Dear D

Dear D
Episode 143



"Tidak, Ini tidak baik untuk perut mu, Ini terlalu pedas dan juga asin" jawab Ryhan dengan wajah kesal dan heran akan istri nya yang sedari tadi memakan makanan aneh menurut lidah nya.


"Aku cuma mau itu, Hiksss" Nana langsung menangis merengek meminta makanan nya di kembalikan.


Ryhan masih belum menjawab dan masih saja menatap tajam wanita nya tersebut. Nana yang tidak mendengar suara suami nya langsung mengintip sekejap dan terlihat suami nya menatap ke arah nya. "Kau benar benar menyukai makanan ini?" tanya Ryhan untuk memastikan jika istri nya memang menyukai makanan itu.


Nana langsung mengangkat kepala nya menatap suami nya tersebut. "Iya" jawab Nana dengan senyum nya menatap suami nya itu. Senyuman tulus dan juga jujur sangat terlihat di wajah itu apa lagi saat mata nya menatap mata yang memang sangat menginginkan makanan tersebut.


"Bukan karna kau mau menghargai mama kau rela memakan makanan ini kan?" tanya Ryhan kembali.


"Bukan, Aku benar benar menyukai nya" jawab Nana. Ryhan masih saja menatap tajam wanita nya, Tatapan yang benar benar tulus dan jujur dari mata istri nya membuat nya tidak bisa melarang kehendak wanita nya tersebut.


"Baiklah, Mata mu terlalu polos untuk berbohong" balas Ryhan dan memberikan makanan itu kembali kepada Nana. Nana dengan senang hati menerima makanan itu kembali, Dengan wajah yang nampak gembira dia kembali melahap makanan yang sempat di sita suami nya.


"Jika sudah tidak kuat lagi memakan nya jangan di paksa" ucap Ryhan saat istri nya menerima makanan yang ia berikan.


Nana tidak menjawab nya dan kembali memakan makanan tersebut sedangkan Ryhan menatap dengan tatapan aneh ke arah istri nya tersebut.


Drittt


Ponsel Ryhan berbunyi dan hal tersebut membuat lelaki itu langsung mengangkat telpon tanpa melihat siapa yang menelpon. "Halo, Ada apa?" tanya Ryhan dengan waja datar begitupun dengan nada nya.


"Nak makanan yang mama kirim tadi di buang saja sayang, Itu tidak enak" ucap Merri yang menelpon anak nya menggunakan ponsel suami nya. Ryhan langsung melihat siapa yang menghubungi nya dan ternyata itu adalah nomor ayah nya.


"Kenapa memang nya? Kalian beri racun kepada makanan itu?" tanya Ryhan dan menjauh dari istri nya yang tengah makan dengan sangat lahap itu.


"Bukan nak, Tapi makanan itu tidak enak, Makanan itu terlalu asin dan juga pedas, Zylan saja tidak kuat memakan nya nanti kalian sakit memakan nya sayang" jelas Merri.


"Aku tau tentang itu tapi Delina tidak mau membuang nya dan malah bilang enak makanan mama, Entah sejak kapan dia suka makanan yang rasa nya seburuk itu tapi dia makan dengan lahap" balas Ryhan dengan mata yang tertuju kepada istri nya yang sedang makan itu dengan jarak yang cukup jauh.


"Hah? Kenapa begitu? Apa dia memang menyukai makanan rasa itu?" tanya Merri yang nampak bingung hingga membuat Kevin, Andra dan juga Dhea menatap ke arah nya.


"Entahlah aku juga tidak tau, Dari kemarin selera makan nya berubah dulu dia yang tidak menyukai pedas menjadi menyukai pedas dan malah sangat pedas, Dulu dia juga sangat sangat menyukai eskrim apa lagi coklat tapi saat dia merasakan eskrim kesukaan nya dia bilang tidak enak dan malah memakan spageti dengan saos pedas tanpa makanan nasi, Makanan yang aku buat biasa nya juga selalu dia habiskan tapi tadi tidak" jelas Ryhan yang mengadu kepada ibu nya keanehan makan istri nya.


"Ryhan boleh tolong ambilkan air?" tanya Nana yang sudah selesai menghabiskan makan nya tanpa sadar akan kepergian suami nya dari dekat nya.


"Aku matikan dahulu, Ini sudah larut" ucap Ryhan dan langsung mematikan telpon tersebut.


"Apa yang kau mau?" tanya Ryhan.


"Air" jawab Nana dan menyingkirkan rantang dari hadapan nya. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung mengambilkan air dan membawa nya ke arah istri nya.


"Kau menghabiskan semua nya?" tanya Ryhan dan melihat seluruh rantang yang berisikan makanan penuh awal nya dan sekarang sudah habis semua nya.


"Em, Ini sangat enak aku malah kekurangan" jawab Nana dan meminum minuman yang di berikan oleh suami nya.


"Kekurangan?" tanya Ryhan. Nana menganggukkan kepala nya dengan tenggorokan yang masih menelan air.


"Kau ini sembarangan saja berbicara" ketus Nana dengan kesal nya dan memukul bahu suami nya tersebut.


"Kenapa ma?" tanya Andra kepada Merri.


"Ryhan mengatakan jika Nana sangat menyukai makanan buatan mama" ucap Merri.


"Hah? Bagaimana bisa?" tanya Andra yang nampak bingung sedangkan Kevin menatap tajam ke arah ibu nya tersebut.


"Apa jangan jangan Nana hamil dan mengidam makan makanan pedas?" tanya Dhea dan pertanyaan nya tersebut membuat seluruh orang di meja makan itu menatap nya.


"Sudah jam berapa sekarang?" tanya Nana yang baru saja keluar dari dapur baru selesai membersihkan bekas makan nya.


"Sudah jam sepuluh" jawab Ryhan dengan menguap akibat masih sangat mengantuk.


"Kau sangat mengantuk? Ayo kita tidur" ajak Nana.


"Em" Ryhan mengiyakan nya dan kedua nya langsung berlalu masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan tidur mereka.


Keesokan pagi nya.


Nana terbangun terlebih dahulu dari tidur nya. Dia memilih langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan setelah itu kembali masuk ke dalam kamar dan nampak suami nya masih saja tertidur di atas ranjang. Nana memilih untuk langsung membersihkan tubuh nya dan setelah selesai dia langsung mengenakan pakaian kerja nya dan menyiapkan pakaian kerja suami nya setelah itu dia kembali keluar dari ruang ganti dan mendudukkan tubuh nya di samping suami nya tersebut.


"Sayang kau tidak mau bangun?" bisik Nana dengan nada rendah dengan mengusap pucuk kepala suami nya tersebut.


Ryhan perlahan mengerjapkan mata nya tapi belum sepenuh nya bangun. "Sudah pagi, Kita harus bekerja hari ini" ucap Nana dengan nada sangat lembut membangunkan lelaki yang saat ini sangat dia cintai.


Ryhan yang merasakan belaian istri nya berlawanan arah langsung membalikkan tubuh nya dan langsung memeluk erat tubuh istri nya dan menenggelamkan wajah nya di perut datar milik istri nya tersebut.


"Hey ini sudah siang" ucap Nana yang kembali mencoba membangunkan suami nya tersebut.


"Kita hari ini tidak masuk saja ya? Kita di apartemen saja" ucap Ryhan dengan suara yang tidak terlalu terdengar akibat dia saat ini berbicara di perut istri nya.


"Hey tidak bisa seperti itu, Kau pikir perusahaan itu punya keluarga mu hingga seenak nya saja mau masuk atau tidak?" ketus Nana saat medengar ucapan suami nya tadi.


.


.


.


.


.