Dear D

Dear D
Episode 91



Ryhan mengambil minuman dan meminum nya. Nana mengangkat tubuh nya dan duduk menghadap suami nya.


"Aku terbang tinggi seperti ini apa bisa bertemu ayah dan kak Rendi?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah lelaki nya dengan mata yang nampak menghadap jawaban yang baik.


Ryhan menatap dalam mata wanita nya. Tatapan yang tulus sangat terlihat. Mata yang seharus nya selalu mendapatkan pemandangan indah tapi sayang nya malah berbanding terbalik. Tangan lelaki itu naik dan menyentuh kepala nya. "Ayah dan kak Rendi yang selalu menemuimu sepanjang saat tapi kau tidak bisa" jawab Ryhan dengan tersenyum.


"Nana ingatlah kau ini mau berlibur bersama Ryhan. Jangan menambah beban pikiran nya dengan kesedihan mu" guman Naan yang langsung teringat dengan apa yang di katakan dan di pikirkan oleh nya.


"Ah iya, Berikan aku minum" ucap Nana dan mengambil minuman suami nya. Ryhan tidak menjawab nya dan membiarkan wanita itu minum minuman milik nya. Selesai minum dia kembali meletakkan bekas minum nya tadi di samping nya dan kembali menikmati pemandangan langit.


Sudah dua jam lama nya mereka berdua berada di dalam pesawat hingga akhir nya sampai. Nana yang masih terjaga dan tidak bisa tidur jika di dalam perjalanan jika belum mengantuk. "Ryhan kita sudah sampai" ucap Nana dengan mengusap rambut lelaki nya.


Ryhan yang tertidur mengerjapkan mata nya pelan dan memang benar dia sudah berada di bandara. Ryhan langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar bersamaan dengan Nana dengan tangan mereka yang masih menggenggam satu sama lain. Ryhan keluar dari bandara begitupun dengan Nana yang selalu mengikuti. Ryhan menghentikan taxi dan masuk ke dalam nya. "Ke vila xxxx" ucap Ryhan.


"Baik" jawab sopir dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju vila yang di ucapkan Ryhan tadi.


"Terima kasih" ucap Nana yang membayar taxi kali ini.


"Kenapa kau membayar nya?" tanya Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan memilih keluar dari taxi. Ryhan ikut keluar dari taxi saat tidak mendengarkan jawaban dan sopir taxi menurunkan barang barang milik penumpang nya.


"Kita akan menginap di sini?" tanya Nana. Wajah yang sama sekali tidak memperlihatkan takjub akan suasana yang cukup indah di tambah lagi itu pertama kali untuk nya tapi memasang wajah bahagia.


"Iya kita menginap di sini" jawab Ryhan dengan tersenyum heran. Nana hanya membalas senyuman dari suami nya dan menatap sekeliling yang menurut nya biasa saja.


"Ayo kita masuk" Ryhan kembali memegang tangan wanita dan masuk ke dalam vila tersebut.


"Tuan sudah sampai?" tanya penjaga vila. Ryhan langsung melototkan mata nya menatap penjaga sedangkan Nana memasang wajah biasa saja tidak curiga sedikit pun.


"Maaf, Ini kunci kamar anda" ucap pelayan dengan menyodorkan kunci kepada Ryhan. Ryhan menerima nya dan berterima kasih begitupun dengan Nana dan setelah itu mereka berlalu masuk ke dalam lift untuk menuju ke kamar mereka.


"Selamat datang" sapa pelayan saat lift terbuka.


"Saya bawakan pak" ucap pelayan tersebut dan mengambil alih koper yang ada di tangan Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan membawa istri nya menuju masuk ke dalam kamar mereka yang sudah di siapkan oleh pekerja di vila tersebut.


Nana melepaskan tangan Ryhan dari tangan nya dan berjalan ke arah jendela keluar. "Ini lantai berapa?" tanya Nana saat berdiri tepat di jendela kamar dan bisa melihat pantai dengan sangat jelas.


"Delapan" jawab Ryhan.


"Kau siapkan makanan sekarang juga dan nanti kau larang siapapun untuk masuk ke dalam kamar ini" ucap Ryhan dengan nada rendah agar istri nya tidak mendengar.


"Baik tuan" jawab pelayan. Ryhan tidak mengeluarkan suara nya lagi dan berjalan mendekat ke arah istri nya.


"Kau suka pemandangan ini?" tanya Ryhan dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana nya.


"Jika di lihat dari sini aku suka, Entah nanti jika dari tepi sana" jawab Nana.


"Aku tau" jawab Nana dan langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang kamar tersebut.


"Aku akan menuruti permintaan mu dan ayah malam ini" guman Ryhan dengan tersenyum lebar dan membalikkan tubuh nya.


Pelayan masuk dan meletakkan banyak makanan di atas meja di dalam kamar tersebut tanpa di perdulikan oleh Nana. Pelayan keluar dengan Ryhan yang mengikuti mereka. Ryhan mengunci pintu kamar itu dan setelah itu langsung menyimpan kunci nya. "Ini sudah sore ya?" tanya Nana saat melihat langit yang mulai berwarna orange.


Ryhan belum menjawab nya dan mengenakan celana renang yang tersedia dengan cepat. "Hem, Aku akan berendam dahulu, Jika ingin ikut pakaian untuk mu ada di lemari" ucap Ryhan dan langsung keluar.


Ryhan berjalan masuk ke dalam kolam renang yang terletak di lantai kamar nya dan itu menambah nuansa inda jika ingin melihat terbenam nya matahari. Nana menatap lelaki nya yang tengah berenang tanpa menggunakan baju dan hanya menggunakan celana saja tapi dia tidak memperdulikan tentang itu melainkan dia melihat seberapa dalam kolam tersebut. "Seperti nya itu asik, Tapi apakah dalam?" ucap Nana.


"Coba saja, Jikapun iya aku tenggelam ada Ryhan" ucap nya dan berlalu dari sana. Nana menuju ke lemari dan mencari baju renang untuk nya tapi dia tidak menemukan nya melainkan dia menemukan pakaian dalam wanita yang biasa nya di kenakan banyak turis untuk berenang atau sering disebut bikini.


"Apa ini?" tanya Nana saat melihat nya.


"Ah tidak mungkin, Aku tanya Ryhan saja" ucap nya dan keluar dari ruang ganti.


"Mana baju renang untukku?" tanya Nana kepada Ryhan. Ryhan yang sedang menatap ke pantai langsung menoleh ke arah nya.


"Di dalam lemari tidak ada?" tanya Ryhan.


"Itu terlalu seksi untukku" jawab Nana dengan wajah kesal nya.


"Tidak ada baju lain kenakan itu saja" teriak Ryhan dan berenang di dalam kolam itu. Ryhan tidak berpikir jauh dan berpikir baju renang pada umum nya tapi menampakkan lekuk tubuh wanita nya bukan baju renang seperti bikini yang di maksud pikiran nya.


"Shit" umpat Nana kesal dan memilih mencari baju nya.


"Tidak ada baju ku?" ucap Nana yang tidak menemukan baju santai di dalam koper milik nya.


"Kenapa malah mengacak acak koper?" tanya Ryhan.


"Baju santaiku kau tidak bawa?" tanya Nana.


"Tidak" jawab Ryhan dengan santai nya.


"Baju renang itu terlalu terbuka untukku" ucap Nana dan berdiri dari duduk nya.


"Bagaimana bisa...."


Mata Ryhan membulat saat melihat sepasang bikini dalam di dalam lemari. "Kau tidak percaya ucapan ku" ketus Nana dengan wajah kesal nya.


"Shit kenapa malah baju renang bikini ini?" umpat Ryhan kesal saat melihat nya.