
"Ini" ucap Nana dengan menyodorkan hanger tersebut kepada Ryhan. Ryhan mengmbil nya dan meletakkan nya di jemuran seluruh nya dan memulai menjemur pakaian.
Nana tidak tinggal diam dan ikut membantu lelaki nya menjemur pakaian kedua nya.
Setelah selesai Nana langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di balkon tersebut sedangkan Ryhan kembali menenteng keranjang dan hendak masuk. "Kau mau berjemur di siang bolong seperti ini?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya kepada istri nya.
"Hah? Ah iya, Aku akan ikut masuk" jawab Nana yang awal nya tidak terlalu memperdulikan tapi dengan segera ingatan nya kembali dan langsung berdiri dari duduk nya.
Kedua nya masuk kembali ke dalam apartemen dengan Nana yang langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang. "Kau mau kemana?" tanya Nana yang melihat Ryhan terus saja berjalan.
"Meletakkan ini" jawab Ryhan dengan menunjukkan keranjang kepada istri nya. Nana tidak meniawab nya dan memilih menatap ke atas. Dia menatap langit langit kamar nya dan juga kamar suami nya dengan pikiran yang entah kemana.
Brakk
Ryhan yang hendak masuk ke dalam ruang ganti terhenti akibat Nana yang menarik tangan nya hingga terjatuh dan berbaring di samping wanita itu. Nana menggeserkan sedikit tubuh nya saat Ryhan sudah berada di dekat nya dan berbalik hingga menghadap kepada Ryhan. "Kau mau kemana lagi sayang hem?" tanya Nana dengan mengusap lembut wajah lelaki itu dengan tersenyum lebar.
"Kau mau apa Del?" tanya Ryhan saat wanita itu kembali liar.
"Aku tidak mau apa apa, Aku hanya memerlukan waktu mu sebentar" jawab Nana dan menurunkan tangan nya.
"Kita seperti bukan suami istri bukan? Melainkan kita seperti seorang teman. Tidak pernah akrab seperti suami istri pada umum nya, Aku yang tidak pernah mengurus mu seperti istri pada umum nya sedangkan kau melakukan tugas mu dengan baik. Kita juga tidak memiliki buah hati seperti pasangan pada umum nya"
"Hati kita saja tidak menyatu bagaimana bisa kita memiliki buah hati?" Nana terdiam saat mendengar pertanyaan itu. Niat hati yang awal nya hendak menggoda suami nya malah menyakiti hati nya.
"Maksud mu?" tanya Nana dengan wajah yang kebingungan menatap lelaki itu.
"Tidak ada maksud" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.
"Kau sama sekali tidak memiliki perasaan kepada ku?" tanya Nana. Wajah wanita itu berubah menjadi serius hingga membuat Ryhan yang awal nya tidak memperdulikan nya langsung menatap ke arah nya. Wajah datar yang di pasangkan nya menatap istri nya dengan mulut yang hanya diam dia menatap datar ke arah wanita itu.
Ting. Tong
Terdengar suara bel yang memecahkan keheningan di antara kedua nya. "Ada yang datang, Aku harus keluar" ucap Ryhan dan beranjak bangkit dari baring nya.
Saat masuk dia melihat istri nya menelungkup dengan wajah yang tertutup rambut panjang nya. Dia tidak terlalu memperdulikan nya dan masuk ke dalam ruang ganti. Ryhan meletakkan koper yang di terima nya tadi di hadapan lemari dan membuka lebar lebar lemari tersebut. Dia membuka koper nya dan setelah itu membuka lemari. "Uang masih banyak, Mobil ada di bawah, Tinggal pakaian yang belum di siapkan" ucap Ryhan saat membuka lemar dan menemukan dompet dan juga kunci mobil nya.
Ryhan memilih untuk memasukkan beberapa pakaian milik nya dan juga milik istri nya ke dalam koper dan menyiapkan pakaian untuk berangkat besok. Setelah selesai menyiapkan nya dia kembali menutup lemari dan juga koper dan langsung keluar dari ruang ganti.
Saat keluar dia melihat Nana yang tengah berbaring dengan kepala yang keluar ranjang dan rambut yang menjuntai. "Besok akan pergi liburan, Kau tidak masalah?" tanya Ryhan yang berada di atas kepala wanita itu. Nana membukakan mata nya yang tertutup itu dan nampak suami nya berada di atas kepala nya.
"Hem terserah kau saja" jawab nya dan bangkit untuk membenarkan posisi. Nana kembali ke posisi layak nya orang tidur pada umum nya dan memeluk guling yang selalu membatasi anatar dia dan Ryhan. Nana memejamkan mata nya enth kelelahan atau sedikit tersinggung akan ucapan Ryhan tadi yang jelas dia ingin tidur di tambah matahari sudah tidak terlihat lagi.
Ryhan menatap bingung ke arah wanita itu dan berjalan berdiri di hadapan nya. "Kau sudh mau tidur? Kau tidak mandi? Kau tidak makan?" tanya Ryhan bertutur turut kepada istri nya.
"Tidak" jawab Nana tanpa membuka mata nya dan menyelimuti tubuh nya hingga ke atas. Ryhan kembali di buat bingung oleh nya, Dahi nya mengerut sungguh kebingungan akan wanita itu tapi dia tidak bertanya melainkan dia langsung berlalu dari sana dan memilih untuk membersihkan tubuh nya.
"Dia tidak memiliki niat untuk membujukku atas kata kata nya?" guman Nana dengan wajah kesal nya saat mendengar pintu kamar mandi tertutup.
"Menyebalkan" teriak nya dengan kesal dan kembali masuk ke dalam selimut.
Satu jam berdiaman dengan Ryhan akhir nya Nana tertidur. Ryhan yang sedari selesai mandi sudah duduk di samping nya hanya memperhatikan selimut yang sama sekali tidak terbuka dari beberapa menit dia duduk di sana. "Hey kau sudah tidur?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya tanpa menyentuh ataupun mencoba membangunkan nya.
Tidak ada jawaban dari balik selimut dan itu menandakan wanita nya sudah tertidur. "Mungkin dia benar benar sudah tidur" ucap nya dan memposisikan tubuh nya untuk berbaring. Ryhan berbaring membelakangi istri nya dengan selimut yang hanya menutupi sebatas pinggang.
Mata yang mencoba terpejam mencoba untuk tidur mengistirahatkan tubuh untuk perjalanan besok yang menurut nya cukup melelahkan. "Shit" umpat lelaki itu yang tidak bisa tertidur.
Ryhan membalikkan tubuh nya ke samping kanan, Kiri dan menelentang tapi itu sama sekali tidak nyaman bagi nya. Akibat ulah nya yang bergerak hingga membuat gelombang kasur Nana membuka selimut nya dan membalikkan tubuh nya hingga wajah wanita itu menatap nya. Nampak wajah yang sedikit berkeringat mungkin akibat kepanasan berada di dalam selimut. "Hem serasa aneh akibat dia tidak menggoda ku malam ini" guman Ryhan yang sudah mulai terbiasa tidur dengan saling memeluk dengan istri nya sedangkan malam ini tidak.
"Ah tidak, Aku bisa tidur" jawab Ryhan yang mencoba memejamkan mata nya dengan kedua tangan yang di lipat di atas perut nya.
"Shit tidak bisa, Aku memang ingin tidur memeluk nya" ucap Ryhan dan mendekat ke arah wanita nya. Tangan yang mulai aktif langsung menggeserkan sedikit tubuh wanita kecil itu hingga berdempet tepat di tubuh nya.
Kehangatan, Kenyaman ia dapatkan saat memeluk tubuh mungil itu. Bibir yang tersenyum menandakan kesenangan hati dan mata yang mulai nyaman untuk di pejamkan sedangkan Nana tidak sadar akan itu.