Dear D

Dear D
Episode 161



"Hanya perlu banyak beristirahat, Jangan stres dan jangan memakan makanan yang bisa membuat anda mual dan juga meminum vitamin kandungan anda akan kembali sehat seperti semula nona, Yang di katakan tuan Ryhan tadi benar anda tidak boleh sedikitpun jatuh karna anda hamil muda dan itu rentan keguguran" jelas dokter dengan senyum nya dan mengambil poto cabang bayi tadi.


"Baik" jawab Nana dengan senyum nya.


"Mengecek kandungan nya berapa hari sekali?" tanya Ryhan.


"Tidak setiap hari tuan, Seminggu atau sebulan sekali saja cukup, Tapi di masa kehamilan nona yang masih lemah di sarankan untuk seminggu sekali" jelas dokter yang kembali tersenyum menatap Ryhan dan juga Nana secara bergantian.


"Masalah vitamin sudah di kirimkan kemarin kan nona? Apa sudah habis?" tanya dokter.


"Ah tidak belum habis, Masih banyak" jawab Nana dengan senyum nya.


"Usahakan untuk di minum setelah makan ya nona" ucap dokter dengan senyum ramah nya sedangkan Ryhan memasang wajah datar nya sedari tadi.


"Ini" ucap dokter dengan menyodorkan amplop coklat yang berisi poto janin dan amplop rumah sakit yang berisi surat yang menandakan Nana benar benar hamil.


Nana menerima nya dengan senang hati. "Terima kasih" ucap Nana dengan senyum nya.


"Sama sama nona, Jika terjadi apa apa atau memrlukan sesuatu bisa hubungi kami" ucap dokter.


"Iya jika begitu kami permisi" pamit Nana dengan senyum nya. Dokter mengangguk mengiyakan nya dan Nana berdiri dari duduk nya begitupun dengan Ryhan dan dokter.


"Sayang kau tunggulah di luar sebentar ya?" ucap Ryhan dengan mengusap kepala wanita nya tersebut membuat dokter yang tadi tidak menatap kedua nya kembali menatap kedua nya.


"Kau mau apa tinggal lama lama di sini?" tanya Nana dengan melototkan mata nya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan dokter" jawab Ryhan.


"Aku juga akan menunggu" ucap Nana.


"Eh jangan, Kau keluarlah dahulu tidak apa apa kan?" tanya Ryhan dengan wajah memelas dan mata yang tulus berharap istri nya mengiyakan permintaan nya.


"Awas saja kau macam macam" ancam Nana dengan menunjukkan tinju nya dan melototkan mata nya menatap suami nya dan setelah itu menatap ke dokter yang melihat nya. Dia langsung menurunkan tangan nya dan tersenyum menatap dokter dan langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Ada apa tuan?" tanya dokter saat melihat Ryhan yang tidak keluar bersamaan dengan istri nya.


"Em, Anu dok..." ucap Ryhan yang sedikit ragu ingin mengatakan nya.


"Iya tuan ada apa?" tanya dokter kembali yang cukup penasaran akan apa yang ingin di tanyakan anak bos nya itu.


"Em, Dalam keadaan istri ku sedang hamil saat ini apa tidak apa apa jika melakukan hubungan suami istri?" tanya Ryhan yang sedikit malu menanyakan hal itu dengan wajah memerah.


Dokter langsung tertawa kecil saat mendengar pertanyaan itu. Anak bos nya yang di anggap nya sebagai adik sendiri sekarang sudah dewasa dan ingin memiliki anak dan menjadi ayah. "Adik kecil kau ini terlalu hawatir, Asalkan kau berprilaku lembut dan tidak menyakiti nya dan bayi kalian tidak masalah, Kau jangan sampai menghentakkan sekuat tenaga mu, Kau harus berhati hati saat melakukan nya karna kandungan istrimu masih sangat muda dan takut nya nanti berdampak buruk jika kau melakukan nya dengan kasar" jelas dokter itu dengan memegang kepala Ryhan layak nya adik nya sendiri dengan tersenyum.


"Aku selalu melakukan nya dengan lembut dan tidak pernah melakukan nya dengan kasar" jawab Ryhan yang saat ini seperti kucing yang di berikan makan oleh dokter.


"Eh?" dokter kembali tertawa saat mendengar jawaban Ryhan.


"Ah sudahlah, Aku permisi kasihan istrku menunggu di luar, Kakak jaga kesehatan" ucap Ryhan saat melihat dokter tertawa dan langsung berlalu dari sana keluar dari ruangan dan menuju istri nya.


"Ryhan Ryhan, Sudah memiliki istri sifat mu berubah drastis, Bahagia selalu adik kecil" ucap dokter dengan senyum nya dan kembali memasang wajah biasa saja nya untuk menymbut pasien berikut nya.


"Tidak, Aku tidak membicarakan apa apa, Ayo kita pulang" ajak Ryhan dengan wajah datar nya akibat di luar banyak sekali manusia. Nana menatap sekeliling dan terlihat banyak orang sedangkan Ryhan kembali menggenggam tangan istri nya dan berlalu keluar dari rumah sakit menuju ke mobil.


"Nana?" suara yang terdengar sangat tidak asing memanggil nama nya hingga membuat Nana dan juga Ryhan menoleh ke arah suara dan benar saja itu adalah teman Nana, Siapa lagi jika bukan Yura dan Weny.


"Kalian?" tanya Nana dengan senyum nya saat melihat kedua sahabat nya tersebut.


Weny langsung memeluk tubuh Nana. "Lama sekali tidak bertemu, Aku benar benar merindukan mu" ucap Weny dan memeluk erat tubuh tersebut. Ryhan yang melihat itu langsung melepaskan pelukan Weny dari istri nya.


"Hey jangan memeluk nya terlalu erat" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan menjauhkan istri nya dari kedua wanita itu. Weny dan Yura langsung menatap ke arah Ryhan begitupun dengan Nana yang melototkan mata nya menatap suami nya tersebut.


"Kau ini kami hanya berpelukan saja tidak boleh, Kami sesama wanita jika Qori yang memeluk baru kau marah" ketus Yura akan Ryhan yang melepaskan pelukan Weny saat dia yang baru saja hendak memeluk. Ryhan tidak menjawab nya dan melipatkan kedua tangan nya di atas perut nya hingga membuat Nana yang awal nya kesal langsung tersenyum menatap kedua sahabat nya itu.


"Bukan itu maksud Ryhan, Dia hanya tidak mau aku dan bayiku kenapa kenapa makanya dia melarang kalian memelukku seerat tadi" jawab Nana dengan senyum nya mencoba menjelaskan perlakuan buruk suami nya tersebut.


"Hah? Bayi?" teriak Yura dan Weny secara bersamaan saat mendengar jawaban Nana hingga membuat Ryhan menutup telinga istri nya agar tidak kenapa kenapa mendengar teriakan itu.


"Heh, Kalian pikir berteriak di rumah sakit seperti ini bagus hah?" ketus Nana dengan melototkan mata nya menatap kedua sahabat nya tersebut.


"M-maaf, Kami berdua hanya kaget mendengar jawbana mu tadi, Bayi maksud mu apa?" tanya Weny.


"Kau hamil?" tanya Yura pula.


"Iya aku...."


"Hah? Kau tidak berbohong? A-aku akan memiliki keponakan dari mu di umurku yang masih sangat muda ini?" teriak Yura saat mendengar jawaban singkat dari Nana.


"Hey sudah aku bilang kecilkan suara kalian" ketus Nana yang kembali kesal.


"Kau jangan marah marah" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"M-maaf, Tapi kau benar benar hamil Na?" tanya Yura yang nampak tidak percaya.


"Tidak, Hanya bohong" jawab Nana yang sudah kesal.


"Tapi kau...."


"Sudahlah kami memiliki urusan lain tidak hanya melayani jawab pertanyaan kalian, Ayo sayang kita pulang" potong Ryhan saat melihat Weny yang hendak berbicara panjang lagi.


.


.


.


.


.