya di tempat nya meninggalkan tadi.


"Hey, Di sini" teriak Ryhan dengan melambaikan tangan nya kepada istri nya yang nampak tengah mencari nya itu. Nana menemukan suami nya dan langsung berjalan mendekat ke arah suami nya dengan senyuman nya.


"Kau makan sendirian, Tidak mengajak" ucap Nana saat melihat suami nya yang nampak lahap memakan makanan yang ada di tangan nya.


"Aku memesan nya juga untuk mu" ucap Ryhan dan menyodorkan makanan untuk istri nya tadi.


"Tumben kau baik" ucap Nana dan menerima makanan ringan tersebut.


"Hem, Karna kau yang akan membayar makanya aku memesankan nya untuk mu juga" jawab Ryhan dan kembali memakan makanan nya itu. Nana menghentikan tangan nya yang sedang melihat makanan yang ada di tangan nya dan langsung menatap tajam ke arah suami nya.


"Kenapa? Kau sendiri tadi yang bilang akan mengajakku berkeliling jadi kau juga yang harus mentraktir" ucap Ryhan saat melihat tatapan tajam dari istri nya.


Nana langsung mengalihkan pandang nya dari suami nya tersebut dan kembali memakan cemilan milik nya. "Iya aku tau" jawab Nana dengan mulut yang mengunyah.


Ryhan tersenyum saat mendengarkan jawaban istri nya, Sengaja ingin membuat istri nya kesal itu yang di lakukan nya saat ini. Ryhan kembali ikut melahap cemilan nya hingga habis. "Berapa pak?" tanya Ryhan kepada penjual dengan mengambil uang di saku nya.


"Biarkan aku yang membayar" ucap Nana saat melihat suami nya hendak membayar.


"Dua puluh ribu" jawab pak penjual akan pertanyaan Ryhan. Ryhan memberikan uang pas kepada penjual.


"Ayo" ajak Ryhan dengan kembali menggandeng tangan istri nya. Nana diam, Dia tidak menjawab apapun ucapan yang keluar dari mulut suami nya dan mengikuti suami nya tersebut.


"Wah bagus sekali" ucap Nana saat melihat air yang turun dari tempat yang cukup tinggi di tengah banyak nya orang yang sedang menikmati malam dengan lampu yang memiliki banyak warna di iringi dengan petasan menambah keindahan suasana malam ini.


Ryhan menghentikan langkah kaki nya di sana dengan banyak nya orang yang memotret dan memvidiokan pemandangan tersebut begitupun dengan Nana yang juga menghentikan langkah kaki nya di sana. "Lihat itu kembang api nya memiliki bentuk" ucap Nana dengan menunjuk ke arah kembang api yang membentuk hati.


Ryhan mengikuti arah tangan istri nya menunjuk dengan senyum nya setelah itu kembali menatap wanita nya. "Ah" Nana terdorong oleh orang yang nampak menyelip.


Ryhan tersenyum mengiyakan ajakan istri nya dan membalikkan tubuh nya begitupun dengan Nana. Ryhan menundukkan sedikit tubuh nya akibat terlalu tinggi dan Nana langsung mengambil potret menggunakan kamera depan. "Bagus sekali" ucap Nana dengan memperhatikan poto nya dan juga suami nya dengan pemandangan indah di belakang mereka.


Ryhan merampas ponsel milik istri nya tersebut. "Potokan kami berdua" ucap Ryhan dan menyodorkan ponsel milik istri nya itu kepada orang yang ada di hadapan nya.


Orang yang di suruh Ryhan memotret memulai potretan dengan kedua nya yang tersenyum. Ryhan menatap istri nya yang namak pokus ke kamera dan langsung mencium wajah nya hingga hal tersebut dapat di abadikan. "Ryhan" teriak Nana dengan kesal akan suami nya yang mencium nya di tempat umum.


Ryhan hanya tersenyum dan tidak menjawab teriakan istri nya tersebut. "Terima kasih" ucap Ryhan dengan mengambil kembali ponsel istri nya.


"Kembalikan ponsel ku" teriak Nana dan merampas ponsel nya tapi Ryhan dengan segera mengelak.


"Sebentar, Aku akan mengirimkan nya ke ponsel ku dahulu" jawab Ryhan dan menahan kepala istri nya yang hendak mengintip.


"Selesai" ucap Ryhan dan mengembalikan ponsel istri nya. Nana tidak menjawab nya dan kembali menatap beberapa poto yang dapat di potret, Tidak estetik tapi bagus menurut nya.


Mereka berdua menyaksikan kembang api yang sedari tadi tidak ada habis nya hingga jam sepuluh malam. "Ini sudah larut, Kau belum mau pulang?" tanya Ryhan kepada istri nya yang nampak masih menikmati malam.


"Belum" jawab Nana sambil menguap.


"Shit masih bilang belum mau pulang padahal sudah menguap" ucap Ryhan dengan menutup mulut istri nya yang menguap itu.


"Sedikit mengantuk" jawab Nana dan menyandarkan kepala nya di dada suami nya.


"Yasudah ayo pulang, Kita besok juga harus masuk kerja" ucap Ryhan kembali dan menarik tangan istri nya agar berlalu dari sana.


"Aku masih ingin berkeliling" jawab Nana.


"Ini bukan malam minggu jadi nanti saat malam minggu kita berkeliling lagi ya, Kita pulang sekarang ayo" ajak Ryhan kembali kepada istri nya yang tidak mau pulang itu.


Nana diam di tempat dan tidak menjawab ucapan suami nya tersebut hingga membuat Ryhan menoleh ke arah nya. "Sayang kita masih harus bekerja besok, Jika kau terlambat ke kantor mau aku pecat?" ancam Ryhan kepada istri nya yang masih saja tidak mau pulang.


"Yasudah ayo" ketus Nana dan langsung berlalu dari sana melangkah kan kaki nya menuju ke apartemen yang di tempati nya dan suami nya tidak jauh dari sana.


"Huaa, Aku mengantuk sekali" ucap Nana dengan menguap dan menjongkokkan tubuh nya akibat dia sangat mengantuk.


"Kenapa berhenti?" tanya Ryhan kepada istri nya yang malah berjongkok tidak melanjutkan perjalanan lagi.