
Nana tidak menjawab nya dan menggeserkan tubuh nya hingga berada tepat di hadapan kompor. "Saus ku kemarin kau letakkan di mana?" tanya Nana dengan menatap tajam suami nya yang tengah memotong bahan makanan yang harus di masak.
"Masih ingat saja dengan saos nya" guman Ryhan yang cukup kesal akan istri nya yang masih saja mengingat saos.
"Hey jawab pertanyaan ku, Dimana kau meletakkan saos milikku?" ketus Nana dengan mendorong tubuh suami nya tapi itu tidak membuat suami nya berpindah sama sekali.
"Sudah aku buang saos pedas itu, Seenak nya saja kau memakan saos sepedas itu" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan memasukkan bahan yang sudah di potong nya tadi ke dalam penggorengan yang ada di hadapan istri nya tersebut.
"Kau tidak usah bohong kepada ku, Aku tau kau menyembunyikan saos itu dari ku? Di mana kau meletakkan nya?" teriak Nana dengan menunjuk menggunakan spatula ke arah suami nya.
Ryhan tidak menjawab nya dan mengambil spatula tersebut dan mengaduk makanan yang sedang di masak di hadapan istri nya tersebut. "Minggir" ketus Ryhan akibat sedikit kesusahan memasak akibat di halangi oleh wanita nya.
Nana langsung mundur akibat di suruh oleh suami nya tadi dengan memasang wajah yang masih kesal dia membiarkan suami nya masak dan dia membuka seluruh lemari di dapur secara bergantian. Ryhan tidak memperdulikan istri nya tersebut dan membiarkan wanita nya itu membuka seluruh lemari yang ada di dapur dan dia pokus saja ke masakan yang tengah ia masak saat ini. "Nanti juga kelelahan sendiri" ucap Ryhan dengan nada rendah dan mengambil bahan makanan lain untuk di masak.
"Shit kenapa di kunci?" tanya Nana saat kesusahan membuka lemari bagian bawah.
"Mana kunci nya?" teriak Nana padahal dia hanya berada beberapa langkah dari suami nya.
"Cari saja sendiri" balas Ryhan dengan wajah datar nya tanpa menatap sang istri.
"Pasti di sini kau menyembunyikan saos ku" ucap Nana dengan menggoyangkan kaki suami nya tersebut.
"Diamlah aku sedang memasak ini" ucap.Ryhan yang sedikit terganggu dengan tangan yang juga ikut tergoyang akibat istri nya yang menggoyangkan kaki nya.
"Berikan dulu kunci lemari ini baru akan aku lepaskan kaki mu dan tidak menganggu mu lagi" ucap Nana yang semakin kencang menggoyang kaki suami nya tersebut.
Ryhan yang masih bisa menjaga keseimbangan tubuh nya memilih mematikan kompor dan setelah itu menatap tajam ke arah istri nya yang tengah berjongkok di bawah. "Kau tidak lihat aku sedang masak? Jika masakan ini jatuh akan terkena tubuh mu" ketus Ryhan yang cukup kesal akan kelakuan istri nya tersebut.
"Aku meminta kunci lemari kau tidak mau memberikan nya makanya aku menganggu mu agar kau memberikan nya" ketus Nana kembali akan suami nya yang memarahi nya tadi.
"Sudah aku bilang saos mu sudah aku buang" ketus Ryhan kembali dan memasukkan makanan yang sudah masak itu ke dalam tempat nya tapi Nana malah kembali menggoyangkan kaki nya hingga dia tidak bisa menjaga keseimbangan nya dan langsung terjatuh dan terduduk tepat di samping istri nya.
Makanan yang hendak di masukkan nya tadi tumpah saat Ryhan melihat makanan tersebut hendak tumpah di atas istri nya dengan segera dia melindungi wanita nya itu.
Byurrr
Makanan panas tadi tumpah di tangan Ryhan yang melindungi Nana. Mata Nana membulat saat mendengar suara penggorengan yang beradu dengan suara tulang dan itu terdengar jelas di telinga nya hingga dia menatap ke depan dan suami nya lah yang terkena.
Wajah Ryhan nampak memerah, Bibir nya tertahan ingin berbicara takut wanita nya hawatir dengan nya. "Kau tidak apa apa kan?" tanya Ryhan dengan memajukan tubuh nya agar istri nya menjauh dari makanan yang tumpah di belakang nya.
"Kenapa malah menanyakan aku? Kau yang terluka" ketus Nana dan menaikkan sedikit tubuh nya dan melihat kemeja kerja yang sedari tadi di pakai oleh suami nya di penuhi oleh cabai.
"Lepaskan baju mu" ucap Nana dengan tangan yang membuka kancing baju suami nya tersebut hingga ke bawah dengan wajah hawatir nya.
"Tuh kan memerah" ucap Nana saat melihat lengan suami nya memerah tanpa melihat kemana mana.
"Awas" ucap Nana yang membawa suami nya terlebih dahulu menyiram lengan itu menggunakan air di tempat pencuci piring.
Dengan hati hati Nana melewati bekas makanan yang tumpah agar tidak terjatuh dan menghidupkan keran air saat sampai. Nana menarik tangan suami nya tersebut dan meletakkan nya di bawah air yang mengalir itu. "Tunggu di sini, Jangan pindahkan tangan mu dari sini" ucap Nana dan langsung berlari mengambil ponsel nya untuk menghubungi dokter.
Ryhan tidak menjawab nya dan masih saja memasang wajah yang kesakitan dengan menatap bahu nya yang semakin memerah itu. Nana yang sudah selesai menghubungi dokter kembali ke dapur dan untung saja apa yang di lakukan nya saat ini benar dan tidak salah dengan membiarkan tangan yang letup itu terkena air.
Nana kembali berdiri di hadapan suami nya dan meniup lengan kekar yang semakin memerah itu. "Tahanlah sebentar" ucap Nana dan kembali meniup tangan suami nya tersebut hingga beberapa menit sampai wajah nya pula yang memerah.
"Ah shit lama sekali dokter sampai" ketus Nana dengan nafas yang ngos ngosan akibat meniup tangan suami nya tadi.
"Jika lama seperti ini tangan mu akan kedinginan" sambung nya dengan menggenggam tangan yang jauh lebih besar dari tangan nya itu.
"Aku sudah tidak apa apa, Ini juga rasa nya sudah lebih membaik" ucap Ryhan dengan menggenggam kembali tangan istri nya.
"Baik baik saja kepala mu, Lihat ini semakin memerah" ketus Nana dengan menunjuk ke bahu yang semakin memerah itu.
Ting..tong
"Tunggu di sini" ucap Nana saat mendengar suara bel berbunyi. Ryhan tidak menjawab nya dan Nana kembali berlari menuju ke dekat pintu untuk membuka nya.
"Hey jangan berlari" ucap Ryhan dengan nada rendah akibat tangan nya masih benar benar sakit.
"Dengan ibu Delina?" tanya dokter saat melihat Nana.
"Iya, Masuk dok, Masuk" ucap Nana mempersilahkan dokter tersebut untuk masuk ke dalam.
"Di mana pasien bu?" tanya dokter kepada Nana.
"Masih di belakang, Sebentar" ucap Nana dan kembali berlari ke dapur.
"Ayo, Dokter sudah sampai" ajak Nana dan mematikan keran air dengan bekas makanan yang masih berserakan. Nana membawa suami nya tersebut keluar menuju ke dekat ruang utama sedangkan Ryhan dia hanya diam saja dan mengikuti istri nya tersebut.
.
.
.
.
.