Dear D

Dear D
Episode 69



"Dari mana kau...."


Cup


"Jangan berbicara dulu, Sebentar lagi baru kau boleh bicara" ucap Ryhan dengan mencium sekilas bibir wanita nya yang terbuka.


Nana langsung memegang bibir nya. "Em, Kau ini lancang sekali" ketus Nana dengan nada rendah akibat di tahan oleh tangan nya yang menutup mulut nya.


"Itu milikku sudah seharus nya aku menyentuh nya" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Memang nya kau siapa mengatakan bibir ku milikmu?" ketus wanita itu dengan tangan yang sudah turun. Ryhan menatap tajam ke arah nya dan mendekat, Nana memundurkan tubuh Ryhan berusaha hendak mencium bibir itu tapi dengan segera Nana menutup bibir nya dan mendorong tubuh Ryhan ke belakang.


"Tidak sopan" ucap wanita itu dengan wajah kesal tanpa melepaskan tangan nya dari bibir nya dan langsung berlalu dari sana. Nana masuk ke dalam kamar nya dan menggerakkan seluruh tubuh nya yang kelelahan itu hingga mengeluarkan bunyi.


"Ah cukup melelahkan hari ini" ucap nya dan melepaskan hoodie dan setelah itu baju kerja nya dan hanya tinggal baju dalam saja.


Ckleek


Ryhan masuk ke dalam nya dan itu membuat Nana yang kaget sontak menjongkokkan tubuh nya. "Hey kau ini lancang sekali masuk tanpa permisi" teriak Nana dengan kesal nya meskipun punggung nya terbuka dan menampakkan tubuh putih nya. Ryhan langsung menatap ke arah suara dan melihat tubuh wanita nya meskipun hanya punggung itu sangat menggoda bagi nya.


Ryhan menelan siliva nya saat meluhat tubuh wanita nya yang putih mulus itu. Nana yang tidak mendapatkan jawaban dan tidak bisa bergerak karna nanti akan terlihat semua kembali mengenakan baju kerja nya yang menggunakan kancing depan. "Kau tidak mendengar ucapan ku?" ketus Nana dengan tangan yang mengancing baju nya.


"Hey keluar kau" bentak Nana dan berjalan mendekat tanpa di sadari kancing baju yang paling atas terbuka. Ryhan yang lelaki normal tidak mengalihkan pandang nya dari sana akibat itu adalah istri nya makanya dia tidak mau mengalihkan pandang dari wanita nya tersebut.


"Kau benar benar menguji iman ku?" tanya Ryhan yang mengalihkan pandang nya dari bagian tubuh yang terbuka dan menampakkan di dalam nya. Nana menatap bingung ke arah lelaki nya.


"M-maksud mu?" tanya Nana dengan wajah bingung nya. Ryhan sedikit menundukkan kepala nya dan mencium dada istri nya yang terbuka.


Mata Nana membulat saat melihat Ryhan yang sangat lancang menyentuh nya dan sekarang bagian tubuh nya menjadi taruhan.


Plakk


Tangan wanita itu sontak langsung menepis kepala lelaki nya yang ada di dada nya yang berbuat seperti anak kecil yang sedang menyusui. "Ah" Ryhan memegang kepala nya yang di terbentur ke sudut pintu.


Nana langsung menutup bagian dada nya dan langsung sadar akan Ryhan. Dia berjalan mendekat ke arah lelaki itu. "M-maaf" ucap Nana dan memegang kepala suami nya yang terbentur itu.


"Sakit?" tanya Nana dengan memegang dahi itu.


"Sudah tau sakit masih saja bertanya" jawab Ryhan.


"Kau duduk saja" ucap Nana dan membawa lelaki itu duduk di atas ranjang. Saat Ryhan sudah duduk Nana memilih untuk mengmbil kompres dan obat dan setelah itu segera kembali lagi ke dalam kamar nya.


Nana mendudukkan tubuh nya di samping Ryhan dan mulai mengobati lelaki itu. "Apa sangat sakit?" tanya Nana dengan menatap penuh harapan akan Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan mengmbil kompres itu dari tangan Nana dan memegang nya sendiri.


Nana nampak diam dan memasang wajah bersalah nya akan itu dan menundukkan kepala nya. "Maafkan aku" ucap Nana dengan kepala yang masih menunduk dan tangan yang menggenggam satu sama lain. Ryhan langsung menatap ke arah wanita nya yang sama sekali tidak menatap nya, Bibir nya mengembang saat melihat wanita itu nampak merasa bersalah, Pikiran licik menghampiri otak nya saat ini.


Nana langsung mengangkat kepala nya dan kembali memasang wajah hawatir nya. "Kau benar benar kesakitan?" tanya Nana dengan wajah hawatir nya dan memegang dahi itu.


"Em" Ryhan mengangguk mengiyakan dengan wajah manja nya menatap wanita itu.


"Ke rumah sakit saja?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah itu. Ryhan langsung menatap lekat wajah wanita itu dan terlihat jelas jika wanita nya sangat hawatir dengan nya.


"Tidak usah, Aku bisa istirahat di rumah saja tidak usah di bawa ke rumah sakit" jawab Ryhan dengan senyum nya dan itu tambah melakukan Nana akan Ryhan yang memang kesakitan.


"Kau yakin?" tanya Nana.


"Iya, Aku istirahat di rumah saja" jawab Ryhan dan hendak turun ke bawah untuk istirahat tapi Nana menghentikan nya.


"Di atas saja kau istirahat" ucap Nana dengan memegang bahu lelaki itu dan itu membuat Ryhan menatap nya.


"Kau istirahat di atas saja, Biar aku yang di bawah nanti" ucap Nana dan membantu lelaki itu untuk istirahat di atas ranjang. Ryhan baring di atas ranjang itu dengan menghadap ke arah Nana, Nana memilih untuk ke bawah dan membenarkan kasur yang ada di bawah dan setelah itu kembali berdiri berniat untuk membersihkan tubuh nya yang bau keringat.


Ryhan langsung menarik tangan wanita itu agar tidak kemana mana hingga Nana terduduk di atas ranjang di hadapan nya. "Kau mau kemana?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"A-aku mau mandi, Tolong lepaskan" jawab Nana yang mencoba melepaskan tangan Ryhan dari tangan nya.


"Kau harus menemaniku istirahat" ucap Ryhan.


"Iya nanti saat aku sudah membersihkan tubuh aku akan menemani mu" jawab Nana dengan mengusap tangan lelaki nya.


"Aku juga belum mandi jadi kau juga tidak usah mandi" ucap Ryhan dengan menggenggam erat tangan itu.


"Ryhan tolong lepaskan" ucap Nana yang tangan nya tidak bisa leas dari tangan Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan menarik tangan wanita itu hingga bagian kepala nya berbaring di atas dada nya. Mata Nana membulat akibat kaget dan berusaha lepas dari sana tapi tidak bisa akibat tangan Ryhan yang menahan.


"Ryhan aku mohon lepaskan aku" ucap Nana.


"Tidak, Kau sudah berjanji untuk menemani ku istirahat" jawab Ryhan dan memeluk erat tubuh itu, Bukan seluruh tubuh melainkan hanya dari pinggang ke kepala yang bisa di peluk oleh nya.


"Tapi aku..."


"Ah kepala ku sakit" ucap Ryhan yang memotong ucapan Nana yang hendak berbicara. Nana langsung mendongakkan kepala nya dan menatap ke arah Ryhan.


"Kepala mu kembali sakit?" tanya Nana dengan wajah polos nya tanpa berpikir hal aneh.


.


.


.