
Ryhan melangkahkan kaki nya menuju ke belakang dengan langkah kaki biasa saja, Tidak cepat dan tidak pula lambat. Ryhan tidak menyapa saat diri nya berada di smping wanita nya dan memilih untuk langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi.
Dira yang melihat Ryhan duduk di tempat belakang langsung mengambil tas nya dan menuju ke belakang. "Aku boleh duduk bersama mu?" tanya Dira dengan senyum manis nya menatap Ryhan dan itu membuat Nana yang melihat nya menjadi jengkel dan memilih mengalikan pandang dari sana.
Ryhan menoleh ke arah wanita nya dan dengan segera Nana mengalihkan pandang nya dari suami nya itu. "Nana duduk di sebelahku" jawab Ryhan dan itu membuat Dira menoleh ke arah Nana dan Nana menoleh ke arah mereka saat mendengar nama nya.
"Tempatku di sini bukan di sana" jawab Nana dengan wajah datar nya dan memilih menatap ke depan.
"Dia tidak duduk di sini, Jadi aku yang akan duduk di sini?" Dira langsung mendudukkan tubuh nya di samping Ryhan tanpa menunggu jawaban dari Ryhan.
Wajah yang selalu datar bertambah datar akibat tidak suka akan Dira yang kembali berada di sekolah yang sama dengan nya dan Nana istri nya malah mengacuhkan nya.
"Na" Yura dan juga Weny baru saja sampai dan pandangan Weny tertuju kepada anak baru yang duduk di samping Ryhan yang belum di ketahui siapa itu.
"Siapa wanita itu?" Weny berbisik dengan mendudukkan tubuh nya di atas kursi tempat nya.
"Tanya saja sendiri kepada orang nya" Nana memasang wajah datar nya dan menatap ke luar jendela.
"Selamat pagi anak anak" terdengar suara pak guru yang tak lain adalah wali kelas mereka.
"Nana kau kembali ke tempatmu semula? Tidak ingin duduk di depan lagi?" tanya wali kelas.
"Em" Nana hanya memasang wajah datar nya, Dia sedang kesal akan Dira yang menghalangi jarak antara diri nya dan juga suami nya.
"Hah" wali kelas hanya membuang nafas panjang saat melihat Nana yang hanya menjawab singkat jawaban nya tidak seperti biasa nya.
"Kita lanjutkan saja tugas praktek sebelum nya, Apa ada kelompok yang sudah selesai?" tanya wali kelas.
Tok..tok
Terdengar ketukan dan itu membuat semua orang menoleh ke arah pintu tapi tidak dengan Nana yang hanya menatap jendela. "Permisi pak, Kelas ini ada murid baru dan saya lupa memberitahukan nya kepada bapak" ucap kepala sekolah.
"Oh, Benarkah?" pak wali kelas nampak kaget saat mendengar nya akibat dia merasa tidak ada wajah asing di dalam kelas itu.
"Iya pak, Dira silahkan maju dan perkenalkan dirimu kepada teman teman mu" ucap kepala sekolah. Dira yang mendengar itu langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan ke depan.
"Perkenalkan nama saya Dira kumala, Saya murid baru di sini dan saya adalah kekasih Ryhan" Dira dengan percaya diri nya mengaku bahwa Ryhan adalah kekasih nya di depan kepala sekolah dan juga wali kelas. Wali kelas sedikit kaget mendengar nya begitupun dengan kepala sekolah yang mengetahui hubungan antara Ryhan dan juga Nana.
Ryhan menatap tak suka akan Dira yang mengaku kekasih nya itu, Kepala nya berputar dan menatap Nana yang langsung mengalihkan pandang nya, Acuh akan ucapan Dira dan tidak memperdulikan hal tersebut padahal hati nya kesal saat mendengar itu. Nana bisa melihat bayangan suami nya yang ada di jendela kelas itu dan sangat jelas nampak di mata nya suami nya tengah menatap nya.
"Tapi wanita ini mungkin saja kekasih nya, Bukannya waktu itu dia makan malam dengan wanita ini?" guman nya dengan perasaan tidak karuan dengan menatap bayangan lelaki nya yang ada di jendela itu.
"Silahkan kembali ke tempat dudukmu" ucap wali kelas.
"Saya permisi" pamit nya sopan dan langsung berlalu kembali ke tempat nya di samping Ryhan.
"Shit" Nana nampak kesal akan wanita yang duduk di samping lelaki nya dan memilih kembali menatap ke depan, Hati nya kembali sakit dan kesal saat melihat bayangan lelaki nya dengan wanita lain secara nyata.
"Yasudah mari kita langsung ke tempat praktek saja" ucap pak wali kelas.
"Baik pak" jawab seluruh murid serentak.
Seluruh murid membuka tas mereka mencari baju praktek mereka dan semua murid sudah berdiri dengan membawa baju yang di perlukan tapi tidak dengan Nana. "Shit bajuku tertinggal" umpat nya kesal saat sadar akan baju nya tidak ada di dalam tas. Ryhan menatap ke arah wanita itu begitupun dengan Qori yang sedari tadi memperhatikan secara diam diam.
Nampak meja wanita itu berantakan dan wajah nya juga nampak kesal. "Na ayo" ajak Weny.
"Bajuku tidak ada" jawab nya dengan wajah datar nya.
"Pakai bajuku saja" Qori dan Ryhan menyodorkan bersamaan baju milik mereka kepada Nana membuat tiga orang wanita yang masih berada di sana menatap bergantian kedua lelaki itu begitupun dengan Nana yang juga menatap kedua lelaki itu bergantian dengan tatapan bingung dan datar nya.
"Aku saja yang mengenakan bajumu sayang" Dira langsung menarik baju yang ada di tangan Ryhan. Tanpa malu malu dia memanggil Ryhan dengan sebutan sayang dan itu membuat Nana sangat tidak menyukai hal itu. Dira tersenyum lebar menatap Ryhan.
"Ayo kita pergi" ajak Dira dengan langsung menarik tangan lelaki itu keluar. Entah apa yang di pikirkan oleh lelaki itu hingga mau saja di ajak oleh wanita yang sangat tidak di sukai oleh nya. Nana menatap kepergian kedua nya dengan wajah datar nya.
"Ini kau pakai saja bajuku, Baju nya di pakai oleh kekasih nya" ucap Qori yang kembali menyodorkan baju milik nya.
"Tidak usah, Nanti kau yang kena hukuman karna aku" Nana menolak dengan nada rendah tapi wajah nya masih saja datar.
"Ayo" Nana menarik kedua tangan sahabat nya dan mereka berlalu dari sana. Qori membuang nafas panjang, Tidak mudah untuk nya mendapatkan perhatian dari Nana sejak dahulu mencoba mendekati wanita itu tapi hingga sekarang dia sama sekali tidak bisa meluluhkan hati keras itu. Qori membalikkan tubuh nya dan ikut keluar. Dia masuk ke dalam ruang ganti lelaki sedangkan Nana dan kedua teman nya masuk ke dalam ruang ganti perempuan.
"Kau percaya wanita tadi adalah kekasih Ryhan?" tanya Yura dengan wajah penasaran nya kepada Nana dan juga Weny.