Dear D

Dear D
Episode 108



"Kau ini lepaskan nanti terlepas handukku" ketus Nana dengan memberontak meminta di lepaskan.


"Tidak apa, Itu keinginan ku" jawab Ryhan dan menarik tangan wanita itu hingga mendekat dan menempel di tubuh nya.


"Ryhan" teriak Nana yang cukup kesal akan suami nya yang sedari tadi menganggu nya.


"Aku di sini jangan bertiak" ucap Ryhan yang memeluk erat tubuh kecil itu.


"Ryhan lepaskan aku ingin ke ruang ganti" ucap Nana yang merengek meminta di lepaskan oleh suami nya.


Ryhan tidak menjawab nya dan langsung memegang kedua bahu istri nya dan mendudukkan nya di atas ranjang. "Duduk kau di sini awas saja kau kemana mana" ucap lelaki itu dan melototkan mata nya kepada istri nya. Nana nampak kesal akan lelaki itu yang malah menekan nya dan berdiri dari duduk nya.


Nana yang awal nya ingin marah dan mengikuti suami nya ke dalam ruang ganti menghentikan langkah kaki nya saat berada di jendela kamar vila tersebut. "Wah indah sekali jika malam hari di sini" ucap Nana dan membuka jendela tersebut. Kaki nya melangkah keluar dan sekarang dia berada tepat di halaman belakang kamar vila yang bisa melihat pantai dan ada kolam renang di sana.


"Kau tidak kemana mana kan?" teriak Ryhan yang keluar dengan membawa heardrayer pengering rambut yang ada di sana.


"Loh? Delina?" teriak Ryhan dan menatap sekeliling, Mata nya langsung terhenti saat melihat istri nya yang tengah berdiri di balkon.


Ryhan berjalan mendekat ke arah wanita nya dengan masih menggunakan baju handuk nya juga. "Di sini kau ternyata" ucap Ryhan. Nana langsung menoleh ke arah suara dan terlihat suami nya berada di belakang nya.


"Memang nya mau kemana aku ini?" ketus Nana. Ryhan tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di sana dan menyambungkan heardrayer yang ada di tangan nya ke listrik.


"Kemarilah biar aku keringkan rambut mu" ucap Ryhan dengan memukul tempat bersantai agar istri nya mengikuti ucapan nya. Nana kembali membalikkan tubuh nya dan terlihat lelaki nya tengah memegang heardrayer.


"Tidak perlu, Kau akan mengganggu ku jika aku menerima tawaran mu" jawab Nana yang kembali membuang pandang nya dari suami nya.


"Tidak akan, Kemarilah sayang" ucap Ryhan kembali.


"Hah? Ah mungkin hanya untuk membujukku" guman Nana yang sama sekali menolak jika Ryhan mencintai nya padahal sudah banyak cara di lakukan Ryhan yang menunjukkan bahwa lelaki itu memang mencintai nya tapi wanita itu masih belum mengerti juga.


Nana berjalan mendekat sedangkan Ryhan semakin menengadah menatap wanita nya yang mendekat. "Duduklah" ucal Ryhan dengan memegang tangan kecil itu. Nana tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan suami nya.


Wanita yang menurut seperti itu membuat Ryhan tersenyum akan hal tersebut dan memulai mengeringkan rambut istri nya. "Kau tadi bilang jika kau lelah" ucap Nana.


"Menemani mu bukan alasan ku kelelahan bukan?" tanya Ryhan.


"Hem, Mana aku tau itukan urusan mu" jawab Nana dan kembali menatap ke depan.


"Pemandangan di malam hari tepi pantai lebih indah bukan? Aku baru tau itu" ucap Nana yang nampak kagum dengan pemandangan tersebut.


"Kau ingin keluar malam ini?" tanya Ryhan dan menatap lekat wajah istri nya.


"Jika memang mau keluar akan aku temani" ucap Ryhan kembali saat mendapatkan jawaban penolakan dari istri nya.


"Tidak, Kau itu kelelahan karna menemaniku seharian ini bermain di mall jadi lain kali saja" jawab Nana.


"Kau yakin?" tanya Ryhan.


"Iya, Rambutku sudah kering?" tanya Nana dengan memegang rambut nya.


"Ah ternyata sudah, Ayo masuk sudah malam masuk angin" ajak Nana dengan menggenggam tangan kekar lelaki nya.


"Hem" Ryhan mengiyakan nya dan melepaskan colokan heardrayer dan masuk bersama dengan istri nya ke dalam. Nana menutup kembali jendela kamar tersebut sedangkan Ryhan masuk ke dalam ruang ganti untuk meletakkan heardrayer yang di bawa nya tadi.


Ryhan kembali keluar dari ruang ganti dan langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang dengan masih mengenakan baju handuk. "Kemarilah kita istirahat" ucap Ryhan yang masih memukul ranjang di samping nya.


Nana mengiyakan nya dan masuk ke dalam pelukan suami nya di peluk erat tubuh kekar itu dan di tenggelamkan wajah nya di dada bidang yang tidak di lapisi apa apa itu. "A-aku sangat mencintai mu" ucap Nana dengan nada sangat rendah di dalam pelukan suami nya hingga suara tersebut terdengar sayu di telinga Ryhan.


"Hem ada apa?" tanya Ryhan dengan nada sangat rendah dan tangan yang mengusap kepala wanita nya (Ngebayangin Ryhan ngomong gitu kek ngajak nikah:)).


Nana langsung menggelengkan kepala nya dan menambah erat pelukan nya kepada suami nya. "Tuhan aku tidak ingin kehilangan nya" guman Nana dengan mata yang terpejam.


"Yasudah istirahat ya, Kau juga kelelahan bukan?" tanya Ryhan yang masih dengan nada rendah nan lembut itu. Nana hanya menganggukkan kepala nya karna dia memang kelelahan, Kelelahan bermain seharian di mall, Kelelahan menuju vila dengan berjalan kaki dan kelelahan menghadapi suami nya tadi.


"Tidur tidur" ucap Ryhan saat melihat anggukan istri nya dan mempererat pelukan nya ke tubuh suami nya.


"Bagaimana nanti jika mama nya bukan berbiacar seperti yang di katakan nya? Bagaimana nanti jika mama nya memisahkan aku dan dia? Bagaimana nanti jika mama nya menjodohkan nya dan Dira? Bagaimana nanti jika meninggalkan ku?" guman Nana yang nampak banyak berpikir tentang apa saja yang di bicarakan Ryhan dengan mama nya.


"Ah tidak itu tidak akan terjadi, Dia hanya milikku dan akan bersama ku selalu" guman nya dengan kepala yang menggeleng dan memperat pelukan nya. Ryhan yang baru saja memejamkan mata nya pun kembali membuka mata nya dan menatap ke istri nya.


"Kau kenapa?" tanya Ryhan.


"Tidak apa apa, Kau harus istirahat" ucap Nana.


"Iya, Kau juga" jawab Ryhan. Nana hanya menganggukkan kepala nya dan mulai memejamkan mata nya, Akibat kelelahan Ryhan dengan mudah tertidur berbeda dengan Nana yang tertidur cepat karna terlalu banyak pikiran.


Keesokan pagi nya.


Ryhan terbangun terlebih dahulu dari biasa nya, Pemandangan yang indah tersaji tepat di mata nya yakni wanita nya yang sedang tertidur nyenyak dengan memeluk erat tubuh nya. Ryhan melepaskan perlahan tangan nya dari kepala istri nya, Dengan sangat sangat perlahan agar tidak membangunkan istri nya akhirnya tangan nya terlepas juga.


Dia berdiri dari duduk nya dan memilih ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka dan menggosok gigi nya setelah selesai dia kembali keluar. Pemandangan yang sama saat dia ke kamar mandi yakni istri nya masih tertidur. Ryhan tidak mau mengganggu nya dan mengambil jaket nya di dalam ruang ganti dan mengenakan nya, Setelah itu dia mendekat ke arah istri nya. "Aku pergi sebentar" bisik Ryhan tepat di telinga istri nya dan mencium dahi wanita itu.