
Nana dan juga Ryhan yang tengah duduk di kursi di depan butik itupun langsung menoleh ke arah suara dan terlihat Hanah menghampiri mereka bersama dengan Devan di gendongan nya. "Telinga mu kelelahan mendengar ocehan nenek ya sayang?" tanya Nana tanpa mengambil anak nya tersebut.
"Mama kenapa kemari? Ini cukup jauh dari butik" ucap Ryhan.
"Mama tidak mengoceh, Iyakan sayang, Kami kemari juga ingin bertemu kalian" jawab Hanah.
"Benarkah?" tanya Nana dan mengambil alih Devan dari Hanah.
"Jelas saja benar iyakan sayang nenek?" tanya Hanah yang memberikan Devan kepada ibu nya.
"Nenek berbohong ya sayang hingga kau diam?" tanya Ryhan kepada anak nya yang belum bisa bicara.
"Seenak nya saja kau berbicara" teriak Hanah.
Aoooo
Devan menangis saat mendengar teriakan Hanah membuat Hanah terkejut dan Nana menenangkan nya. "Shut shut saja jangan menangis ya, Nenek hanya melatih pita suara nya tadi" ucap Nana dan berjalan menuju ke butik yang cukup jauh dari tempat mereka saat ini untuk melindungi anak nya dari panas nya matahari.
Ryhan dan juga Hanah mengikuti Nana menuju ke butik dan juga rumah.
Dritttt
Ryhan langsung mengangkat telpon itu. "Ada apa Jony?" tanya Ryhan dengan wajah dan nada datar nya.
Satu tahun berlalu.
Satu tahun sudah masalah yang muncul di lewati dengan lancar, Mulai dari penyamaan jenis gaun dan lain nya dan semua hal itu terlewati dengan baik.
"Anakku sudah berumur satau tahun" ucap Nana dengan mengusapkan hidung nya di wajah gembul anak nya yang sudah satu tahun itu.
"Kau ini semakin menggemaskan saja hem" ucap Ryhan pula dan ikut mencium pipi sebrang pipi yang di cium istri nya.
"Wajah bakpao mu ini membuat papa lapar, Papa makan saja ya pipi ini" ucap Ryhan dan menggigit gemas wajah anak nya.
Hikssss
Devan langsung menangis memebuat Nana yang mendengar nya langsung memukul kepala suami nya tersebut. "Kau ini" ketus Nana dan mengusapkan wajah anak nya yang sedikit basah akibat air liur suami nya.
"Shut, Shut jangan menangis ya sayang" ucap Nana dengan menggendong putra kecil nya yang sangat menggemaskan itu.
"Sudah sudah jangan menangis, Mama akan menghukum papa yang sudah mengganggu mu ya" ucap Nana dan memukul lengan Ryhan.
"Em, Rasakan" ucap Nana sedikit geram akan suami nya.
"Huaaaa, Mama memukul papa sayang" ucap Ryhan yang ikut menangis membuat Devan berhenti menangis dan menatap lekat ayah nya tersebut.
"Ini sangat sakit sayang, Mama memukul papa hiksss" ucap Ryhan yang masih saja berpura pura menangis.
Huaaaa
Devan ikut menangis pula. Ryhan langsung menghentikan keperpura puraan nya menangis tadi saat anak nya kembali menangis. "Hey kenapa menangis lagi?" tanya Ryhan dan mengambil anak nya tersebut dari gendongan istri nya.
"Itu karna kau dia kembali menangis, Shut shut sayang sudah ya jangan menangis lagi" ucap Nana dengan mencoba menenangkan putra kecil nya tersebut.
"Benarkah? Sudah jangan menangis lagi ya, Main ini, Kring, Kringg" ucap Ryhan dengan menggoyangkan mainan yang sembarang dia ambil di hadapan nya.
Devan menghentikan tangis nya membuat Ryhan tersenyum senang saat putra nya sudah berhenti menangis. "Ini, Kau mau ini?" tanya Ryhan kepada putra nya tersebut dengan menyodorkan mainan itu.
Devan tidak menjawab nya dan memgambil mainan itu dari ayah nya dan menggoyang goyangkan nya dengan gelak tawa dia memukul mukul mainan itu ke ranjang hingga menampakkan isang nya yang belum di tumbuhi gigi membuat Ryhan dan juga Nana ikut bahagia melihat perkembangan anak mereka yang sangat menggemaskan itu. "Papa gigit lagi ya kau" ucap Ryhan yang kembali menganga mencoba kembali menggigit wajah anak nya.
Plakk
Nana memukul mulut itu hingga mengurungkan niat Ryhan namun kedua nya tidak beradu mulut. "Papa akan keluar sebentar ya sayang jangan kemana mana jaga mama baik baik" ucap Ryhan dan mencium anak nya dan berjalan keluar dari kamar itu.
Nana yang sedikit kelelahan langsung membaringkan tubuh nya di hadapan anak nya yang sudah bisa duduk itu. Dia menatap lekat anak nya sambil tersenyum senang melihat anak nya yang sudah cukup aktif. "Ingin bermain ini?" tanya Nana dengan menyodorkan mainan.
"Sayang kau memanggil mama?" tanya Nana dan mengambil anak nya.
"Mammaa" ucapan itu kembali terdengar di telinga Nana membuat Nana semakin gembira.
"Benar, Kau memanggil mama" ucap Nana dan langsung mencium dan memeluk erat putra nya tersebut.
"Kau sudah bisa memanggil mama" ucap Nana yang kehilangan hingga membuat wajah putih nya itu memerah sakibat sangat bahagia saat di panggil mama oleh putra nya.
Devan nampak tidak perduli akan hal tersebut dan terus saja menatap mainan nya dengan tangan yang juga memainkan mainan nya tersebut. "Papa membawakan makanan untuk kalian" ucap Ryhan dengan nada bicara sedikit meninggi dengan membawa nampan berisi makanan.
"Sayang mama senang sekali mendengar kau memanggil mama" ucap Nana kembali tanpa memperdulikan suami nya yang baru saja masuk.
"Hey kenapa memeluk Devan seperti itu?" tanya Ryhan dengan meletakkan makanan di samping ranjang.
"Dia mamanggil ku mama" ucap Nana yang masih saja kegirangan akan panggilan dari anak kecil nya itu.
"Tidak mungkin, Dia saja tadi baru saja menangis mungkin saja ingin makan" jawab Ryhan.
"Papppaa" Ryhan langsung terdiam namun tidak dengan Nana yang nampak masih tersenyum senang saat mendengar panggilan papa dan mama yang sudah bisa di sebut oleh anak kecil nya itu.
"Pappaa" ucap Devan kembali dengan wajah biasa saja.
"Kau memanggil papa?" tanya Ryhan dengan berteriak dan mata yang membulat senang saat mendengar panggilan anak nya.
"Pappa" panggil Devan kembali.
"Kau benar benar memanggil papa dengan sebutan papa" ucap Ryhan yang langsung menggendong anak nya yang tengah memainkan mainan itu dan menghujani bayi yang baru saja bisa memanggil nya dengan panggilan papa itu bertubi tubi.
"Sayang kau sudah bisa memanggil papa dan mama" ucap Ryhan dan menghempaskan tubuh nya dengan anak nya yang di jauhkan nya agar baik baik saja.
"Menggemaskan sekali, Coba ulangi panggilan tadi sayang" ucap Ryhan dengan menggelengkan kepala nya mengusapkan dahi nya ke perut anak nya yang di lapisi oleh baju.
"Pappa, Mamma" ucap Devan.
"Benar kau memanggil kami" ucap Ryhan dan kembali duduk. Dia membungkukkan tubuh nya hingga anak nya hampir terjetuh namun tidak terjatuh ataupun membuat anak itu menangis melainkan tawalah yang di dengar nya saat dia melakukan hal itu.
Ryhan mengusap usapkan kepala nya di perut anak nya dengan terus membungkuk setelah itu duduk kembali seperti semula membuat anak nya terus saja tertawa begitupun dengan Nana.
Panggilan kecil yang membuat ayah dan ibu bahagia adalah panggilan ayah dan ibu yang pertama kali keluar dari mulut anak mereka. "Papa sungguh sangat bahagia" ucap Ryhan dan langsung membaringkan anak nya dengan anak nya terlentang dan dia menelungkup menatap pangeran kecil nya itu.
"Papa menyayangi mu dan juga mama" ucap Ryhan yang kembali mencium anak nya tersebut.
Sangat sangat sangat bahagia itu yang di rasakan oleh pasangan suami istri itu saat mendengar panggilan anak nya. Kebahagiaan yang sungguh sangat sederhana membuat siapapun akan bahagia saat mendengar nya apa lagi kedua nya adalah ibu dan ayah yang baru memiliki satu anak. "Lihatlah papa mu sudah melupakan mama saat kau pandai berbicara" ucap Nana saat tidak di perdulikan oleh suami nya.
Ryhan kembali duduk dengan anak nya yang ada di pelukan nya. "Jelas saja tidak ya sayang" jawab Ryhan dan langsung memeluk wanita nya dengan Devan yang berada di tengah tengah.
"Terima kasih banyak sudah memberikan warna di hidupku" bisik Ryhan dengan mencium pucuk kepala wanita tercinta nya.
"Sama sama, Terima kasih juga sudah hadir dan bertahan hingga saat ini" ucap Nana pula dengan mencium anak nya yang ada di antara nya dan juga suami nya.
"Shit kenapa malah jadi bersedih seperti ini?" ucap Nana dan melepaskan pelukan suami nya tersebut.
.
.
.
.
.